Disclaimer:
this story belongs to me. the characters are belongs to SM ENTERTAINMENT.
Summary:
Haechan berusaha membangunkan Mark dan berujung petaka bagi dirinya sendiri.
Kedua remaja itu sibuk berbagi kehangatan di atas kasur. Lelaki berdarah Canada itu mendekap dengan erat lelaki lainnya yang berwajah manis.
"ungg–" si lelaki manis menggeliat. Nampaknya ia sudah mendapatkan tidur yang cukup sehingga ia bangun dengan wajah yang segar. "–eoh? Sudah terang rupanya ya?" gumamnya.
Ia–Haechan–menyibakkan selimut yang menghangatkan dirinya serta kekasihnya–Mark Lee–dan beranjak dari matras untuk membuka tirai kamar mereka.
"hyung? Bangunlah. Sudah pagi" Haechan menggoyangkan dengan kuat tubuh Mark, namun tidak ada jawaban.
Pada akhirnya lelaki yang lebih muda itu mengalah, ia kembali mendudukkan dirinya di matras, demi membangunkan belahan jiwanya yang pemalas itu.
"hyungie~" Haechan berbisik dengan suara imutnya yang mematikan tepat di lubang pendengaran Mark, namun tetap saja lelaki itu tidak menunjukkan pergerakan.
"huh, Mark hyung menyebalkan" Haechan menenggelamkan diri pada ceruk leher Mark, lalu mengembuskan napasnya disana.
"hyungie~ ayo kita main~" lelaki berdarah Jeju itu memberanikan dirinya. Ia mulai menelusuri struktur wajah Mark yang sedang tidur dengan ujung jarinya, membangunkan bulu-bulu kuduk yang sedang tenang.
Tak mendapat respon, Haechan menyibakkan selimut yang membalut tubuh kekasihnya dengan kasar. Dan nampaklah garis-garis otot yang mungkin tidak sebegitu menakjubkan, namun tetap saja Haechan tersipu.
Tangannya berpindah ke arah celana pendek yang tengah Mark kenakan.
"mwo? Benda apa ini?" Haechan menaruh telunjuknya pada ujung bibirnya, membuat pose kebingungan.
Haechan menyentuh "benda" itu lalu meremasnya.
"waah, lucu~ lihat hyung! Benda di antara kedua pahamu yang baru saja kusentuh mulai menegang! Aku ingin menyentuhnya lagi~" lalu Haechan kembali sibuk dengan "penemuannya".
"yeay! Bangun lagi! Bangun lagi!" Haechan bersorak kegirangan, tanpa menyadari bahwa Mark tengah memicingkan mata dengan tajam ke arahnya.
"hei, baby boy?" Mark menyeringai. Haechan yang tadinya sangat gembira seketika berubah takut. Tubuhnya menegang melihat tatapan yang ditujukan oleh kekasihnya padanya.
Haechan sangat siap untuk lari, bahkan jika harus saat ini juga, tak masalah.
"Kau tahu?"
Terlambat. Mark telah menariknya ke dalam dekapannya.
"a–aniya, Hyung. Maaf" Haechan menunduk, tak berani menatap mata Mark yang kian menyeramkan dari detik ke detik.
"aku sudah bangun, Haechanie. Bukankah itu yang kau inginkan?"
tanpa Haechan sangka, Mark mengisap lehernya.
"jangan hyu–ngahhh" lelaki yang berwajah manis itu segera menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, menahan diri agar desahannya tidak terucap semakin keras, sehingga Mark tidak akan bertindak lebih jauh.
"ada apa baby boy? Jangan gigit bibirmu begitu, biar aku yang melakukannya untukmu" setelah itu Mark mengecup lembut bibir kekasihnya, membuat sekujur tubuh Haechan merasakan panas.
Saat Mark menjauhkan bibirnya, Haechan segera melumatnya kembali dengan kasar dan penuh gairah, membuat Mark semakin ingin menggagahi Haechan, hingga tenggorokan Haechan kering kehabisan suara karena sibuk meneriakkan namanya.
