Renjun tak akan pernah menyangka dapat berada diposisi seperti sekarang, yang dirinya tau ia hanyalah seorang pegawai salah satu perusahaan travel terkenal di kotanya dan terkadang menjadi pemandu disela-sela kesehariannya.
Gaun putih berenda rendah yang dikenakannya sebagai sandang untuk pemberkatannya tadi pagi sudah tercecer tidak karuan dilantai kamar yang temaram, terlihat lekuk seseorang dengan geraman rendah terus menciumi leher jenjang milik sang wanita, Renjun wanita tersebut hanya mampu mendongak memberi akses lebih banyak pada sang pria diatasnya. "Pelan-pelan" bisik Renjun pelan saat sang pria menambah tempo tusukan pada lapisan sutra surgawi milik Renjun yang menggapit panas selatannya.
"Aku tak ingin berhenti, kenapa kau begitu nikmat." bukannya mendengarkan perkataan Renjun, pria tersebut malah meracau betapa nikmatnya cengkaraman Renjun dibawah sana. "Astaga, Jaemin pelan-pelan kau membuatku kesakitan" menarik belah bibir Renjun yang sudah membekak untuk ditawan oleh Jaemin-Na Jaemin- yang memegang kuasa pada tubuh Renjun dan menghentakkan dengan kuat dan cepat untuk mengejar klimaksnya.
"Bersama sayang." Jaemin dapat merasakan kalau Renjun mendekati klimaks miliknya dan Jaemin menambahkan tusukan untuk menuju kenikmatan bersama. Tubuh Renjun bergetar merasakan hangat dari sperma Jaemin yang berlomba-lomba memenuhi rahimnya. Nafas keduanya terengah-engah, Renjun membelai halus dahi yang dipenuhi keringat tersebut.
"Kau tidak akan berfikir ini berakhirkan sayang, malam masih panjang dan aku tak ingin berhenti begitu saja." Renjun hanya pasrah saat Jaemin membalikan posisi dirinya berada diatas, dan Jaemin mulai duduk dan menarik turun pinggang Renjun. Dan hanya erangan dan desahan yang menggema dari kedua pasangan tersebut hingga pagi menjalang, Renjun sudah tidak tau berapa kali dirinya dan Jaemin mengalami pelepasan yang sempurna dan indah, yang Renjun tau rahimnya benar-benar penuh dengan semua sperma Jaemin yang meluber sampai menuruni pahanya.
****
Renjun mengucek matanya pelan, seluruh tubuhnya benar-benar sakit bukan main matanya melirik Jaemin yang tertidur pulas dengan memeluk pinggang rampingnya, dengan cepat melihat jam melaui ponsel dinakas 'pukul dua belas siang' Renjun hanya mampu ngehela nafas dan turun dengan perlahan setelah melepas lengan Jaemin tentunya.
Bagian kewanitaannya sangat perih luar biasa, dirinya membersihkan diri dengan cepat dan keluar kamar mandi dalam keadaan segar, dengan dress mint sepanjang lutut dan lengan pendeknya membuat Renjun begitu cantik dan menawan. Membersihkan kekacauan bekas semalam, setelah itu Renjun menarik selimut untuk menutupi tubuh Jaemin yang Renjun yakin sedang telanjang bulat disana.
Menuruni tangga dan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan yang menjadi makan siang bagi mereka berdua melihat matahari sudah berada diatas kepala.
***
"Astaga, sejak kapan berdiri disana?" Renjun cukup terkejut melihat jaemin berdiri didepan pintu dapur dengan keadaan yang sudah segar dengan kaos hitam dan celana jeans hitam miliknya.
"Aku lapar." dengan memeluk Renjun dan mulai menciumi leher Renjun "Bisakah kau duduk jika lapar, kenapa malah menjilati leherku." Renjun benar-benar risih Jaemin tidak hanya menjilat tapi juga menggigit dan menambah ruam merah kebiruan dileher miliknya.
"Aku ingin dirimu." Renjun menoleh tidak percaya dirinya tidak ingat seberapa kuatnya Jaemin menyetubuhinya hingga pagi menjelang dan sekarang dirinya mengingkan lagi.
Sebelum Renjun sempat memprotes, Jaemin sudah memasukinya dengan keras bahkan Renjun tidak tau kalau dirinya sudah berbaring dimeja makan dengan pakaian yang sudah awut-awutan.
