Aku melangkah menjauhi apartemen, berjalan menuju sekolah.
Aku Mika, kelas 11. Aku tinggal di sebuah apartemen yang cukup dekat dengan sekolah,sendirian. Orangtuaku meninggal sehari sebelum wisuda smpku,karena sebuah kecelakaan yang membuatku phobia api. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, aku bekerja di café –yang terdapat di sebuah mall- dengan gaji yang cukup tinggi.
Sekarang, aku bersekolah di Fujiyama School, sekolah khusus untuk anak-anak dari kalangan atas. Aku beruntung. Karena ingatan fotografisku, aku ditawarkan beasiswa full untuk bersekolah di sana dari awal smp.
"Mi-Mi!" tiba-tiba ada yang merangkulku dari samping.
"Akari?!" aku menatap tak percaya sahabatku dari tk itu. "sejak kapan kamu bisa berangkat sekolah sepagi ini?!"
"jahat.." ia memajukan bibirnya. "ibu –yang baru pulang dari luar negeri- mengomeliku supaya cepat-cepat pergi sekolah."
Aku nyengir. Terbayang wajah ibunya akari yang sedang mengomel.
Keluarga Akari termasuk keluarga yang cukup terkenal di Jepang. Ibunya seorang model brand baju terkenal. Ayahnya seorang sutradara film yang sama terkenalnya dengan sang istri. Akari pun beberapa kali memainkan film yang di sutradai ayahnya.
Keluarga mereka pun terkenal karena berisikan anggota yang baik dan ramah, juga supel. Tak jarang aku di ajak ke rumahnya untuk makan.
Aku menatap Akari yang sedang menatap sekitar. Lihatlah dia! Bagaimana tidak banyak orang yang suka dengannya?
Wajah mulus, pipi kemerah-merahan, bodygoals, pintar, baik.. Ah! Pokoknya perfect deh.
Emang aku? Udah wajah minyakan, pake kacamata bulat, rambut kusut yang dikuncir, dan lainnya. Mungkin kelebihanku hanyalah ingatan fotografi itu.
Kadang aku heran. Kenapa dia mau berteman denganku yang berbeda 180 derajat ini?
"itu sekolah kita!" dia menunjuk ke depan.
Aku menatap gedung berwarna abu-abu muda yang sudah mulai terlihat dari kejauhan. Hari ini musim semi mulai datang. Jadi pohon-pohon sakura yang ditanam pada halaman sekolah pasti sudah berwarna pink seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kami memasuki gedung sekolah, lalu menaiki tangga menuju lantai 3, tempat anak kelas 11 dan 12.
"pagi!" kami memasuki kelas 11-A, lantas menuju tempat duduk yang berada tepat di samping jendela.
Akari yang duduk di depanku berbalik badan. "katanya ada murid baru lho"
Alisku terangkat sebelah, "oh ya?"
"mungkin dia bakal duduk di belakangmu." Akari menunjuk bangku kosong di belakangku.
"padahal 2 bulan lagi mau kenaikan kelas, malah dateng murid baru." Aku menatap keluar jendela, "greget"
Ding dong! Bel masuk berbunyi keras. Murid-murid segera duduk di tempatnya masing-masing.
"good morning my lovely students" Miss June –guru Bahasa inggris plus wali kelas kami- memasuki kelas dengan tatapan tajam seperti biasa.
"mungkin kalian sudah mendapat kabar ini sebelumnya. Kalian akan mendapat teman baru" ia menatap keluar pintu kelas, tangannya memberi kode untuk si anak baru.
Seorang anak bertampang preman memasuki kelas. Dia menatap seisi kelas, lalu tersenyum tipis.
"WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!"
ESTÁS LEYENDO
Elf
FantasíaSial! Kenapa cowok ini harus duduk di belakangku sih?! *** Aku ini termasuk tipikal cewek yang cuek dan serius. Bisa dibilang, aku berbeda dengan cewek lainnya. Aku menyukai sesuatu yang berbau logika, dan benci dengan hal-hal aneh yang gak logis...
