Part 1 (Kopi pahit)

12 0 1
                                        

Ranveer Alexander Arora dan Mauli Daniar Arora, adalah pasangan yang sudah 7 tahun menikah namun belum juga di karunia momongan. Padahal, berbagai usaha telah dikukan oleh keduanya.

" hanya ada satu cara, agar kita bisa memiliki momongan, ranveer. " ucap Mauli ketika mereka sedang makan siang bersama.
" apa? "
" Kau harus mencari wanita, yang bersedia menikah kontrak denganmu!! " Celetuk Mauli gamang.
Mendengar ucapan Mauli, membuat Ranveer tersendak.
" apa kau sudah gila, Mauli?!! " ucap Ranveer marah.
"Mauli meraih tangan Ranveer, mengelusnya dengan lembut.
" Setelah wanita itu hamil dan melahirkan anakmu, kau bisa menceraikan wanita itu dan kita akan memberikannya sejumlah uang padanya.  Mauli melanjutkan ucapannya.
" apa ada wanita seperti itu di dunia, ini? Hah!! Tidak ada, Mauli!! Meskipun kita membayarnya dengan mahal sekalipun!! " Sela Ranveer menatap tajam isterinya yang telah memberinya ide gila.
" tapi hanya itu yang jalan satu** nya sekarang, Ranveer!! " Lirih Mauli menunduk, ketika Ranveer semakin menjauh, meninggalkannya yang mulai terisak. Mauli sadar, suaminya pasti sudah menganggapnya sudah kehilangan akal sekarang.

÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Ranveer memukul stir kemudinya, mengingat kembali perkataan isterinya itu.
" Ide gila!! Aku tidak mungkin menikah dan berhubungan dengan wanita lain!!! " ucap Ranveer mencengkeram kuat setir mobil. Hawa panas semakin terasa, apalagi di tambah jalanan sangatlah macet.
" arrggh dasar fu*k!! " umpat Ranveer semakin geram.

. . . .
3 hari setelah memikirkan perkataan Mauli, Ranveer juga merasa hanya dengan cara itu mereka berdua bisa memiliki seorang anak.

.
Saat ini, Ranveer tengah berada di rooftop rumah sakit.
Dia duduk sambil memakan semangkuk mie ayam, yang sudah ia pesan sebelumnya.
Tapi...
Matanya kemudian melirik seorang perempuan berbaju khas susster, yang nampak murung.
" Kau baik baik saja, suss. Ishani? " tegur Ranveer menghampiri susster bernama Ishani.
" eee dokter Ranveer!! Saya baik baik saja kok! Emang kenapa? " bukannya menjawab, Ishani justru balik tanya.
" aku melihatmu murung sejak pagi ini, apa kau sedang ada masalah? Kau bisa bercerita padaku, siapa tahu aku bisa membantumu. " Ujar Ranveer menawarkan diri.

Terdengar helaan nafas dari Ishani, sebelum menatap Ranveet sekilas.
" Ibu masuk ke rumah sakit, semalam! Dan Dokter mengatakan, Ibu harus segera di operasi karena ginjal ibu yang tidak berfungsi dengan baik! Jika tidak, nyawa ibu akan jadi taruhannya. " Ishani mulai bercerita, mata itu terpejam untuk menahan tangisanya.
" Lalu, apa yang akan kau lakukan untuk kesembuhan ibumu itu? " Entah kenapa, tapi Ranveer penasaran di buatnya.
" Aku akan lakukan apapun, untuk kesembuhan Ibuku, dokter! " jawab Ishani ada kepedihan, didalamnya.
.
Senyum terutas di bibir Ranveer, setelah mendengar jawaban dari Ishani.
" aku punya solusi dari permasalahnmu itu!! Asalkan kau ikuti permintaanku!! " ujar Ranveer tegas.
Ishani mengernyit, menatap Ranveer bingung.

" Aku akan membantumu membayar biaya pengobatan ibumu, asalkan kau juga membantuku!! " Ujar Ranveer tersenyum miring.
" bantuan seperti apa itu, dokter? " tanya ishani mulai sedikit menaruh harapan.
" Temui aku di restoran *** nanti malam pukul 07.00! Aku akan menjelaskannya nanti. " Setelah mengatakan itu, Ranveer pun pergi meninggalkan Ishani.

. . .
Restoran ****
Ishani merasa canggung, duduk di antara Ranveer dan juga isterinya, Mauli.
" Baiklah Ishani, kau rileks saja! Kami tidak akan membunuhmu, kok!! " ucap Mauli sadar akan ketegangan yang Ishani alami saat ini.
Ishani membalasnya dengan senyum tipis.

Ranveer menghela nafas, entah kenapa perasaannya tiba tiba ragu mengajak Ishani datang menemui mereka.

" Aku ingin kau menjadi ibu dari anak suamiku! " Ujar Mauli tanpa basa basi setelah terdiam untuk sejenak.
Ishani masih tidak faham dengan apa yang Mauli katakan.
" Aku menginginkan kau melahirkan keturunan dari Ranveer!! Kau mengandung anak Ranveer tapi tanpa ada pernikahan di antara kalian berdua!! " Lanjut Mauli menjelaskan kalimatnya lebih lanjut. Ishani tentu saja terkejut, mendengar hal itu.
" Apa kau menganggapku sebagai wanita murahan, dokter Ranveer? Aku memang sedang membutuhkan banyak uang, tapi aku tidak akan melakukan hal yang Dokter Mauli katakan, hanya untuk mendapatkan uang!! Tidak akan!! " Tolak Ishani tegas dengan tatapan marah bercampur kecewa kepada sepasang suami isteri tersebut.

