prolog

2 0 0
                                        


Pagi mentari hangat menyinari bumi, Kabri al-zain bergegas mandi untuk cepat-cepat pergi menjemput pujaan hati yang akan berangkat sekolah.

"Haiiii, Divia, maaf ya telat jemput."
"Iya gpp, sebenarnya kalo kamu ga jemput, pacar aku juga mau kok nganterin!"
"Oh si Deanandra itu?"
"Iya," nada gerutu Divia.

Sesampainya di sekolah, Divia terlambat.

"Aduh, pak satpam saya mau masuk, ga bisa ya pak saya masuk?"
"Aduh neng Divia cantik, kenapa tumbenan telat gini,?"
"Pak, tadi di jalan macet pak, mohon maaf pak, ijinin saya masuk pak, ayolah pak"
"Tunggu 2 menit lagi ya neng"

Setelah di buka gerbangnya, Divia tergesa-gesa masuk ke kelas, dia menabrak salah seorang teman nya yang hitam manis ini. Namanya Rain.

"Eh pia tumbenan lu telat"
"Iya nih, si Kabri sepupu gua lama banget datengnya, coba aja gua tadi dianterin sama doi gua, pasti gua ga bakal telat gini nih"
"Yodah ayo masuk kelas, duduk lu di pojokan ye!"
"Ashiaaaaappp"
"AHHA TEAM dasarrr!"
"Yamaap"

Pelajaran Bu Desi adalah pelajaran pertama, pelajaran Biologi bagi anak IPA, mereka sedang merangkum di halaman 42.

"Eh Rain, masa Kabri ngechat gua isinya dia ngajak gua dinner malem ini, gua bales apa ya?"
"Ahahaha modussss"
"Gua ngajak lu aja kali ya?"
"Ga ganggu emang?
"Kaga lah sob"
"Terserah lu aja" kata Rain
"Wokehhh"

Saat ini jam empat sore, sedikit lagi bel keluar tanda jam pelajaran berakhir akan berbunyi.

"Ayo balik bareng gua aja pia,"
"Lu naek apaan Rai?"
"Gua naik motor broh"
"Eh tapi si Kabri udh mau otw"
"Kelamaan dia, dia kan rumahnya di Sukabumi, lah ini di Bogor"
"Nanti dia marah?"
"Kaga nanti gua yang ngomong ke Kabri"
"Okeh"

Sewaktu di jalan, ban motor Rain tertancap paku,....
"Aduh eh kenapa ya pia?"
"Coba berhenti dulu,!"
"Aduh ban gua bocor!!!?!!!!"
"Filling gua ga enak-kan, eh beneran"
"Telpon pacar lu atau si Kabri sana"
"Iya bentar, jaringan lagi jelek nih"
"Emang kartu lu apaan?"
"Tri, hehehe"
"Pantess."

Akhirnya Divia duduk menjaga motor Rain dan Rain sedang Mecari bengkel terdekat dari lokasinya.
Tak lama Kabri datang.

"Kan udah dibilangin gimana si ngeyel banget jadi cewek, untung sayang"
"Apa?" Sahut Divia
"Ga, bukan apa-apa"
"Ayo pulang,!"
"Tapi Rain kasian motornya, nanti dia naik apa?"
"Udah lu balik aja duluan,gua ga apa-apa" jawab Rain
"Tuhkan, katanya ga apa-apa"

"Padahal gua pengen lu bisa tahu perasaan gua, pengen lu tau sedikit aja, apa ga bisa? Sepele banget lu mengabaikan gua sampai detik ini. Mungkin dia lebih special dari gua, tapi gua ga bisa ngilangin rasa sayang gua sama lu"
—dalam hati Rain


You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 06, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

MENGALAHWhere stories live. Discover now