Video di atas sebagai pelengkap aja. Kuy langsung baca!!!
"arg..."
Bruk!!
"hahaha rasain lo, dasar kulit pucat!"
"ah vin,gua bosen udah yuk? Besok kita lanjutin"
"oke oke ayo. Bye mata sipit besok kita main lagi ya? Hahaha... Ayo"
Suara langkah kaki yang keluar dari toilet itu menjauh meninggalkan perempuan itu sendirian dengan luka di mana-mana. Dingin di sekitarnya terdapat bercak merah darah yang menjadi saksi bisu atas pembuliannya. Tangan dan pipinya terdapat bekas sayatan cuter yang lumayan dalam. Penampilannya berantakan dan mengerikan dengan darah yang mengalir di tangan dan pipinya juga bajunya yang terkena darah semakin memperburuk keadaannya.
Dia mulai berdiri perlahan dengan tangan yang menahan tubuhnya dengan dinding. Dia berjalan ke depan wastafel, membersihkan darah yang masih mengalir di pipi dan tangannya. Rasanya memang sakit tapi ia harus menahannya agar penampilannya lebih baik karena ia pulang dengan bus.
Setelah di rasa cukup ia melihat pantulan wajahnya yang sudah sangat banyak bekas sayatan. Ia menghela nafas berat dan mulai meninggalkan tempat itu.
Ah ya, namanya Kim Han Yoona. Tapi orang-orang selain keluarga terdekatnya mengenalnya Yoona saja. Tak ada yang tau nama keluarganya itu. Memiliki 2 orang kakak lelaki yang kini tinggal di negeri para Idol kpop. Awalnya ia akan di ajak kakaknya itu tapi ia menolak untuk ikut karena alasan menyelesaikan sekolah SMP-nya di Indonesia.
Kini ia tinggal dengan 2 orang pembantu dan 1 satpam rumahnya. Ya bisa di bilang Yoona adalah anak dari keluarga yang terpandang, tapi Yoona selalu menutupinya demi melindunginya. Kasus pembuliannya ini? Tidak ada yang tau kecuali pekerja di rumahnya.
Sekarang sudah pukul 5 sore,padahal ia pulang sekolah jam 3 tadi. Ya kira-kira 1 jam setengah dia di bully. Tak lama sebuah bus berhenti, Yoona langsung saja masuk ke dalam bus itu dan kendaraan itu mulai menyusuri jalanan.
Dari halte itu ke persimpangan rumah Yoona butuh waktu 20 menit. Kini Yoona mulai melanjutkan perjalanannya dengan jalan kaki, tak jauh dari persimpangan itu terlihat rumah bercat biru lantai 2 dengan pagar yang tak terlalu tinggi. Seorang satpam membukakan gerbang itu dan sudah tak asing lagi bagi satpam itu dengan wajah Yoona yang akan memiliki luka baru di wajah dan tangannya.
"neng, ayo cepat temui bik sum biar luka ini bik sum yang obati "kata satpam dengan nama pak anto.
" iya pak, nanti Yoona ke bik sum untuk minta obat dengannya,Bapak jangan khawatir. Yoona masuk dulu ya? "
" baik neng "
Yoona meninggalkan pak anto di sana yang masih memperhatikan nya dengan pandangan khawatir. Yoona membuka pintu itu dan langsung ke dapur untuk mencari bik sum.
" bik. Bik sum? Bibik di mana? "
" eh neng? Aduh kok lukanya bertambah sih? Mereka gk capek apa ngebully neng Yoona? "kata pembantu Yoona, atau lebih tepat temannya di rumah ini selain bik sum dan pak anto, bik hani. Umurnya masih 30 tahun, ya masih terbilang muda lah. Dia juga sangat mengenal Yoona.
" sini duduk dulu, biar bibik ambilkan obatnya "
" iya bik" Yoona duduk di kursi meja makan itu.
"neng Yoona? Aduh... Lukanya kok parah gini sih neng? " tanya bik sum. Dia berumur 35 tahun. Dia lah orang yang paling lama bekerja di sini. Jadi dia paling tau tentang keluarga ini. Oh iya yang bertanya mana ayah dan ibu Yoona? Mereka meninggal, kecelakaan pesawat saat akan ke korea. Itu alasan ke-2 kakak Yoona ke korea, mereka yang menggantikan posisi ayah dan ibu Yoona sebagai CEO dari salah satu entertainment di sana, yaitu bighit entertainment.
"gak papa bik, ini gk terlalu parah kok cuma kena sabetan cuter aja"
"gak papa gimana? Ini lumayan dalam loh neng. Mana bik hani? "
" saya di sini, nih obat, perban sama air hangat nya. tahan sedikit ya neng? Bik hani, tolong bersihkan wajahnya ya? "
" iya, tahan ya neng? "
" iya, kansahamnida"
Kedua orang yang membersihkan lukanya itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaan mereka.
Tbc
Hallo😁 akhirnya aku punya semangat untuk bikin fanfik!!! Yuhu....
Reader: padahal banyak fanfik yang belum di selesaikan malah bikin baru¬¬
Ye maap mereka semua aku telantarin dulu karena ya... Gk ada semangat buat lanjutin itu ff. Dan aku janji bakal serius dengan yang ini, janji✋
Dan ya jangan malas baca ni ff ya? Jangan lupa Vote karena satu bintang aja sangat berarti untuk ff ini, bila perlu komen juga ya?
Kansahamnida