Yang Renjun ingat dirinya dan Jaemin baru makan pukul lima sore dan Renjun sudah terlelap tanpa harus mengetahui bagaimana kerasnya Jaemin menahan gairahnya yang menggebu-gebu hanya dengan melihat Renjun terlelap, dirinya hanya berusaha tertidur dan menahan betapa sakitnya gairahnya yang tak tersampaikan melihat betapa lelah dan pucatnya renjun.
***
Selama seminggu Renjun menerima cuti dari perusahaan tempatnya bekerja, dan selama itu pula dirinya tidak tau bagaimana rasanya berpakian dan makan dengan normal karena Jaemin akan terus menawannya hingga dirinya bahkan tidak sanggup untuk bangun dari ranjang milik mereka dan mereka selalu berakhir dena memesan makanan dan memakan dikamar lalu diteruskan dengan pergulatan panas hingga pagi menjelang.
Dan Renjun sangat bersyukur, pagi ini dirinya harus mulai masuk kerja kembali dan Jaemin tentu saja harus mulai bekerja sudah sangat lama Jaemin cuti dan semua kertas yang menumpuk di ruangan miliknya butuh persetujuan darinya.
Jaemin merasa terusik saat pipinya ditepuk pelan yang kelamaan menjadi sangat keras "Astaga sampai kapan kau akan tidur, Na Jaemin-ssi tolong cepat bangun anda harus segera pergi bekerja dan aku juga harus masuk kerja." Renjun jengkel karena sudah nyaris pukul tujuh pagi dan Jaemin tak kunjung bangun.
"wae?" suara orang baru bangun tidur itu membuat Renjun mengucap syukur, "cepat bangun kau mulai masuk kerja kan? Sarapan sudah siap akan ku pilihkan jas milikmu." Setelah mengatakan itu Renjun sudah menghilang diatara kabinet-kabinet pakaian milik Jaemin.
***
"Kau akan bekerja?" Renjun menoleh dan hanya anggukan yang dapat dirinya jawab mulutnya penuh dengan sandwich dada ayam, dan seharusnya Jaemin tidak bertanya kalau penampilan Renjun sudah menjelaskan segalanya kemeja putih dan celana kantor dengan jas yang disampirkan dikursi, dan pula Renjun harus masuk pukul delapan dan langsung turun kelapanang karena dirinya medapatkan tawaran untuk memandu wisatawan hari ini.
"Mungkin akan pulang agak telat, tiba-tiba atasan ku memberitahu kalau harus memandu wisatawan hari ini." Jaemin tercenung, rencananya untuk menawan Renjun malam ini gagal sudah.
"Pulang pukul berapa?" Jaemin mencoba mengatur ulang rencananya untuk melihat pukul berapa Renjun pulang nanti malam. "Ku rasa pukul delapan atau sembilan, kenapa?" Renjun terlonjak saat Jaemin melemparkan gelas kopinya.
"Baiklah mari kita lakukan sekarang, aku tak akan bisa menunggu hingga jam delapan malam." Renjun kaget dan "Astaga jangan bilang? Tidak aku akan terlambat, kumohon." Jaemin tidak perduli dan langsung mengejar pelepasan mereka berdua, yang Renjun tau dirinya terlambat dan nyaris mendapat amukan sang boss akan tetapi melihat siapa yang mengantar Renjun membuatnya bungkam dan membiarkan Renjun mengecek nama-nama tamu miliknya yang harus dipandu hari ini dan sebuah ciuman singkat namu manis dari Jaemin pada belahan bibirnya.
"I love you, karena aku sangat mencintaimu gairah ku hanya tertuju padamu sayang. Telfon aku saat akan pulang." Jaemin membisikkan kata-kata manis yang membuat Renjun tersipu dirinya tau ada ungkapan vulgar disana tapi wajahnya memerah malu saat Jaemin kembali menciumnya dengan begitu kuat dalam dan sangat lama.
TBC/END
ESTÁS LEYENDO
Beautifull Time
De Todo"Aku tak akan pernah menolak siapa dirimu, perjodohan ini memberikanku waktu yang berharga bersama mu" Na Jaemin "Aku begitu mencintai pekerjaan ini seperti akun mencintaimu, saat kau bilang itu Aku sangat sakit dan berharap tetapi Aku mendapatkan h...
