Kisah kita sudah berakhir hampir bebrapa bulan. Tetapi semuanya masih terlihat sama sampai sekarang. Sapamu, senyummu, tatapanmu, tingkahmu bahkan sampai perhatianmu kepadaku. Aku tak tahu apa arti ini semua. Semuanya terlihat seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Semuanya terlihat seperti tidak pernah ada kata perpisahan. Jika kita bersama mengingat awal pertemuan kita, semuanya terlihat indah. Aku tidak pernah membayangkan kita berjalan sampai sejauh ini. Melawan perbedaan, melangkah menyusuri jalan, dan mewarnai kehidupan satu sama lain.
Seminggu setelah kepergianmu, aku membiasakan diri tanpa hadirmu disisiku. Aku tetap melakukan rutinitasku seperti biasanya. Dan kamu . . . Aku mencoba untuk tidak peduli. Tapi semuanya terasa berat.
Aku sadar, aku memang bukan siapa-siapa. Untuk melarangmu saja aku tidak memiliki hak. Tapi, apakah kamu pernah menghargai sedikit perasaanku ? Sampai saat itu aku sadar bahwa aku memang tidak lagi menjadi orang nomor satu didalam hatimu.
Jika aku tau akhirnya seperti ini, aku tak ingin kedekatan ini terjadi. Aku tak ingin mendengar suaramu saat menyapaku, aku tak ingin membalas semua pesan singkatmu yang lugu tapi manis. Bisakah kau bayangkan rasanya jadi orang yang setiap hari terluka hanya karena ia tak tau bagaimana perasaan orang yang dicintainya ? Bisakah kau bayangkan rasanya jadi aku yang setiap hari harus melihatmu bersamanya ?
Aku menulis ini ketika mataku tak kuat menahan tangis. Aku menulis ini ketika mulutku tak kuat untuk berkeluh. Aku mengingatmu sebagai sosok yang pernah hadir. Meskipun tak pernah benar-benar tinggal.
ESTÁS LEYENDO
ketika semuanya berakhir
De TodoSeseorang yg merelakan dia untuk pergi bersama yang lain
