Grain Star

4 0 0
                                        

Ketika daun sedang bertaburan, saat itulah Sahar menetap dengan penuh harapan, dalam hati dia selalu berdoa agar mimpi dapat dikabulkan menjadi kenyataan, saat senja hilang dari peradaban saat itulah lantunan doa mulai di ucapkan, Sahar ingin  menjadi salah satu butir bintang yang dapat bersinar di angkasawan, bersinar dengan keindahan dan memberikan sejuta senyuman ke semua orang. Setiap pagi ketika bintang Najmu sahar bersinar di ujung timur, saat itulah Sahar bersujud kepada sang pemberi harapan, agar mimpi yang dia inginkan dapat dikabulkan, tetes demi tetes air mata dia jatuhkan berdoa dengan penuh keinginan agar mimpi yang dia dambakan dapat dikabulkan.
Sahar selalu percaya bahwa doa adalah pintu cahaya untuk mewujudkan mimpi yang dia dambakan dapat menjadi kenyataan.
Pagi saat cahaya fajar singgah diujung peradaban saat itulah Sahar dan simbok melangkah menuju sawah tempat untuk mencari nafkah. Dalam perjalanan menuju sawah Sahar dan simbok melangkah dengan penuh kesenangan, canda dan tawa menghiasi perjalan mereka dan tak terasa tibalah mereka di sawah tercinta.
Suara burung menjadi penghibur mereka saat menggarap sawah milik pak Sutrisno salah satu tetangga yang percaya kepada keluarga simbok Nurbaya untuk menggarap sawahnya.
Burung- burung kecil juga menjadi virus yang Sahar untuk memetik gitar nya dan menyanyikan lagu untuk simbok tercinta. Petikan gitar mulai dilantunkan dan suara indah pun mulai dinyanyikan, sepatah lagu yang Sahar nyanyikan mampu menjadi obat penghibur simbok dalam bekerja di sawah milik pak Sutrisno.
Sahar selalu menyanyikan lagu kejora milik Lesti dengan penuh penghayatan dan pendalaman. Di sebalah sawah tempat dia beristirahat terlihat ada seseorang yang mendengar suaranya " har, suara kamu bagus, cocok sekali jadi artis " kata pak Jamal, " ah, paman ngacok deh, orang suara Sahar pas- pasan apa bisa jadi artis kayak di tv " sahut Sahar, mendengar pembicaraan mereka berdua simbokpun mulai angkat bicara " simbok percaya bahwa suatu hari nanti kamu pasti menjadi artis yang handal dan profesional " kata simbok, mendengar ucapan dari simbol Sahar hanya bisa merenung dan berharap dengan penuh harapan agar mimpinya dapat terkabulkan.
Setelah bernyanyi Sahar pun mulai membantu simbolnya untuk menggarap sawah dan bersemangat untuk mengambil tanaman rumput liar yang menggangu perkembangan padi yang di tanamnya.
Tak terasa matahari mulai bersinar dengan penuh ke murkahan sehingga membuat Sahar dan simbok menjadi kepanasan.
Di ujung sawah terdengar suara Fadjar, adiknya Sahar yang membawa  sebuah rantang yang penuh dengan makanan, sampainya fadjar di pondok Sahar pun membuka makanannya dan mulai makan bersama, ketika makan Sahar dan keluarga kecil nya selalu bercerita, Sahar mengungkapkan keinginannya bahwa dia ingin menjadi penyanyi yang handal dan profesional untuk menghibur banyak orang " bok, aku ingin jadi penyanyi lo mbok, biar bisa menghibur banyak orang" kata Sahar, saat mengucapkan itu Fadjar pun menyaut " mbak , gak usah mimpi tinggi - tinggi nanti kalau jatuh sakit lo rasanya " simbok pun mulai menjadi penengah dari pembicaraan mereka " Fadjar dan Sahar, embok hanya bisa berdoa kepada Allah agar mimpi yang kalian inginkan dapat di kabulkan dengan kenyataan " kata simbok

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 16, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Grain Star Stories to obsess over. Discover now