Try To Not Avoid Me

8 0 0
                                        

Hansol menggaruk kepalanya pelan, kemudian ia mulai membuka matanya dan menatap ke sekelilingnya. Ia tersenyum begitu sadar lelaki yang berada dalam dekapannya adalah Byungjoo. "Good morning b.joo~" Hansol mengusap pipi Byungjoo lalu ia memindahkan badan Byungjoo dari tangannya lalu ia bersiap untuk keluar dari kamarnya. "Ngh... Hansol hyung?" Sebelum Hansol sempat keluar dari kamarnya Byungjoo sudah bangun duluan. Hansol membalikkan badannya lalu tersenyum saat melihat Byungjoo yang sedang menggaruk matanya. Terlihat sangat manis dimata Hansol.
"Kau sudah bangun?" Hansol lagi-lagi tersenyum saat Byungjoo mulai bangkit dari posisi tidurnya. Byungjoo menguap dengan keras lalu perlahan mendekat ke Hansol. "Kau jahat hyung. Apa kau berniat meninggalkanku sendirian?" Byungjoo memukul pelan bahu hyungnya itu, lalu ia memeluk tubuh Hansol dari belakang. "Kau sungguh munafik Kim Byungjoo. Kenapa kau tidak pernah memelukku seperti ini saat di fansigning? Kenapa aku harus selalu terlihat seperti orang yang cintanya bertepuk sebelah tangan?" Hansol menggemgam tangan Byungjoo yang sedang melingkar di perutnya. Sudah lama ia ingin dipeluk seperti ini oleh Byungjoo, biasanya hanya dialah yang memeluk Byungjoo tanpa di respon oleh Byungjoo, tapi hari ini, detik ini, entah karena apa Byungjoo memeluknya terlebih dahulu. "Aku terlalu malu untuk memelukmu seperti ini dihadapan banyak orang hyung" Byungjoo tertawa sejenak lalu makin mempererat pelukannya di tubuh Hansol. Walaupun saat di fansigning-fansinging terlihat seperti tidak pernah menikmati atau tidak suka jika dipeluk Hansol, sebetulnya ia sangat menyukai setiap sentuhan Hansol. Ia tidak pernah merespon Hansol karena ia terlalu malu, ia tidak ingin menunjukkan wajahnya yang merah dihapan banyak orang. Dan mengenai wajahnya yang terlihat tidak suka, itu karena kalau ia tersenyum ia akan tersenyum dengan sangat lebar saat dipeluk oleh Hansol. Jadi dari pada orang mencap-nya aneh, lebih baik ia terlihat tidak suka bukan?
"Itu menyakiti hatiku Byungjoo-ya" Hansol menghela napasnya kemudian ia menengokkan wajahnya ke sebelah kanan agar bisa melihat wajah Byungjoo yang sedang bertumpu di pundaknya. Ia mencubit pipi Byungjoo lalu mengacak-acak rambut keriting lelaki yang 7 bulan lebih muda darinya itu. Byungjoo melepaskan pelukannya pada Hansol kemudian ia kembali merebahkan tubuhnya di kasur "Aku menyukaimu hyung" Hansol menatap heran wajah Byungjoo, tidak biasanya Byungjoo seperti ini. Walaupun mereka sudah berkencan 5 bulan yang lalu, tapi ini adalah yang pertama kalinya Byungjoo mengucapkan kalau ia menyukai Hansol, setelah 5 bulan yang lalu saat Byungjoo menerima pernyataan cinta Hansol tentunya. Hansol yang tadinya ingin pergi keluar kamar pun mengurungkan niatnya, ia ikut berbaring bersama Byungjoo lalu memeluk Byungjoo. "Hei b.joo, ada apa denganmu sebenarnya?"
Byungjoo tertawa begitu mendengar perkataan hyung-nya, ia juga heran kenapa hari ini ia jadi sangat ingin dekat dengan hyung-nya itu. Byungjoo membalas pelukan Hansol lalu mencium hidung Hansol "Kau............. Terlihat begitu tampan saat berada didekatku seperti ini hyung" Byungjoo kembali tersenyum pada Hansol yang sedang mematung berkat perkataan Byungjoo itu, kemudian ia bangkit dari tempat tidur milik Hansol "Aku mau kembali ke dorm A dulu ya hyung" ia kemudian keluar dari kamar Hansol tanpa lupa menutup pintunya terlebih dahulu
"Ada apa dengannya?" Gumam Hansol yang masih mematung ditempatnya

