Hello.
Sebelum S3 ini dimulai, bisa komen pengalaman/rasanya baca project oneshot sebelumnya?
Happy Reading^^
________________________________________________________________________________
Mark menoleh kesamping kiri kanannya, saat dia akan memasuki mobilnya. Dia menghela nafasnya dan duduk dijok sebelah manajernya. Dia melirik manajernya yang tampak sepemikiran dengannya. Hanya saja, lelaki disampingnya itu hanya menggedikan bahunya saat dia menatapnya penuh arti.
"Kau tidak bisa menuntut mereka," gumam lelaki itu dan Mark hanya menghela nafasnya mencoba untuk tenang.
Mark mulai mengenal dunia idol sejak dia debut 3 tahun lalu, dan merasa sangat berbeda dengan harapannya. Dia datang dari State dengan kehidupan luar biasa bebas, dan sekarang sangat dibatasi oleh peraturan yang tidak masuk akal-baginya. Dia bahkan tidak bisa berontak saat seseorang selalu menguntitnya hanya untuk lebih dekat dengannya. Dia ingin berteriak marah atau berwajah masam, tapi dia tidak bisa melakukannya.
"Tidurlah, aku akan menjemputmu pukul 7 besok. Tenang saja, mereka tidak akan masuk ke dalam kamarku," manajernya menyeringai saat mengantarkan Mark sampai depan pintu apartemennya.
Mark hanya memutar bola matanya, tampak lelah.
"Mereka akan berurusan dengan hukum kalau mereka berani melakukan kontak fisik denganmu. Istirahatlah," lelaki itu menepuk bahu Mark seraya berbalik saat Mark membuka pintu apartemennya.
Dia sempat menoleh kirinya, melihat koridor kosong apartemennya. Sesosok bayangan yang bersembunyi di belakang tanaman hias sedikit tampak, dan Mark hanya menghelakan nafasnya.
**
Sebelum fansign , tampaknya Mark berargumen dengan manajernya. Dia meminta pindah dari apartemennya sekarang. Tapi lelaki itu tampak bersikeras menolak, karena kemanapun Mark berada, mereka pasti akan menemukannya.
"Dengar. Kau hanya perlu menjaga sikapmu, kau akan aman." Manajernya menepuk kedua bahu Mark.
"Mereka hanya ingin mengenalmu lebih dekat," kata lelaki itu lalu menepuk bahunya sekali lagi, dan memutar badannya seraya sedikit mendorongnya masuk ke dalam venue.
Sorakan wanita dan juga beberapa lelaki terdengar saat Mark masuk ke dalam venue. Dia memasang senyumannya-tidak palsu. Dia sangat berterimakasih pada para penggemarnya-selain pengutitnya-karena mereka, dia bisa menggapai impiannya. Dia sangat menghargai mereka yang sangat mendukungnya. Dia bahkan mau melakukan apa saja disetiap event untuk penggemarnya, sebagai imbal balik yang mereka berikan.
"Wah.. terimakasih," Mark tersenyum saat menerima gelang pemberian salah satu penggemarnya dan bersedia untuk dipakaikannya.
"Jadi, kau mau menikah denganku?" kata wanita itu dan Mark tersenyum lebar.
"Kalau aku menikah denganmu, Noona, aku tidak bisa dimiliki lainnya," Mark bergurau sambil menunjuk orang-orang yang duduk menunggu gilirannya.
Wanita itu memasang wajah berpura-pura cemberut sebelum bersalaman dengan Mark dan pergi. Saat seorang pemuda dibelakang wanita itu maju dengan membawa albumnya, Mark tampak mengerjap beberapa kali. Dia tersenyum pada pemuda itu dan meminta albumnya. Mereka berbicara sedikit sambil membuka halaman album.
"Siapa namamu?" tanya Mark sambil mencari lembaran untuk ditandatanganinya.
"Jackson. Wang Jackson," ucap lelaki itu.
