We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Untitled Part 1

86 6 0
                                        

RUN IN RAIN

BAGIAN 1

pagi ini. Langit cerah dengan biru. Tak tersisa gelap yang membungkus malam. Matahari penuhi janji nya lagi. Datang untuk memberi kehangatan yang sama. Memberi harapan baru pada setiap kaki yang di ayun melangkah.

Selamat pagi,,, untuk petang dan senja. Selamat pagi,,untuk mentari dan rembulan. Dan selamat pagi,,untuk apa yang Allah cipta di bumi ini.

Nama ku Nada samudra. Anak pertama dari 2 bersaudara. Hidup sederhana dari keluarga yang luar biasa. Pagi ini. Setelah melaksanakan shalat shubuh dan meyelesaikan segala pekerjaan rumah. Aku sudah siap untuk berangkat kuliah.

Sesuai nama ku. Nada samudra. Kata ayah dan ibu. Samudra sengaja di beri agar anak sulung nya nanti bisa terbang dengan bebas menjajak samudra. Menapaki tanda-tanda kebesaran Allah sang pencipta dan Walau aku wanita. Jangan membuat aku kemudian putus asa untuk terus merangkai sayap. Karena untuk terbang dengan bebas. Kita harus siap untuk menghadap hujan. Mendekati guntur. Dan menerjang angin.

Aku terlalu cinta mereka. Bagi ku. Orang tua terhebat sepanjang masa adalah mereka. Yang selalu mengajari ku untuk tetap tersenyum dalam ke adaan sesakit apapun itu.

Pagi ini. Bersama mentari dengan hangat nya. bersama embun pagi dengan sejuk nya. dan bersama angin dengan segala harapan nya. aku akan memulai kisah ku. Di pagi ini.

***

"nada,,," panggil seseorang di ujung koridor. Aku menoleh. Dan itu diana. Teman ku selama di kampus ini.

"hey" sapa ku.

"udah tau dosen pembimbing mu belum?" tanya nya. aku mengangkat alis tak tau.

"prof.arsy" kata nya.

"kamu tau?" aku semakin heran.

"aku sengaja tanya ke dosen pembimbing ku, pak jayanto. Dia juga kebetulan om ku. Aku sengaja minta data." Jelas nya. dan aku hanya mengangguk.

"terima kasih atas pemberitahuan nya" kata ku sambil melanjut kan langkah menuju kelas.

"gitu aja?" diana menghentikan langkah ku.

"apalagi?" itu respon terbaik ku.

"gak nanya dia gimana orang nya gitu?"

"dia?" aku semakin heran.

"iya. Dosen pembimbing kamu nada. Dia itu dosen termuda di kampus ini. Lulusan pesantren. Hafal quran. Hmm?" diana menjelas kan. Aku sempat terdiam sebentar.

"oh. Ya syukur. Berarti aku bakal lebih mudah kan dalam proses bimbingan? Karena dia masih muda. Gak sesulit dosen senior lah" aku melanjutkan langkah. And see? aku sudah membuat diana menggerutu pagi ini karena sikap acuh ku. Maaf di.

***

Siang ini. Sesuai yang tadi di katakan diana. Aku di panggil ke ruang dosen. Untuk sekedar mendengar arahan selama proses bimbingan, aku juga di beri kartu nama dosen pembimbing ku nanti. Yang bisa ku hubungi kapan pun jika itu perlu.

"nama nya muhammad arsy, semua dosen di sini sudah percaya dengan dedikasi nya." jelas pak jayanto.

"baik pak, nanti saya hubungi beliau" kata ku sesopan mungkin.

" Congratulation nada. Saya yakin kamu bisa dengan mudah menyelesaikan proses bimbingan ini, yasudah sekarang kamu bisa kembali ke kelas mu"

"terimakasih pak. Selamat siang" kata ku sambil berlalu dari ruangan nya.

Ibu dulu pernah mengatakan ini. Apa yang kita yakini, itulah yang akan terjadi. Mungkin begitu. and guess what? Entah dengan apa. Tiba-tiba aku yakin bahwa langkah ku dalam proses penulisan skripsi ini akan mudah. Tak tau karena apa.

RUN IN RAINStories to obsess over. Discover now