***

Byungjoo berlari menuju dorm A. Ia menaruh telapak tangannya di dadanya, detak jantungnya betul-betul cepat. Ia berusaha untuk menetralkan detak jantungnya itu. 'Ada apa denganku?' Batin Byungjoo. Entah kenapa hari ini ia merasa kalau Hansol sangat tampan dan dia tidak ingin berada jauh-jauh dari Hansol
"Gwenchana?" Sang leader Sehyuk atau yang biasa dipanggil P.goon itu heran melihat tingkah Byungjoo, ia pun mulai membuka suaranya. Ia menatap Byungjoo dengan tatapan heran, lalu ia menempatkan telapak tangannya di dahi Byungjoo "Badanmu tidak panas tapi astaga, wajahmu merah sekali!" Sehyuk mulai bertindak khawatir, ia takut terjadi apa-apa dengan dongsaengnya itu. Ia menuntun Byungjoo menuju sofa yang berada tepat di tengah dorm A. Ia kembali mengecek suhu tubuh Byungjoo. "Gwenchana hyung. Aku tidak apa-apa" Byungjoo menggemgam tangan Sehyuk yang berada di dahinya itu kemudian menaruhnya di paha Sehyuk "A-aku, aku mau mandi dulu" Byungjoo berlari menuju kamar mandi yang otomatis meninggalkan Sehyuk yang masih bingung dengan perlakuan Byungjoo
"Kemarin dia menginap di dorm B kan?" Jiho yang sedari tadi memang memperhatikan tingkah Byungjoo dan Sehyuk pun mulai membuka suaranya "Dia pasti tidur di kamar Hansol hyung" Jiho dan Sehyuk terkekeh saat mengingat kalau kemarin Byungjoo memang izin kepada Sehyuk untuk menginap di dorm B, dan berdasarkan info dari para penghuni dorm B, Byungjoo memang tidur di kamar Hansol

***

"Ada apa denganku?" Byungjoo yang telah selesai mandi itu memilih berdiam diri di kamarnya. Walaupun hari ini ToppDogg sedang tidak ada jadwal dan tadi Sehyuk serta penghuni dorm A lain mengajaknya untuk jalan-jalan, tapi Byungjoo lebih memilih untuk berdiam diri di kamar.
Tok tok tok. Byungjoo segera membuka pintu kamarnya saat mendengar ada yang mengetuk pintu. Hansol yang sedang berada di ambang pintu kamar Byungjoo itu tersenyum dengan senyuman khasnya kepada Byungjoo. "Kau tidak ikut jalan-jalan bersama penghuni dorm A lainnya?" Wajah Byungjoo kembali memerah saat melihat Hansol, ia pun berusaha menyembunyikan wajah merahnya itu dengan menundukkan wajahnya "Aku sedang tidak ingin jalan-jalan" jawab Byungjoo singkat. Entah tidak sadar dengan wajah merah Byungjoo atau justru memang ingin menggodanya, Hansol menarik tangan Byungjoo "Ayo kita pergi kencan" Hansol menarik lengan Byungjoo untuk keluar dari dormnya, kemudian setelah berada di luar apartement mereka itu, ia melepaskan genggaman tangannya dan berbalik untuk melihat Byungjoo. Masih menunduk dengan wajah yang lebih merah. Hansol tertawa saat melihat wajah merah Byungjoo lalu ia mengacak-acak rambut dongsaengnya itu.
"Kau mau pergi kemana?" Hansol bertanya kepada Byungjoo sebelum kembali menuntunnya lagi. Namun tidak ada jawaban dari Byungjoo. Hansol menghela nafasnya lalu melihat kursi yang berada di pekarangan apartement mereka itu. Ia menuntun Byungjoo untuk duduk disitu. Kemudian ia menatap wajah Byungjoo dengan intens, 'masih merah' batin Hansol. Secara tiba-tiba ia merasa ada yang menggemgam tangannya ia lalu melirik kesebelah kirinya dan mendapati Byungjoo yang sedang menggemgam tangannya. Hansol tersenyum melihat perlakuan Byungjoo, ia lalu menaruh kepalanya di pundak Byungjoo dan menutup matanya "Aku tidak tau, kau kenapa pagi tadi, tapi.... Aku menyukaimu yang seperti itu. Kau terlihat sangat jujur tadi, dan aku menyukainya" Byungjoo menatap Hansol lalu menempatkan kepalanya diatas kepala Hansol yang sedang bersender di pundaknya.
"Jadi, kau suka aku yang seperti itu?" Hansol terkejut mendengar pertanyaan Byungjoo, perlahan ia membuka matanya "Tentu saja, tapi sebetulnya aku suka dirimu yang seperti apa saja. Karena aku suka Kim Byungjoo" Hansol melepaskan tumpuan kepalanya pada pundak Byungjoo, yang lantas membuat kepala Byungjoo jadi sedikit terjatuh. Hansol menarik lengan Byungjoo untuk kembali memasuki dorm mereka. Dan saat berada di lift ia memeluk Byungjoo dari belakang "Cobalah untuk tidak terlihat kesal saat aku peluk dan cobalah untuk tidak menghindariku lagi di fansigning besok oke?" Hansol menaruh kepalanya di pundak Byungjoo, ia lalu kembali mempererat pelukannya pada Byungjoo
"Akan aku coba hyung" Byungjoo tertawa kecil saat Hansol mempererat pelukannya

END

gaje kan? ckck antara awal cerita sama akhir cerita gak nyambung wkwkwk. makasih banget lho bagi kalian yang udah mau baca ff gaje ini T^T
Mind to review?

Try To Not Avoid MeWhere stories live. Discover now