°01

49 2 0
                                        

"Kau tidak boleh menggunakannya!" Jungkook mendengar suara teriakan ibunya dengan sangat jelas seakan ibunya berteriak di telinganya menggunakan pengeras suara.

"Kenapa tidak boleh, bu?" Anaknya bertanya dengan penuh heran.

Perempuan yang sangat Jungkook sayangi (Jeon Mina) tidak membalas pertanyaannya. Ia merajuk lalu merangkul lengan lemah itu.

"Bukannya ibu melarangmu, nak. Hanya saja-" ibunya terdiam beberapa detik meresapi nasib yang akan menimpa anak bungsunya nanti.

"Hanya saja kenapa bu?"

"Belum saatnya kamu menggunakan kekuatan itu, nak. Ibu khawatir karena kamu belum cukup dewasa." Jelas ibunya sambil merapikan lipatan celemek yang menempel dipinggangnya.

"Aku lelah, bu." Jungkook menundukkan kepala dan melepaskan rangkulannya, lalu pergi meninggalkan ibunya seorang diri.

Semilir angin sore yang begitu menyejukkan tapi tidak untuk Jeon Jungkook. Perkataan ibunya terus menari-nari dalam pikirannya. Berbagai pertanyaan selalu muncul disaat seperti ini, bagaimana ia bisa terlahir berbeda? Mengapa ibunya melarangnya menggunakan kekuatan yang sudah Tuhan berikan? Jika saja Magic Shop itu benar-benar ada, tentu saja dengan senang hati ia akan menukarkan kekuatannya.

Jeon Jungkook putra bungsu dari Jeon Shi Hyuk dan Jeon Mina, mewarisi segala apa yang ada pada orangtuanya. Terlahir dari darah campuran manusia dan bangsa vampir.

***


Dalam hati kecilnya Jungkook ingin terlahir seperti manusia biasa tanpa ada satu pun keistimewaan yang melekat pada dirinya. Gusar jika sudah berdebat dengan sang ibu, belum lagi pertanyaan yang selalu ia lontarkan tidak pernah sekali pun mendapatkan jawaban. Ia hanya tahu bahwa dirinya terlahir istimewa, itu saja.

"Sial! Aku ada jam kelas orientasi objek dengan profesor Namjoon" mulutnya tidak berhenti mengumpat.

Dengan langkah seribu, Jungkook membawa ransel, laptop dan juga beberapa buku yang ia masukkan di dalam tas.

Menuruni tangga dengan langkah tergesa-gesa, tak sedikit pun kedua matanya melirik sang ibu yang sedang berada di dapur.

"JUNGKOOK!!!" Lengkingan yang luar biasa mengganggu indra pendengaran bagi siapa pun yang mendengarnya. "Setidaknya makanlah dulu, nak!" Sambung sang ibu dan tentu saja diabaikan oleh Jungkook.

Sepuluh menit sudah Jungkook menunggu bus. Gigi kelincinya tak berhenti mengatup. Kakinya menendang halus udara dengan sesekali memutarkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.

'Ishhh lama sekali'

Akhirnya kesabaran Jungkook terbayarkan dengan kedatangan bus yang sudah ada di depan mata. Gigi kelincinya terlihat kembali betapa senang perasaannya saat ini. Pintu bus mulai terbuka dan-

Bughh

"Awww!" Salah satu bahunya harus merasakan nyeri ketika entah siapa yang sudah berani menabraknya. Jungkook terdiam sesaat ingin teriak namun segera ia urungkan.

Jungkook tidak peduli, yang ia pedulikan sekarang adalah agar tidak telat dalam mata kuliah profesor Namjoon.

Di dalam bus Jungkook hanya menggantungkan lengannya pada salah satu pengangan lingkaran agar tubuhnya tidak terjatuh. Tempat duduk penumpang sudah penuh. Bulu kuduknya meremang merasakan sesuatu yang ganjil seperti ada yang memperhatikannya, tapi entah siapa Jungkook masih belum mengetahuinya.

***

Jungkook kembali menambah kecepatan langkahnya menaiki tangga dan menelusuri koridor kampus. Sempat berhenti, ketika pandangannya menatap kakak tingkat lebih dua semester darinya. Postur tubuhnya yang tegap dengan dagu lancip menambah aksen ketampanan disana.

'Heosok, hyung' gumamnya dalam hati. Ia melanjutkan kembali perjalannya benar-benar sampai di depan pintu kelasnya.

Fiuhhhhh

Syukurnya dalam hati disaat meja dosen masih terlihat kosong. "Kooki-yah!" Sapa salah satu pria bermimik datar.

"Oh- Yonggi, hyung."

Tidak butuh lama profesor Namjoon memasuki ruangan. "Selamat siang, anak-anak!"

Para mahasiswa/i menjawab bersamaan "siang, pak."

"Ah- sebelum memulai mata kuliah aku akan memerkenalkan salah satu mahasiswa baru di semester ini. Silahkan masuk Taehyung-Ssi!" Profesor Namjoon mempersilahkan mahasiswa baru itu untuk memperkenalkan diri.

Tubuh tegap dada yang bidang muka tampan rahang tegas hidung mancung, benar-benar menyedot seluruh atensi mahasiswa lain.

"Halo, semuanya! Namaku Kim Taehyung. Senang bertemu dengan kalian semua." 

"Heol, perkenalan yang singkat sekali" celetuk salah satu mahasiswa bernama Jennie.

"Baiklah. Jika kalian ingin tahu lebih dalam tentang Taehyung, kalian bisa menanyakannya nanti setelah mata kuliahku usai. Dan kau- duduklah di samping Jungkook."







Tbc

Maafkan author ini yang suka ga jelas update cerita dan menggantugkan perasaan kalian. Diriku lagi masa penugsan akhir di kampus. Jadi harap maklum teman

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Jul 20, 2019 ⏰

¡Añade esta historia a tu Biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

I Fell In Love With The Devil (KTH×JJK) Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora