1.

2 1 2
                                        

"Kakak... Cepat bantuin Aya tangkap kelincinya" teriak Alia,  dia berlari-lari mengejar seekor kelinci berwarna putih.  "Iya... Iya... Ini juga lagi mau di tangkap kelincinya,  aya batuin dong jaga kelincinya biar bisa kakak tangkap" Arya juga mengejar kelinci itu.  
Setelah berlari-lari akhirnya kelinci itu berhenti,  Alia berjalan pelan agar tidak mengagetkan kelinci itu,  saat sudah hampir tertangkap
Bugh... Alia tersungkur, kelinci itu berhasil kabur, "Aya,  kamu gak pa-pa kan?" Arya berlari mendekati adiknya.  Alia menangis sangat kencang,  dia sangat kesal karena kelinci itu membuatnya jatuh tersungkur. "Sudah-sudah nanti kakak tangkap kelincinya,  Aya jangan nangis" Arya memeluk adiknya dan menepuk-nepuk punggung Alia pelan.
Arya dan Alia masuk kedalam rumah,  "astaga Aya kamu kenapa!" seru bunda melihat tubuh autri kecilnya yang sangat kotor,  baju Alia robek,  kedua lututnya luka dan dahinya balu, dengan cepat Bunda menggendong Alia dan membawa Putri kecilnya ke kamar mandi,
Melihat adiknya sudah di bawa pergi oleh bundanya, Arya pun kembali pada kegiatan sebelumnya, Arya berusaha untuk menangkap kelinci yang sangat nakal itu, beberapa kali Arya terjatuh dan tersungkur ke tanah. "kamu kok bisa kotor begini sih" tanya bunda tapi Alia hanya diam. Bunda memandikan Alia, Alia meringis kesakitan karena luka-luka itu terasa sangat perih ketika terkena air. Selesai mandi dan memakai baju,  bunda mengobati luka-luka Alia, "coba sini ibu lihat telapak tangannya" pinta bunda. Alia menjulurkan kedua tangannya,  bunda mengobati telapak tangan Alia yang lecet,  bunda memeriksa pergelangan tangan Alia,  terdapat luka lecet di siku dan bagian lengan Alia "Anak Bunda memang bandel ya" kata bunda sambil tersenyum pada Alia,  tangannya lembut mengobati luka Alia sampil sesekali ditiupnya palan luka-luka itu.
Setelah cukup lama berlari-lari akhirnya Arya berhasil menangkap kelinci itu,  karena kesal Arya melempar kelinci itu ke kandang dan menutup pintu kandang dangan keras,  tak lupa Arya mengunci pintu kandangnya agar kelinci itu tak bisa kabur.
Arya masuk kedalam rumah,  kini bajunya kotor dan ada banyak robekan karena jatuh dan tersangkut,
"sekarang apalagi ini" kata bunda pura-pura kesal, baru selesai mengurus Putri kecilnya sekarang bunda harus mengurus pangeran kesayangannya. Bunda berjalan mendekati Arya, di usap kepala putranya itu "Ayo mandi dulu, biar nanti bunda obati lukanya" kata bunda,  Arya hanya menganggukkan kepalanya dan segera menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi Bunda mengobati luka Arya, karena perih Arya sesekali mengaduh dan meringis kesakitan
"Kakak cemen,  gitu aja sakit" ledek Alia yang melihat kakaknya yang hampir menangis menahan sakit. Arya hanya diam, dia tidak peduli dengan ledekan adiknya karena saat ini dia benar-benar merasa sakit sekaligus perih pada luka-lukanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 07, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

tongue Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang