Taman sebuah hotel mewah yang kini telah disulap menjadi tempat pernikahan bertema whitesoftpink sudah terisi oleh ribuan tamu undangan, melodi indah lagu yang dibawakan penyanyi sebagai penghibur pesta turut membuat atmosfir tempat ini menjadi lebih hangat bertabur cinta.
Ribuan ucapan selamat yang diberikan kepada sang mempelai Dan keluarganya menambah kesempurnaan pesta malam ini setelah siang tadi lantunan janji suci telah mengikat dua orang yang kini menyandang gelar suami istri. Namun persetan dengan semua pujian tentang kesempurnaan pesta pernikahan ini agaknya tak membuat kedua pengantin merasa benar benar bahagia, walaupun senyum sumringah menghiasi bibir keduanya seharian ini tapi tak mampu membuat hati mereka ikut tersenyum. Membayangkan jika pernikahan semewah ini yang layak disandingkan dengan pernikahan artis artis terkenal harus terlaksana tanpa Ada rasa cinta membuat tak hanya hati namun juga membuat jiwa mereka kelu.
Dalam fikiran gadis yang kini menyandang marga Kim ini tak seharusnya ia terus terusan tersenyum seharian sambil menerima jabat tangan Dan doa doa dari para undangan jika malah membuat hatinya atau bahkan jantungnya merasa sesak, terlintas dibenaknya untuk berlari saja menjauh dari tempat ini Dan menangis sepuasnya mencurahkan segala kekecewaan terhadap dirinya sendiri namun logikanya masih terpakai ia tak akan mungkin mempermalukan pria yang beberapa jam yang lalu telah menjadi suaminya yang kini juga duduk disampingnya, juga mertua Dan kedua orangtuanya yang telah bersusah payah menyiapkan pernikahan ini. Selain itu ia juga bukan gadis bodoh yang gampang menyesal dengan keputusan yang telah ia buat sendiri, tugasnya kini hanya perlu menahan sebentar lagi sampai pesta selesai Dan ia bisa menangis sepuas mungkin.
Susah payah sheina menahan lelah ia Dan jino yang dari tadi diam namun terus menerus tersenyum ,seperti pelayan didepan restoran mewah Korea yang tersenyum menatap pelanggannya satu persatu.akhirnya satu kalimat lolos dari bibirnya.
"Jino-ssi apakah pesta ini masih lama lagi aku sudah lelah".
Merasa diajak bicara oleh sheina jino menoleh menghentikan kegiatan tersenyum untuk para tamu yang datang "apakah kamu sudah tidak bisa tersenyum sedikit lebih lama lagi, apa itu yang membuatmu lelah"jawab jino dengan balik bertanya namun lirih sekali seperti orang berbisik dengan bibir yang sedikit didekatkan ke telinga sheina. Namun belum sempat Sheina menjawab beberapa tamu yang notabenya teman teman Jino malah menyoraki mereka, mereka Kira jino sudah tidak sabar dengan istrinya.
"Waduh jino-ah jangan agresif seperti itu tunggu dulu sampai acara ini selesai"sorak han-yu yang membuat seluruh atensi tamu merujuk padanya Dan kedua mempelai disertai sorakan ricuh setelahnya.
Sorakan, urakan yang lain juga ikut mewarnai malam ini setelah pemuda yang sebutannya oleh jino diubah menjadi han-yu 'sialan' tadi menyoraki jino Dan sheina. Membuat jino menyesal membisiki sheina ditempat umum yang center of attentionnya adalah mereka, katakanlah jino bodoh ia rela dikatai begitu. Mengelak tidak mampu menjawab tidak bisa skak matlah sudah jino dan shiena, mereka hanya mampu tersenyum dengan pipi yang terlihat agak lebih memerah membuat seluruh tamu jadi semakin gencar menggoda.
Pukul 1 dini hari akhirnya acaranya benar benar selesai jino Dan sheina pun sudah bersiap untuk pergi, mereka tidak akan menginap di hotel ini melainkan langsung menuju kerumah yang sudah jino persiapkan untuk rumah mereka nanti. Setelah berpamitan kepada kedua orang tua mereka yang memilih untuk menginap saja dihotel ini, jino Dan sheina pun bergegas pulang.
Dan disinilah mereka berada disebuah kamar yang sudah berubah menjadi taman bunga harumnya semerbak, bunga apapun Ada dikamar ini tak hanya mawar, namun Ada lili, tulip Dan masih banyak lagi. Beruntung tak Ada bunga melati disini karena pasti akan terasa horor tidur dengan alas bunga melati. Kira Kira seperti itulah beberapa fikiran yang terlintas dibenak sheina.
"Jino apakah kita akan tidur satu ranjang? "Pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut sheina setelah sadar bahwa dia Dan jino sudah sah menjadi suami istri.
"Harusnya begitu, tetapi kalau kamu tidak berkenan kamu bisa tidur dikamar sebelah ini. Kamu lihat lemari dipojok itu, salah satu pintunya adalah pintu untuk menuju kamar sebelah. Kamu bisa tidur disitu kalau tidak mau sekamar denganku"jelas jino dengan menunjuk sebuah almari berwarna Abu Abu yang ternyata menyimpan pintu rahasia, sejenak sheina terkesima namun tiba tiba sadar oleh deheman jino yang tiba tiba.
"Sebenarnya sih aku tidak masalah toh kita juga sudah sah menjadi suami istri, tidur satu kamar untuk tempat istirahat tidak akan mempengaruhi apapunkan? "Jawab sheina.
"Terserah kalau begitu"lantas jino berjalan meninggalkan sheina, sepertinya jino ingin segera kekamar mandi membersihkan badannya yang sudah sangat lengket oleh keringat, tapi sebelum jino benar benar sampai di kamar Mandi suara sheina lebih dulu menginterupsi.
"Jino apa tidak sebaiknya kita tidur dikamar sebelah yang lebih bersih, aku rasa akan sangat tidak nyaman tidur diatas bunga seperti ini Dan juga apabila mau membersihkannya pasti membutuhkan waktu lama Dan melelahkan"usul sheina dengan tangan Kiri bersedekap Dan tangan kanannya menunjuk kearah kasur.
"Baiklah aku setuju, kamu cepat Mandi lalu tidur bukannya sudah capek ,pakai kamar Mandi di kamar sebelah saja "ucap jino dengan Nada yang agak berbeda di Indra rungu sheina menciptakan sebuah guratan senyuman yang tercipta dengan tidak sengaja, jino yang melihatnya pun membalas tersenyum lalu masuk kekamar Mandi.
Dengan intonasi yang sangat kecil sheina menjawab perintah jino tadi "OK siap"dengan senyum kecil yang belum hilang.
OK readers tolong ingatkan sheina agar jangan terlalu mudah terkesima oleh pesona jino ya 💜,satu lagi kalau dipart ini atau part part selanjutnya ada nama taehyung aku sorry banget ya soalnya aku buat cerita ini cast pertamanya taehyung tapi aku ubah jadi jino jadi semoga kalian tetep nyaman bacanya ya.
YOU ARE READING
Butterfly
RomanceAku kesini bukan untuk kembali Aku kesini juga bukan untuk bersamamu lagi Aku datang karena punya sebuah niatan Membangun semua yang pernah hilang Menjadi sesuatu yang lebih nyaman Aku pun tak akan merusak apa yang sudah susah payah kau bangun Atau...
