PART 1

3 0 0
                                        


Matahari yang cukup terik menghantarkan eleanor kembali ke indonesia. Kemarin elea sudah memberitahu sahabat-sahabatnya bahwa ia akan kembai ke indonesia untuk meneruskan bisnis papanya. Elea memang anak dari pengusaha yang cukup di bilang terkenal di kalangan pembisnis atas. Mahardika wijaya siapa yang tidak kenal dengan dia. Laki-laki tua yang memiliki ribuan kariawan dan mempunyai saham terbesar di pasar saham internasional. Suara speaker menggema di bandara untuk memberitahu bahwa 15 menit lagi penerbangannya akan segera dilaksanakan, elea yang mendengar pemberitahuan itu langsung segera masuk ke dalam pesawat. Seperti biasa penerbangan ke indonesia akan menghabiskan waktu sekitar 8-9 jam tak banyak yang bisa elea lakukan hanya mengecek email yang masuk dari sekertaris pribadinya setelah ia menggantikan posisi Mahardika nanti.

Sudah lama sekali ia tidak pulang ke indonesia sekitar 5 tahun yang lalu itu pun karna mamanya akan di operasi. Beberapa tahun belakangan hidupnya lebih menyenangkan bertemu dengan winda, keyra, kana, dan tentunya atalla. Tidak ada kekangan dari siapa pun . ia bisa melakukan apapun di sini tidak ada larangan,beberapa hal yang ia lakukan bersama teman-temanya baru ia lakukan sekali seumur hidupnya seperti skydriving, loncat dari jembatan,mendaki gunung ketika sedang liburan sekolah. Semua ia lakukan tanpa harus meminta izin ke siapa pun, menurutnya hidup yang ideal ya seperti itu. Bebas melakukan dan mengekspresikan diri sendiri. Eleanor sangat menikmati itu.

Dan sekarang ia kembali ke masa-masa di mana ia akan di kekang dengan banyak aturan dan tanggung jawab besar sudah menunggunya ketika ia turun dari pesawat ini. tanggung jawab yang selama hidupnya tidak ia ingginkan.

Tidak ada yang berubah semua tampak sama. Mama yang setia menunggu kepulanggan dan menyambutnya degan hangat dan tentunya tak lupa segalas teh hangat yang ia sajikan untuk putri satu-satunya. Dan seorang laki-laki tua duduk dihadapannya dengan sorot mata yang tajam seakan-akan ia adalah santapan yang lezat. Tidak ada yang memulai pembicaraan di sini jika saja, mamanya tidak ada ia akan bersumpah akan meninggalkan ruangan dan masuk ke kamarnya. Kamar yang beberapa tahun ini tidak ia tidurin.

"gimana sayang perjalannya?" tanya wanita tua yang duduk di sebelah Mahardika

"lancar, Ma" jawabnya sambil mengambil ancang-ancang akan meninggalan tempat itu. Ia sudah muak melihat laki-laki di depannya ini

"kamu akan menjadi penerus perusahan . Besok saya akan mengenakanmu kepada kolega-kolega saya. Lusa kamu akan menggantikan posisi saya di perusahan. Bersikaplah dewasa" ucap Mahardika dengan tegas dan tidak ada nada main-main

Eleanor yang sedari tadi mengambil ancang-anacangakan meninggakan tempat itu langsung pergi tanpa menjawab ucapan Mahardika.

***

Apa yang kemarin di ucapkana oleh Mahardika benar-benar terjadi. Bertemu dengan banyak orang dan memasang senyuman palsu yang selalu ia tunjukan kepada semua orang yang ada di rungan ini. padra exsekutif yang memiliki ribuaan kariawan dan harta yang tidak akan habis sampai 7 keturan. Entah sampai kapan ia akan bersandiwara. Jika Eleanor bisa memilih lahir di keluarga yang memilki harta yang berlimpah atau keluarga yang sedarhana maka, ia akan memilih hidup dengan keluarga yang sederhana dan saling memberikan kebebasan dalam memilih kehidupan. Ia akan hidup dengan plihannya sendiri. Selama 28 tahun ia hidup eleanor bahkan tidak pernah memilih hal penting dalam kehidupannya semua selalu Mahardika yang menentukannya, hidup dalam kekangan yang membuatnya tidak pernah merasakan kebebasan sesungguhunya.

"asker kenalkan ini anak saya" ucap Mahardika dan di lanjutukan uluran tangan dari eleanor

'Asker Satria Atmaja" ucap pria itu

"Eleanor Rajana Wijaya" balasnya dan dilanjutkan obrolan yang sebenarnya eleanor tidak mengerti. Seperti itulaah yang ia lakukan sedari tadi memperkenalkan diri sebagai anak dari seorang Mahardika Wijaya yang akan meneruskan perusahaan Wijaya Company.

EPOCHStories to obsess over. Discover now