Ada yang tertawa dengan sayatan luka menganga,
menari riang dengan darah bercucuran.
Ada yang menangis, mencoba mengobati hati yang teriris,
menanti yang tak kunjung datang.
Ribuan pasang mata iba tak henti menonton,
tarian penuh kesakitan siapa hendak mengobati?
Siapa peduli?
Matanya saja penuh iba, menolong enggan.
Melihat saja tak tega,merawat hanya dusta.
Menanti tak cukup!
Mencari tak temu!
Semesta tak kunjung berpihak padaku,kau tau itu!
Aku tau itu!
Tak henti-hentinya tarian itu bergerak menari di atas kesekitan.
Meliuk liuk diantara kedustaan.
apakah peduli mereka terhadap kita?
tak ada!
semesta hanya melihat kita menderita! tanpa ada perlakuan yang semestinya.
