Chapter 1 : Her Story Begins

991 137 49
                                        

___

"Quirkless seperti mu seharusnya mati, dasar sampah!" bentak salah seorang anak lelaki di hadapan gadis mungil yang bergetar ketakutan.

"Benar, dasar perusak pemandangan!" tambah gadis bersurai merah, tak lupa menyerang sang gadis dengan quirk-nya.

Beberapa bocah usia 4-5 tahun mengelilingi gadis kecil yang jatuh terduduk di tengah-tengah serangan quirk mereka, badannya gemetar ketakutan karena serangan quirk yang baru-baru ini didapatkan teman-temannya. Kulit seputih susu kini telah berubah, goresan luka yang cukup banyak menghiasi kulitnya bersama dengan cairan anyir yang keluar.

Bocah laki-laki maupun perempuan menyerangnya tanpa mempedulikan status teman yang melekat pada diri sang gadis, ia ingin berteriak meminta tolong tapi tak bisa—entah karena ketakutan atau bahkan ia memang tak memiliki stamina tambahan untuk sekedar berteriak keras.

Dengan perlahan, gadis itu mulai berusaha bangkit menghindari serangan orang-orang di hadapannya yang menyandang status teman. Tubuh penuh luka dan lembam kini berdiri tegak, seakan menantang para berandalan cilik yang kini menatapnya penuh kebencian.

"Wah wah, Kuroshi-chan, apa yang ingin kau lakukan?" ujar salah seorang dari mereka.

"Mau menantang kami dengan tangan kosong, huh?" celetuk bocah lainnya.

"Memang nya quirkless seperti mu bisa apa?!"

Kuroshi tak mempedulikan tatapan mata penuh kebencian yang dilayangkan orang-orang di hadapannya. Mimik wajahnya seketika berubah dingin, menatap kosong tanpa ekspresi ke arah sampah-sampah di hadapannya.

"Jika kalian ingin menjadi seorang hero, tunjukkan harga diri kalian. Apa kalian tak punya harga diri?! Hanya karena aku seorang quirkless bukan berarti aku lemah!" bentak Kuroshi tanpa memikirkan akibat dari ucapannya.

Hening selama beberapa detik. Setelah itu terdengar tawa khas salah seorang teman dekat Kuroshi. "Hahahaha.... Ne ne Kuroshi-chan, seorang hero yang menaklukkan villain pasti membutuhkan quirk, jika seorang quirkless sepertimu ingin menjadi hero bagaimana cara melawan villain nantinya? Kau lucu Kuroshi-chan."

Kuroshi menggeram marah, sebenarnya siapa orang-orang di hadapannya ini? Kemana teman-teman Kuroshi yang lembut dan baik hati? Apa mendapatkan quirk bisa mengubah kepribadian seseorang dan merasa derajatnya lebih tinggi dari yang lain?

"Sudahlah teman-teman, biarkan quirkless ini sendirian bersama impian konyolnya itu," salam perpisahan diucapkan, para berandalan cilik itu meninggalkan Kuroshi yang sudah tak kuat menahan bobot tubuhnya.

***

"Okaa-san? Otou-san?"

"Dimana aku?"

Gadis kecil itu mulai beranjak dari posisi tidurnya. Kaki mungil penuh balutan perban menuntun si gadis—Kuroshi—keluar dari ruangan dalam tenda. Ia bahkan tak ingat bagaimana bisa berakhir tertidur di tenda.

"Hutan? Apa Okaa-san dan Otou-san mengajak ku pergi berkemah?"

Kuroshi semakin terheran-heran, kapan ayah dan ibu nya mengajak pergi berkemah? Seingatnya ia memang pernah merengek pada mereka untuk pergi berkemah, tapi tak pernah dikabulkan karena kesibukan kedua orang tua nya yang berprofesi sebagai Hero.

"Otou-san... Okaa-san... Kalian dimana?!" Kali ini Kuroshi itu meningkatkan volume suaranya, berdoa dalam hati semoga ia tak sendirian di hutan ini.

Hey! I'm a Quikless [BNHA x OC | slow update]Stories to obsess over. Discover now