Chapter 1 : Ayah Dan Anak

2 0 0
                                        

One Last Hero : One Hiro
_______________________________________

Dipagi hari yang begitu sunyi di pingiran sungai yang jernih hanya suara deru arus air yang menerpa bebatuan dan diiringi suara kicau burung burung di atas pepohonan,tak jauh dari pinggiran sungai tersebut terlihat seorang bocah yang keluar dari gubuk kecil.
Kemudian bocah tersebut berjalan menuju ke Pinggiran sungai meski jalannya terhuyung - huyung mungkin ini masih pagi dan rasa kantuk pun masih menemani sibocah tersebut,disalah satu tangannya memegang sebuah bambu.

Setelah mencapai sungai tersebut,si bocah kemudian Membasuh wajahnya yang kelihatan masih menyimpan rasa kantuk. Perlahan lahan setelah membasuh wajahnya kemudian dia meraih bambu yang ia letakkan tak jauh dari sampingnya.
Dengan bambu tersebut ia mengambil air, setelah bambu terisi penuh bocah tersebut kembali ke gubuk ,setelah sampai didepan pintu gubuk tersebut ada seseorang lagi,kali ini tidak terlihat seperti seorang bocah,dia terlihat seperti pria dewasa.
Berdiri didepan pintu gubuk,lalu terlihat seperti menghalagi jalan bocah tersebut, tanpa meminta dari sibocah kemudian dia meraih bambu yang berisi air itu ditangan sibocah tersebut.

" ayo masuk kedalam nak,cuaca masih dingin meskipun dipagi hari ini cuaca akan cerah tapi ditempat seperti ini dekat dengan aliran sungai apa lagi dibelakang rumah kita,semuanya dipenuhi pepohonan jadi cahaya matahari belum mampu menghangatkan badan..untuk bergerak..tunggulah matahari pagi agak terang barulah kita keluar..!!" ujar pria tersebut kepada sibocah yang sudah berada didalam gubuk tersebut sebelum si pria tersebut menyelesaikan kata katanya.

"Baiklah Ayah..O..iiya apa kita hari ini akan berpindah tempat untuk mencari Kayu bakar,soalnya tempat yang kemarin Ranting Keringnya sudah tidak bisa dibilang banyak..?" tanya sibocah kepada pria tersebut yang ternyata adalah ayahnya.

"...Mmm..ayah rasa ..kita tidak perlu berpindah tempat,dilokasi kita yang kemarin kita masih bisa mencari ranting kecil yang masih tersisa ditempat itu..mungkin se ikat atau dua ikat kayu bakar masih mencukupi dilokasi itu..!!" balasnya kepada anaknya yang terlihat memperhatikan perkataan ayahnya tersebut.

Setelah Cahaya matahari perlahan mulai menembus pepohonan menyinari beberapa bagian gubuk tersebut dan akhirnya merekapun pergi dilokasi yang telah mereka sepakati pagi tadi untuk mencari ranting kayu yang sudah kering dijadikan kayu bakar.

Kayu bakar yang mereka kumpulkan akan dibawa menuju ibu kota kerajaan kemudian di sana sudah ada pengepul kayu yang bersedia membayar kayu bakar tersebut meskipun terbilang sangat murah, namun untuk bertahan hidup ayah dan anak tesebut rela melakukan pekerjaan yang tidak bisa dibilang sepadan dengan hasil tersebut.


" huh..( sambil menghela nafas kemudian si ayah pun duduk )...ayah rasa cukup segini saja..!! sambil meraih bambu yang berisi air minum si ayah mulai meneguk.

"...apa bisa kita menambahnya lagi dengan mencari ditempat yang lain yang tak jauh disekitar sini ..??" tanya si anak yang tengah mengambil beberapa ranting kayu.

sejenak setelah selesai meminum air kemudian meletakan bambu yang berisi air tersebut lalu si ayah melihat ranting kayu yang sudah terkumpul.

