T. Eichi [ Unexpected ]

507 36 12
                                        

"(name)-chan tidak apa apa?"

Kau mengangkat kepala dengan malas, coba tersenyum kearah pemuda dengan dengan manik azure yg menatap mu khawatir. "aku baik baik saja Akehoshi-kun. Terimakasih telah bertanya..."

"kau yakin (name)? wajahmu agak pucat? Kami bisa mengantarmu pulang jika mau?" manikmu beralih melirik pemuda bersurai magenta, kali ini kau hanya menggeleng sebagai jawaban.

Mao menghela nafas " ya sudah, kalau begitu kami tinggal ya? Bisa repot kalau Morisawa-senpai ricuh sendiri di gym"

Kemudian dua pemuda itu menghilang di balik pintu kelas yg kosong. Jam pulang sekolah memang sudah berbunyi beberapa menit yg lalu, tapi rasanya kau terlanjur malas bergerak.

Kau menghela nafas lelah mengistirahatkan kembali kepalamu keatas meja bertumpuk berkas, memejamkan mata sejenak. Mengingat kejadian yg menimpamu hari ini.

Hari ini rasanya sangat buruk bagimu, pagi saat berangkat sekolah kau hampir terjebak hujan- andai saja tidak nekat menerobos hujan kau pasti terlambat sampai kesekolah , alhasil rok serta jas sekolahmu jadi agak basah. Dan sekarang hari malah menjadi cerah- terlampau cerah sampai rasanya berada dalam ruangan pun matahari menyengat kulitmu. Apa cuaca selalu tak terduga seperti ini?

"setidaknya ini sudah selesai..." kau beranjak dari kursimu, sedikit merenggangkan tubuh kemudian mengambil tumpukan berkas di atas meja.

"harus cepat keruangan osis" Perlahan kau melangkah hendak melalui pintu kelas.

Brakk!

Kau mengaduh memegang bahumu yg mulai ngilu. Baru saja tertabrak pintu kelas yg diam ditempat dan tidak bersalah. Padahal pintu itu jelas dimatamu kenapa bisa bisanya kau menabrakkan diri?

Kau mengendus ringan-menertawai kecerobohanmu sendiri kemudian lanjut melangkah cepat sambil memperhatikan jalanmu , tidak ingin tertabrak lagi tentunya.

Pikirmu berkelana tak lama, membayangkan kau sudah berada dirumah- di kasur nyamanmu- mengistirahatkan tubuhmu yg seharian diajak beraktivitas. Kemudian ...

Brakk!

Lagi, tapi kali ini kau tertabrak tubuh tak asing. Berkas osis yg tadinya berada dalam dekapanmu kini berserakan di lantai.

"ah, Eichi-senpai maafkan aku... aku melamun tadi" kau melirik singkat pada pemuda bersurai pucat itu memastikan ia baik-baik saja- siapa tahukan tiba-tiba ia batuk dan pingsan karna tertabrak olehmu.

"tak apa (name)-chan" Ia- Eichi-sama yg maha agung tersenyum ramah kearahmu tangannya ikut membereskan kertas kertas yg berserakan didekatnya. "ah.. apa ini mau kau antar ke ruang osis?"

Kau mengangguk singkat, kemudian melirik kearah Eichi yg mengulurkan tangan kearahmu- berniat membantumu bangun dan tentu kau terima dengan senang hati.

"Eichi-senpai sudah mau pulang ya?"

"tidak" jeda sesaat. "aku hanya bosan dan ingin kabur dari Keito."

'Hah?'

Kau terdiam mendengar jawaban absurd nya.

"ngomong-ngomong (name)-chan sakit? Wajahmu pucat sekali..." tangan kanannya meraih wajahmu dengan air muka yg tenang dan menawan bagai pangeran ia menatapmu khawatir, sontak kau mundur selangkah.

"a-aku tidak apa-apa Eichi-senpai"

Sejujurnya, bahumu masih ngilu akibat tertabrak pintu dan kepalamu juga tiba-tiba pusing setelah tidak sengaja tertabrak Eichi tadi lalu sekarang kau yakin wajahmu memerah akibat perlakuan malaikat buangan surga ini padamu. Seharusnya sudah jelas kau tidak baik baik saja.

"...kalau begitu ayo keruang osis bersama" Eichi tetap mengulas senyum ramah seolah tak menyadari rona merah di wajahmu. Namun belum sempat ia berbalik dan melangkah...

Brukk

______


Kau membuka matamu perlahan, secercah cahaya keemasan memenuhi manikmu. Kau mengerjap menatap langit langit ruangan yg tak asing serta bau obat obatan yg lumayan menusuk hidung.

'Ruang kesehatan ya?'

Kemudian coba mengingat kembali kejadian terakhir yg terlintas dipikiranmu.

"(name)-chan sudah sadar~" ucapnya dengan suara kekanakan yg sengaja dibuat buat jelas bertujuan untuk menggodamu.

Mungkin kau tak perlu bertanya lagi dari ucapan Eichi sepertinya kau benar-benar pingsan tadi. Lalu pemuda ini juga yg membawamu keruang kesehatan.

Kau melirik Eichi yg duduk dikursi samping kasur yg kau tiduri, tangan kanannya menopang wajah- maniknya menatapmu teduh.

"(name)-chan pingsan dihadapanku tadi" air mukanya tetap sama meski intonasinya berubah sedikit khawatir. Kemudian ia mengukir senyum khas miliknya.

"aku yg menggendongmu lhoo~"

'So what Eichi?'

Rasanya kau agak sedikit kesal dengannya entah kenapa.

"maaf jadi merepotkanmu Eichi-senpai." kau bangkit merasa pusing dikepalamu sudah lumayan hilang. "..padahal Eichi-senpai tidak suka ruang kesehatankan? Karna bau obat-obatannya"

Ironis sekali basa-basimu tak ditanggapi olehnya. Kau meliriknya yg melempar tatapan seolah menuntut jawaban kenapa kau bangkit dari tidurmu.

"kalau begitu aku harus cepat mengantar berkas ke ruang osis..." kau baru saja berniat turun dari kasur yg tidak empuk itu tapi Eichi lebih dulu menahanmu.

"tidak perlu, berkasnya sudah kuurus. Lagipula..." Ia menggenggam tanganmu lembut, maniknya menatapmu dengan teduh, bibirnya mengukir senyum hangat. Ditambah lagi cahaya keemasan yg menembus jendela tepat berada dibelakangnya. Membuatmu sejenak berpikir mengapa ada malaikat yg begitu menawan disampingmu.

"...aku masih ingin berduaan dengamu, (name)-chan"

.

.

.

e n d

heyya ! gimana? Rumi buka jasa tampol onlen buat Eichi-san kok
//ditampolbalikpakaiduid

hmm sepertinya ooc ya? Rumi terbiasa ngehujat Eichi-san soalnya hehe
//tampollagi

dan gimana Enstar animu nya ? setelah bertahun tahun digantung Happy elements ? Rumi belum sempat nonton sih
//goler

Terimakasih yg sudah baca, vote dan komen❤

Ensemble for you ! [DISCONTINUED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang