Patah

25 1 0
                                        

Mentari mulai redup,

Memberikan pesan bahwa aku harus pergi,

Jingga... telah berpaling padaku,

Mengartikan diriku bukanlah pilihannya,

Telah kucoba meraungi waktu, keadaan maupun kondisi,

Seakan telah membawaku berharap pada ia,

Dalam cinta..

Aku pun tak pandai tentang itu,

Aku pun tak bisa menyatakan nya pada ia,

Jika ia adalah seorang yang selalu aku harap,

Apa aku mampu mengikhlaskan nya bersama sang pujaan hatinya,

Memang Aku tak sebaik pujaannya,

Aku tak bisa memberi apa yg ia inginkan,

Aku bukanlah bunga,

Yang memikat jiwa dan hatinya,

Dan aku hanyalah serbuk,

Yang membantu ketika ia membutuhkan ku,

Aku ingin kau mencintaiku seperti halnya pujaanmu,

Aku selalu berharap suatu saat kita akan bertemu,

Dipertemukan takdir dalam suatu ruang waktu,

Yang telah mentakdirkan kita..

Biarlah kau dan aku jauh...

Meski harus membentang waktu yang cukup lama bahkan selamanya,

Jika ikhlas ku dapat membuatmu senang,

Aku bisa apa?

Aku tak akan dan tak boleh menyesali itu,

Selagi kau dapat menjaga pujaanmu sepertihalnya kau menjaga hatimu untuknya:)

Salam patah:'

PUISI MALAMKUWhere stories live. Discover now