Mark menuntun Haechan untuk berbaring–tanpa melepaskan pagutan belah bibir mereka.
Haechan yang baru saja dibaringkan mencengkram lengan atas Mark, karena pasokan oksigen yang ia punya hampir habis. Mark yang menyadari itu langsung menjauhkan bibirnya, menimbulkan tautan saliva yang dijilat habis oleh Haechan.
"'mendekat" titah sang dominan. Haechan mengikuti perintah kekasihnya tersebut.
"a–apa yang akan kita lakukan?" ujar Haechan gemetar. Ia menoleh ke belakang, melihat Mark yang tengah membuka celana pendeknya.
"I wanna fuck you hard, 'cause you turned me on" Mark menggigit bibirnya sensual sembari membuang celana miliknya ke sudut kamar.
Kaki Haechan mendadak tremor. Aura yang dikeluarkan Mark membangkitkan segala gairah dalam tubuhnya.
"give me your best blow job" Mark mengarahkan miliknya ke depan wajah Haechan, bahkan wajahnya tertampar oleh benda tersebut saking besar ukurannya.
"aku tidak tahu bagaimana caranya Hyung" Haechan menunduk sedih.
Ia sangat ingin memuaskan kekasihnya, namun ia tak tahu caranya.
Mark mendudukkan diri di bawah kaki Haechan. Ia menurunkan celana si lelaki manis.
Pemandangan pertama yang ia lihat adalah penis mungil milik Haechan yang telah basah, sangat menggemaskan.
"aku akan tunjukkan padamu bagaimana rasanya berada di surga dunia" kemudian Mark menggenggam penis Haechan dan mengurutnya pelan.
"a-aahhh hyung–ngghh hentik-AAAHHH" Haechan menjambak rambut Mark ketika Mark mempercepat tempo kocokannya.
Bunyi kocokan yang Mark timbulkan begitu cabul, membuat Haechan yang mendengarnya menggigit bibir kuat-kuat. Rasanya ia ingin meledak!
"tunggu sebentar baby boy, aku tidak akan mengizinkanmu keluar lebih dulu" geramnya.
Mark menggenggam penisnya dan Haechan lalu kembali mengocoknya dalam tempo yang sangat cepat.
"sssshhhh fuck" Mark menengadah, menikmati rasa yang membuatnya seakan-akan melayang, sambil terus mengocok kedua batang penis mereka.
Bagaimana dengan Haechan?
Lelaki manis itu mengeluarkan peluh. Mark selalu bisa membuatnya terbang ke langit ketujuh.
"Mark hyunghh–ooohhh!!!" Haechan menancapkan kuku-kukunya di punggung kekasihnya itu.
Mark menghentikan kocokan pada penis mereka dan pindah ke bawah kaki Haechan. "minggir, baby boy. Akan ku ajarkan bagaimana caranya memberi blow job"
Mark langsung memasukkan penis mungil haechan ke dalam mulutnya, lalu ketika sperma milik Haechan datang, Mark segera menghisapnya habis, bahkan tanpa ragu menelannya.
"you just taste like watermelon" ujar Mark sambil mengecup pelan bibir Haechan yang telah membengkak.
"sembarangan kau hyung" jawabnya sambil membalas kecupan Mark. "hyung, aku masih merasakan nyeri pada bagian bawahku. Bisakah kita selesaikan itu sekarang?" katanya dengan berbisik tepat di lubang telinga Mark lalu sedikit menggigit daun telinganya nakal.
"kau yang meminta" kemudian dua sejoli itu melanjutkan percintaan panas mereka di ranjang.
-end for this chapter-
hai!
ini pertama kalinya bikin bxb dan langsung nc dong huhu maafkan diriku guys:(
YOU ARE READING
🔞NCT random oneshots🔞
Fanfictionperlu diingat cerita ini mengandung unsur 🔞, jangan sembarangan report karena bikin cerita gak semudah menggali upil🙂