.
Mauli menatap Ranveer sesaat, sebelum mencekal tangan Ishani yang akan beranjak meninggalkan mereka.
" Kau jangan egois, Ishani!! Ingatlah kondisi ibumu!! Jika ibumu tidak segera di operasi, beliau bisa meninggal karena ginjalnya yang semakin melemah tiap detiknya. " Mauli kembali mengingatkan Ishani akan keadaan sang ibu.

" Kami akan membayarmu mahal, jika kau bersedia!! Ingatlah, tanpa ada pernikahan! Kau tenang saja, urusan kita selesai setelah bayi itu berada dalam gendongan kami!! " Ucap Mauli sambil menyerahkan surat perjanjian itu kepada Ishani.

Karena tak punya pilihan lain, Ishani akhirnya menerima tawaran tersebut, tapi sebelum dia tanda tangan.

" Aku juga mengajukan beberapa syarat pada kalian!! " Ucap Ishani memandang mereka berdua.

" Syarat seperti apa? " sahut Ranveer menatap Ishani serius.
" Aku tidak ingin tinggal serumah dengan Dr. Mauli! Aku tidak ingin ibuku sampai mengetahuinya!! Dan terakhir, uang bayaran ku nanti, kalian bayarkan sebagai biaya pengobatan ibuku!! "
" Hanya itu saja? " Mauli memotong perkataan Ishani.
" Aku meminta uang DP untuk biaya cuci darah ibuku, besok!! Kalian bisa memberikannya?! " Ishani melanjutkan kalimatnya.
.
" Baiklah, kami setuju. " Setelah semua sepakat, Ishani kemudian menandatangani surat perjanjian tersebut, walau hatinya menolak hal itu.

.
Ranveer telah meneransfer uang yang Ishani minta ke rekening pribadi Ishani. Dan dengan uang itu, Ishani segera membayarkannya ke Rumah Sakit.

Seusai memastikan ibunya telah cuci darah, Ishani pun pergi ke rumah Arora bersama dengan Ranveer.

" Untuk apa kau mengajakku ke rumah? " tanya Ishani ketika mereka sudah sampai di rumah Ranveer.
" Mauli ingin menemuimu, sebelum kita ke apartement milikku!! " Jawab Ranveer dingin.

.
Benar saja, mauli telah menyambut kedatangan mereka di ruang tamu dengan senyum di wajahnya.
" Mari duduk. " Ujar Mauli berbasa basi.

Ranveer duduk di antara mereka berdua, Mauli dan juga Ishani.
" Ekhem jadi gini, selama kontrak ini berlangsung! Kau tidak masalahkan, jika aku maupun Ranveer sedikit memperhatikanmu? Maksudku dalam menjaga pola makanmu dan aktifitasmu! Karena... "
" Aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh, dan aku bisa menjaga bayi kalian selama dia ada di rahimku nanti!! Dan selama itu pula, aku pasti akan menjaganya dengan sebaik mungkin!! " Ishani dengan cepat memotong kalimat Mauli.
" bagus!! Jika begitu, mulai hari ini kau harus tinggal bersama dengan Ranveer!! " Ujar Mauli tegas.
Ishani mengangguk, lalu mengikuti langkah Ranveer yang pergi meninggalkan Rumah.

Malam harinya...
Rasanya memang sangat canggung, tinggal seatap bersama pria yang bukan suami sendiri, apalagi pria itu suami orang.
" Kau tenang saja, aku jamin tidak akan ada orang yang berani menyakiti/mengatakan hal buruk, padamu!! "
" Kau bisa mengatakan hal itu dengan mudah, lalu dengan cara apa kau menutup mulut nyinyir orang tentangku nanti? Hah!! Sedangkan kita tidak memiliki status apapun, selain aku menjadi wanita simpananmu tidak lebih!! " Kata Ishani tajam.
" apa maksudmu? " Balas Ranveer tak suka.
" Berhubungan dan mengandung anakmu di luar pernikahan, apa itu tidak di maksud wanita murahan!! Hanya wanita murahan yang bisa melakukan hal itu!! Andaikata aku tidak terdesak kebutuhan biaya pengobatan ibu, aku tidak akan sudi menerimanya!! " Oceh Ishani panjang lebar.

Ranveer meraih kepala Ishani dan membungkam bibir itu, dengan cara mencium dan melumat ranum bibir Ishani.
" Mmmmmm " ronta Ishani kaget.
Setelah cukup lama, Ranveer melepas ciuman tersebut.
" Aku akan menikahimu, dengan izin atau tanpa izin Mauli!! " Ujar Ranveer tegas.

.
.
Ranveer membawa Ishani ke sebuah kuil, dan disana sudah ada pendeta sebagai saksi pernikahan mereka berdua.
" Kau serius? Lalu, bagaimana jika Dr. Mauli tahu nanti? " Tanya Ishani pelan menatap sayu Ranveer.
" Aku yang akan menghadapinya, nanti! Dan selama kita bersama, kau sudah memiliki status sebagai isteriku!! " Jawab Ranveer tegas lalu menggenggam tangan Ishani untuk menghampiri pendeta tersebut.

Ritual pernikahan selesai, Ranveer resmi mempersunting Ishani sebagai isterinya. Walau Mauli sudah melarangnya, tapi dirinya tak tega dengan kemungkinan terburuk yang akan menimpa gadis malang itu nanti.

. . .
Bersambung
Next part 2
Cerita ini hanya akan sampai part 10, tidak lebih.
.

. . .

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 27, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

BADAI CINTAStories to obsess over. Discover now