"...ayah rasa tidak perlu.. sebanyak itu..(kemudian si ayah menujukan expresi murung diwajahnya seolah ada beban yang tengah bermain dipikirannya)...maaf nak.. jika kita menambah banyaknya kayu bakar,kemungkinan kamu takan sanggup membawanya ke ibu kota..!! sambil meremas kedua gengammya dengan erat.

" ayah tidak perlu khawatir tentang itu..aku bisa perlahan lahan membawa kayu bakar ini jika aku lelah aku akan beristirahat sejenak kemudian melanjutkan perjalanan lagi..begitu seterusnya meskipun agak lama sampai ke ibu kota tapi, jika aku berjalan sebelum matahari terbit esok pagi...enghh..aku rasa aku akan tiba di ibukota setelah matahari pas di atas kepalaku..jadi jika aku tidak terlalu lama di ibu kota,pulang setelah menghantar kayu bakar dan membeli beras berarti,aku akan sampai kembali kerumah tepat setelah matahari mulai terbenam...!!! dengan nada yang bersemangat si anak itu menujukkan prediksi dan semangatnya.

"...jika itu yang kamu inginkan ayah akan membantumu..tapi kemungkinannya ayah tidak akan ikut bersamamu masuk ke ibukota langsung.. ayah akan menunggumu diluar ibukota...karna,suatu alasan...!! meskipun senyuman si ayah terasa berat namun,dia tidak tega melihat anaknya memikul beban yang berat dalam perjalanan yang bisa dibilang cukup jauh.

" hmm..yah..?? tanya si anak.

" baiklah..ayo ikat ranting kayu yang belum terikat itu..(sambil menuju ketumpukan kayu yang sudah tersusun rapi namun belum terikat)..setelah ini kita pulang
..!!" ujar si ayah.

"..a..ayah..maaf sebelummya,selama ini,aku belum pernah tahu dan tidak pernah diberi tahu,kenapa...?, dan apa..?..alasan ayah tidak pernah bercerita tentang..,ayah yg tidak ingin menginjakkan kaki di ibukota?..!!"..si anak itu menghadap ayahnya yang tengah mengikat ranting kayu bakar tanpa menoleh ke anaknya dia terus fokus mengencangkan tali pengikatnya seakan akan tidak mendengar ocehan anaknya.

"Se..tiap bertanya akan hal itu,ayah selalu berpura2 tidak mendengarnya..??... si anak agak terlihat emosi.

" bawa ini..(sambil memberikan bambu berisi air dan golok kepada anaknya)..biar ayah yang memikul kayu ini..!!..si ayah pun mulai memanggul kayu bakar tersebut tanpa membalas pertanyaan anaknya.

Ditengah perjalanan menuju ke gubuk ,mereka hanya terdiam membisu seakan2 fokus pada alur jalan setapak yang mereka jalani yang terdengar hanya suara langkah kaki mereka.

" Baiklah...ayah rasa cukup sampai disini...!!!" si ayah berkata memecah keheningan jalan.

" Sampai disini..!!..apa ayah lelah jika lelah aku gantikan!!?" si anak berhenti sejenak.

"hemm..bukan itu maksud ayah,...ya..baiklah...cukup sampai disini,.ayah menyimpan kebenaran cerita pengasingan kita ini."

" asalkan kamu mau berjanji satu syarat pada ayah dan tak menyimpan apapun dihati dan pikiranmu setelah ayah menceritakan semua ini padamu." lanjut si ayah.

" Baiklah...aku berjanji pada ayah..tidak menyimpan apapun!! kalo begitu dimulai dari mana yang ayah harus ceritakan padaku cerita pengasingan kita ini"...tanya si anak.

" Mungkin di mulai dari kita mencari lauk dulu baru ayah ceritakan..kamu pasti sudah kelaparan bukan..? " jadi lebih baik kita isi perut dulu baru nanti malam ayah akan ceritakan"ujar si ayah.

" baiklah yah..!!

kemudian mereka melanjutkan perjalanan yang sempat terhenti..

One Last Hero : One Hiro

______________________________________Bersambung bagian 2

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

______________________________________
Bersambung bagian 2

One Last Hero : One Hiro Where stories live. Discover now