✨P R O L O G

18 5 5
                                        


" Hatiku masih kosong sedari dulu. Sedangkan  kini aku mulai mencintaimu. Jika kamu pun begitu, izinkan aku menaruh namamu dihati yang tlah tersusun rapi, agar dirimu tak dapat pergi berlari kelain hati "

- Arda Aditama Georgia -
_________________________________

Arda Aditama Georgia mempercepat langkah kakinya memasuki Resto Nasi Padang. Jika saja bukan karena paksaan dari Bundanya ia tak sudi harus berhenti mampir hanya untuk membeli Nasi Padang. Melihat cuaca yang tidak bersahabat, hujan rintik demi rintik berjatuhan. Dan ini semakin membuatnya tak sudi harus lari basah-basahan menuju pintu Resto dari parkiran.

Bunda, untung Arda sayang! Batin Arda.

Sesampainya di pintu masuk, dan benar saja pakaian yang Arda kenakan basah. Dengan cepat ia memutuskan untuk mengantri.

Kali ini Tuhan sedang baik padanya. Buktinya ia tak perlu lama-lama mengantri, karena suasana Resto kali ini sedikit senggang. Melihat keadaan jalanan yang masih dibasahi rintik hujan dari langit, membuatnya berpikir 2x lipat. Akankah dia lari basah kuyup ke parkiran atau lama menunggu hujan reda agar tak kedinginan.

Tak banyak pikir, Arda lebih memilih meneduh didepan Resto tersebut. Ia tak kuat jika harus menahan dinginnya air hujan.

Masih banyak orang berlalu lalang dihadapannya. Beruntung sekali mereka membawa payung. Jika saja ia tadi tidak lupa membawa payung, mungkin nasibnya tidak akan begini.

Jika tadi ia masih bisa menahan dingin, tapi kali ini tidak. Ia berjalan masuk kedalam Resto tersebut. Melihat kanan kiri mencari kursi yang masih kosong, namun hasilnya nihil. Hanya ada dua kursi kosong, tetapi kursi didepannya sudah ada dua wanita. Tak mau lama menahan dingin didepan pintu, segera ia berjalan kearah meja tersebut.

"Misi, gue boleh duduk disini?" Tanya Arda tak sadar apa yang barusan ia katakan kepada dua wanita didepannya.

'apa yang gue lakukan?oh tidak! Memohon kepada seorang wanita selain Bunda bukanlah Arda Aditama!' batin Arda.

"Whatt!! Lo Arda kan? Gue ga salah denger? Seorang Arda ngomong lebih dari 3kata? Wahh wahh keajaiban dunia."

Karena dibuat menunggu, gerak cepat Arda duduk.

"Brisik lo" Ucap Arda.

"Siapa Chel? Lo kenal?" Tanya Cinta.

Ya, dua wanita dihadapannya Arda tadi ialah Cinta Drulia Geraldine dan Chelsea Ircinia.

"Siapa yang ngga kenal dia Ta! Manusia es." Jawab Chelsea. Mendengar sahutan Cinta ber-oh ria, kembali ia memainkan ponselnya.

Hening. Tak ada yang memulai pembicaraan. Tak lama...

"Nama lo sapa?" Tanya Arda.

Mendengar suara, Chelsea mendongakkan kepalanya, "lo tanya sama sapa? Gue? Lo kan dah tau nama gue. Oh apa lo tanya ke sebelah gue? Yang didepan gue, seorang Arda Aditama Georgia kan? Lo tanya nama teman gue? Oh my God! Benar-benar keajaiban dunia lagi." Ucap Chelsea panjang kali lipat.

Mengerti dengan ucapan Chelsea, peka Cinta menjawab, "gue Cinta Drulia Geraldine, lo?" Ucap Cinta sambil mengulurkan tangannya.

1 detik...

2 detik...

3 detik...

4 detik...

5 detik...

Karena uluran tangannya tak dibalas pria didepannya, cepat Cinta menurunkan kembali tangannya.

"Lo tanya namanya tapi ngga balas uluran tangannya. Jahat banget si lo." Protes Chelsea.

"Gue jahat? Emang kapan gue baik?" Ucap Arda.

"Ngga usah tanya juga gue tau jawabannya." Jawab Chelsea dengan nada kesal.

Melirik gadis yang sedari tadi diam menunduk, ia mulai angkat bicara lagi...

"Gue antar lo pulang, sebagai tanda baik gue" Ajak Arda.

Terlonjak kaget, "Uhukk uhukkkk..."

"Pelan-pelan Ta kalau minum, jadi tersedak gini kan." Peduli Chelsea.

"Supir gue udah dateng Ta, gue ga bisa ngantar lo. Gue harus ke salon sekarang. Berhubung tadi Arda ngajak lo pulang bareng, gih sono lo pulang sama Arda." Ucap Chelsea lagi.

"Ck. Lo kok gitu si Chel, gue-"

Arda cepat memotong ucapan Cinta, "Lo takut sama gue?"

"Udah udah.. Kali ini gue percaya sama lo Da, tolong antar temen gue ya. Antar dengan selamat tanpa lecet ya Da. Dahhh Cinta, Arda." Ucap Chelsea berlari keluar Resto dengan tangan yang masih melambai.

"Lo mau nginep disini? Ayo!" Ajak Arda kepada Cinta yang masih diam mematung.

Lama memandangi Cinta yang berdiam diri, Arda menarik tangan Cinta keluar Resto menuju parkiran mobil.

***
Hai guys! Aku cuma mau bilang makasih buat yang mau baca ceritaku:)

Gimana guys bahasanya? Maaf ya kalau masih kaku.
Soalnya ini baru cerita pertamaku hehe.

Lanjut Chapter satu yuk!!!

Luka PertamaStories to obsess over. Discover now