CandyLand1

23 6 0
                                        

Cahaya matahari sudah muncul dari ufuk timur, burung-burung gereja pun mulai berkicauan, ditambah embun-embun pagi nan sejuk menambah kehangatan dipagi ini semakin menjadi.

Khalista Wulandari. Ya, itu namaku. Anak kedua dari kembar bersaudara. Ayahku seorang TNI Angkatan Udara(AU), sedangkan Ibuku seorang guru agama Islam. Kedua orangtuaku memang jarang memperhatikan-ku, dikarenakan mereka cenderung lebih memperhatikan karier mereka masing-masing. Oleh karena itu Aku termasuk anak yang kurang perhatian, tapi tidak apalah... Aku masih mempunyai Bi Atun, seorang pembantu lansia yang sudah merawatku sejak kecil, umurnya kurang lebih 50 tahun-an, tapi dia masih saja kuat untuk melakukan berbagai macam pekerjaan.


Kring.. kring.. kring..

Dering jam bekerku terdengar sangat nyaring dikedua telinga kecilku ini.
"Aduh.. masih pagi!" Aku kembali terpejam.
"Lis, Khalista.. bangun! Solat subuh dulu!" Seseorang menggoyang-goyangkan tubuhku ini.
"Apa sih?!" Aku menutup wajahku dengan selimut.
"Khalista.. ayo sayang.." ya Aku bisa apa, Ayah sudah ada di hadapanku seraya mengelus-elus rambutku, emm.. Aku pun mengalah. Ku bangkit dari tidurku seraya mengusak-usak kedua mata yang masih terpejam ini.
"Solat subuh dulu ya.." Ayah berlalu meninggalkanku dan Kharisma.

Oh ya, ini Kharisma Wulandari. Seperti yang aku bilang, aku adalah anak kedua dari kembar bersaudara. Seorang Kakak yang menurutku baik dan pintar, tapi terkadang mengesalkan. Entah kenapa Ayah dan Ibu lebih memperhatikan Kharisma daripadaku. Yaa mungkin karena Kharisma cenderung lebih penurut juga lebih pintar maka dari itu Ayah dan Ibu lebih menyayangi Kharisma. Tapi sudah lah, biarkan saja.

~•••~

Setelah Aku, Kharisma, Ibu dan Ayah melakukan solat subuh berjama'ah, aku segera melesat kekamar mandi untuk membersihkan tubuh.
"Khalista, mandi sana!" Pinta Kharisma yang tiba-tiba muncul dihadapan ku.
"Ihh, enak aja! Aku udah mandi dari tadi!" Aku sedikit menaikan nada bicaraku.
"Ya udah dongk, selow. Eh iya barang-barang kamu mana?" Kharisma duduk di sampingku seraya membuka novel kesayangannya.
"Barang apa?" Aku bertanya polos.
"Kita pindah rumah hari ini, sayang". Ringkas Ibu seraya menyodorkan dua roti isi.
"Loh?! Ko sekarang si?" Aku terpejat kaget.
"Sudahlah, sebaiknya kamu sekarang sarapan dulu, lalu kekasih barang-barang mu!" Pinta Ayah yang juga duduk di sampingku.
"Huh! Menyebalkan mengapa Ibu dan Ayah baru memberitahuku." Gumamku dalam hati.

Ku makan roti isi yang sudah terhidang di hadapanku, tak lupa segelas susu coklat hangat kutegug hingga habis tak tersisa. Aku mulai mengemasi barang-barang dari mulai pakaian, sampai foto-foto yang terpajang di setiap sudut kamarku. Sedih juga rasanya meninggalkan rumah ini, banyak kenangan yang ada disini, tapi apa daya Aku hanya bisa mengikuti semua perintah orang tuaku, bukan?

"Lis.. udah selesai belum?" Kharisma menghampiri ku.
"Udah. Nih, Bawain!" Ku sodorkan kedua koper dan tas ranselku.
"Bawa sendiri lah!" Tegas Kharisma.
"Ayolah. Kharisma kan kakak yang baik" rayuku.
Kharisma hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu segera meraih kedua koper ku juga menggendong tas ranselku.




Assalamu'alaikum.. hey hello. Ini cerita pertamaku di Wattpad. Maaf klo ada typo, tenang masih ada lanjutannya ko;) jangan lupa like and coment nya Kaka;)

CandyLandStories to obsess over. Discover now