-1-

61K 2.2K 18
                                        

"Nad, udah siap semua?" Tanya Shani.

"Udah semua, anak anak sudah berada diposisi." Shani mengangguk sambil mengikat kain hitam dilengannya pertanda panitia komdis. Ini hari pertama ospek mahasiswa baru, segalanya sudah dipersiapkan jauh jauh hari dan semoga kegiatan ini berjalan lancar. It's my first day wish us luck.

Shani berlaku sebagai ketua divisi memilih memantau apa anak buahnya lakukan.

Shani tertarik pada barisan yang seperti sedang mengheningkan cipta,dari tempat ia juga terdengar bentakan dari panitia komdis.

"Bisa-bisanya kalian hari pertama sudah melanggar peraturan!" Bentak panitia.

Langkah Shani terhenti ketika Nadia memanggilnya untuk menghampirinya.

"Ada apa?"

"Lo dipanggil Rio, disuruh bareng ngadep dosen penanggung jawab."

Shani mengangguk.

***

Brak!

"SHANIAAAA GRACIAAA!!"

Sontak gadis yang sedang tertidur dengan lelapnya membulatkan matanya mendengar teriakan itu.

"Kamu ga ke kampus?" Mendengar pertanyaan itu Gracia melihat jam dinding dikamarnya.

'What!' waktu menunjukan pukul 08.00. Tidak sempat lagi sepertinya ia mandi, ia hanya menggosok gigi dan mencuci mukanya segera berpakaian menyambar tas yang sudah ia sediakan dan segera mencari angkutan kota yang searah dengan kampusnya.

Bulir-bulir keringat terlihat jelas, acara sudah dilaksanakan sejak satu jam lalu. Gracia benar-benar terlambat terlihat dari suasana kampus yang ramai karena semua fakultas sedang menggelar ospek. Ia melanjutkan berlari menuju lapangan tempat apel pagi dimulai.

***

"Shan, Look at that." Shani mengikuti arah pandang Nadia. Shani dapat melihat seorang mahasiswi yang celingukan. Nadia dan Shani memang sedang bertugas mengawasi mahasiswi yang melanggar peraturan termasuk dalam hal terlambat.

"Astaga udah telat banget tu anak." Keluhnya. Baru hari pertama banyak sekali yang melanggar peraturan dan artinya itu membuat dia sedikit pusing. Tenggorokannya kering karena lelah berkoar-koar, ditambah dengan semua panitia harus berdiri untuk mengikuti apel pagi sampai selesai.

"Gue apa lo aja?" tanya Nadia. Shani menggeleng, ia tau maksud Nadia baik tapi ini tanggung jawabnya.

"Gue aja, lo awasi disini." Shani melebarkan langkah menghampiri mahasiswi yang terlambat tersebut.

Gracia sedang mencari pita berwarna maroon yang sudah ia siapkan di tasnya. Tapi kenapa ia tidak menemukannya. Gracia mendengus kesal dengan keteledorannya, sepertinya pita itu tertinggal atau terjatuh saat ia mengeluarkan uang untuk membayar angkot yang mengantarnya ke kampus. Gracia hanya bisa pasrah, sepagi ini ia sudah melanggar dua peraturan sekaligus.

Gracia tercenung menyadari seorang mahasiswi yang sepertinya panitia ospek menghampirinya. Cantik. Kesan pertama saat melihat wajah panitia itu. Rambut hitam yang dibiarkan tergerai, kulitnya yang putih bersih dengan pipi yang tirus dan hidung yang mancung tapi tidak lebih mancung darinya tentu saja.

Panitia itu berdiri dihadapannya, Gracia gemetar. Panitia itu ternyata lebih tinggi dari dirinya ia hanya sebatas dagunya saja. Panitia itu menatap penuh keangkuhan seolah dirinya sedang ketangkapan mencuri. Gracia menatap syal hitam yang ada dilengan panitia itu, panitia itu mengenakan syal hitam, mampuslah Gracia. Setaunya, syal hitam adalah kode untuk panitia divisi kedisiplinan.

"Siapa nama kamu?" tanya panitia itu dingin.

"Gracia Ka." Jawab Gracia.

"Nama lengkap kamu!"

"Shania Gracia,ka."

Panitia itu segera mencatat nama Gracia. "Kamu tau jam berapa sekarang?" Tanya panitia itu dingin sambil melipat tangannya diatas perut. Gracia hanya menunduk. Ia juga tidak mengenakan jam tangan, mana dia tau jam berapa sekarang.

"sekarang sudah jam setengah sembilan, kamu terlambat satu setengah jam!"

"Maaf Ka, sa-"

"Sudah,simpan alasan kamu! Kenakan atribut kamu sekarang, lalu masuk barisan. Sekarang!" Gracia sudah menenteng id card dirinya sejak tadi namun ia ragu untuk menjelaskan bahwa pita yang harus ia kenakan tertinggal atau entahlah ada dimana.

"Kenapa? Jangan bilang kamu juga tidak membawa atribut." Suara panitia itu semakin terdengar tidak ramah.

"Kamu ini sudah terlambat! Tidak menggunakan atribut pula!"

"Maaf ka, saya benar-benar lupa membawa pitanya." Gracia pasrah. Panitia itu menatap nyalang berdecak kesal. Sekali lagi panitia itu mencatat kesalahan Gracia.

"Ya sudah, sana ikut barisan! Hukuman kamu dan yang lain akan saya jelaskan selesai ospek." Panitia itu berlalu. Mata Gracia masih mengikuti kemana gadis itu pergi tatapannya dingin dan wajahnya cantik.

Pada jam istirahat Shani menerima cacatan maba yang melanggar peraturan.

"Ini rekapnya Shan, 25 orang terlambat, 30 tidak memakai atribut lengkap, dan satu orang melanggar dua duanya."

Shani mengangguk, ia tau siapa satu orang itu. Gracia.

"Shan, itu terlalu banyak deh, hampir 25% dari jumlah maba. Kita harus buat efek jera, kita ga boleh main main supaya mereka ga nganggap remeh."

"Ok. Dont worry. Kita bisa atur."













Haloooo saya muncul dengan judul baru, semoga sukaaaa
Vote dan komennya jangan lupa saran kritik juga sangat membantu
See you next capt

WAKTU [GreShan]Donde viven las historias. Descúbrelo ahora