" na,,, alennnnaaaaaaa bangun sudah jam berapa ini?!!! " teriakan melengking bunda dari dapur terdengar menggema di telingaku aku mengelita menutup seluruh tubuhku dengan selimut,terdengar langkah kaki naik ke ruangan atas menuju kamarku ahhh pasti itu bunda dengusku,benar saja kini terdengar suara ketukan dari luar pintu kamarku, " lena,,, bangun anak gadis kok males banget jam berapa ini?! " bunda terus mengetuk pintu kamarku
Mau ga mau aku segera membuka selimut ku dan berjalan menuju arah pintu, ku buka sedikit pintu kamarku
" aduh bunda, lena masih ngantuk sekarang kan lagi libur bunda" ucapku dengan nada manja sambil mengucek ucek mataku.
"terus kalau kamu libur, kamu libur juga hidup? Malu sama adik kamu tuh jam segini udah sibuk bantuin tante rere pindahan rumah" dengus bunda kesal
"waduh macam mak tiri ni bunda galak amat sama anak semanis ini" godaku otomatis bikin bunda makin gemes kesal "
" manis dari mana nya pemalas gini" ucap bunda sambil ngeloyor pergi menuruni tangga hendak melanjutkan kegiatan masaknya,aku mengikuti langkah bunda dari belakang.
" siapa tante rere bunda?" tanyaku sembari duduk kursi ruang makan
" itu anak opa Herdi, yang tinggal di swedia, kemarin malem baru datang sekarang ade mu lagi bantuin beres beres di rumah opa" aku hanya mengangguk angguk sambil memasukan cemilan ke mulutku
Opa herdi adalah tetangga kami beliau, sahabat baik kakek ku dulu ketika kakek masih hidup. Sekarang usia opa herdi sudah 70 tahun dan sudah mulai sakit sakitan. "jadi tante rere mau menetap di indonesia gitu bun?" tanyaku lagi
"iya, kan kamu tahu sendiri kondisi opa kaya apa? Tante rere anak satu satunya opa jadi sudah kewajibanya ngurusin opa" jelas bunda."wah asik dong pasti suasana komplek kita makin rame" seruku sambil memasukan tempe goreng ke mulut
"eh ni anak, jorok banget belum mandi,belum gosok gigi udah main comot aja sana mandi dulu" tangan bunda menepis tangan ku yang hendak mengambil lagi potongan tempe goreng di atas piring "heheheh nanti ah bun,lena ke depan dulu ya mau berkunjung" ucapku sambil cengengesan dan beranjak dari kursi " ni anak gadis, udah mau lulus kuliah, kelakuan kaya bocah, iket tu rambut udah kaya kuntilanak di siang bolong aja" terdengar gertuan bunda dari dapur aku acuh tak acuh melanjutkan jalan ku menuju rumah opa herdi
Ku rogoh saku celana pendek yang aku kenakan mencari ikat rambut sambil berjalan ke halaman rumah opa heri aku ikat rambutku yang panjang sambil bernyanyi nyanyi kecil. Namun tiba tiba kurasakan ada benda menabrak tubuh kecilku lumayan keras "aduh sakit tau" aku meringis mengusap usap punggungku
"makanya kalau jalan tuh jangan menghalangi orang lain" terdengar jawaban dari sosok yang menabrak ku terlihat sosok tinggi tegap mengenakan celana olahraga dan t-shirt putih di tangan nya ada dus yang lumayan besar, wajahnya nampak asing, berkulit putih, berambut cokelat, hidungnya mancung dan bibirnya merah seperti bibir bibir cowok korea. Aku terpana melihat kesempurnaan cowok di depanku "awas gadis kecil, jangan menghalangi jalan ku" ucapanya dengan nada mengejek"apa gadis kecil?! " protesku. Tampan sih tapi mulutnya itu ga sopan terhadap orang yang baru di temui. Laki-laki itu ngeloyor pergi masuk ke rumah opa herdi tanpa memperdulikan ocehanku.
"sial! Siapa tu cowok songong amat mentang mentang ganteng punya badan jerapah" gertu ku. Aku masih terpaku di depan halaman opa herdi
" hallo good morning, ini pasti alona ya" terdengar sapaan ramah di belakangku,aku sontak menoleh ke belakang "eeh.. Iya tante, ini tante rere ya salam kenal tante saya Alona anak bunda widi" jawabku sambil mencium tangan tante rere " anak yang manis, ayo masuk lona,makasih lho mau mampir ke sini" tante rere menyambutku dengan ramah sambil menggandeng tanganku tante rere mengajaku masuk ke rumah.
" sini nak, tante kenalin sama anak paling besar tante, len!! Sini sayang ada temen nya nih" teriak tante rere memanggil anak nya dari arah kamar depan terlihat sosok jerapah tampan tadi menghampiri. ooohh pantas ini toh anak tante rere pantes ganteng orang blasteran swedia tapi jauh banget sifatnya sama ibunya. "lona, ini anak tante allen benjamin luigh sekarang dia akan kuliah di Bandung,nanti tante minta kamu dia urus segala sesuatu yang di butuhkan ya buat kuliahnya, ayo ben kasih salam"
Wow masih bocah tapi sok banget ucapku dalam hati
"what mom, aku bisa sendiri lah ga usah di bantuin segala" protes Allen yup allen cowo berperawakan jerpah,buat orang indonesia tinggi nya memang lain dari yang lain baru mau masuk kuliah tapi dia memiliki tinggi sekitar 180 cm "heheh ga usah sungkan sungkan ade,,, nanti kaka bantu ya" ucapku mataku sedikit melotok ke arah allen dia membalas tatapanku dengan tatapan risih
YOU ARE READING
Allen
RomanceAllen sosok lelaki sempurna,tetapi memiliki sifat yang sangat membuat ku muak. angkuh dan arogan. bagaimana bisa dia harus jadi anak tante Rere tetangga sekaligus teman kecil bundaku. Di sini lah awal mula kisah ku yang penuh drama
