Prolog

10 1 0
                                        

"Bangsul!ah baju Nara gak wangi lagikan,awas ya kalo ketemu lagi,mau Nara... Nara..Nara apain ya?ah bodo!pokoknya awas aja nanti!Nara bakal ketemu kamu lagi kamu dasar bajay nakal."

gadis itu melanjutkan jalannya,lalu tiba-tiba ia berhenti.

"tapi Nara lupa,tadi plat nomornya berapa?ah Lemot banget sih heran" ia memukul-mukul sebelah kepalanya.

Gadis yang saat ini sedang mengendus bau bajunya yang sudah menyatu dengan asap bajay itu bernama Daniar Radinta.
Dan sering dipanggil dengan nama Nara.-mungkin persatuan dari namanya.

Hampir setiap hari Nara mengeluh dengan apapun yang mengubah wangi bajunya menjadi apek.entah itu knalpot bajay,asap bakar sampah,bahkan ia pun pernah sampai memarahi abang sate yang tidak berdosa.tega memang.

Begitulah Daniar,si gadis aneh yang ceria kelewat batas,emosi kelewat marah,sedih kelewat kasihan.Sulit memang hidupnya,bahkan ia ingin orang yang berteman dengannya hanya temannya pada masa Menengah Pertama,yang sudah mengetahui segala sifat baik dan buruk dari dirinya.maka ia merasa tidak akan terlalu canggung,tapi sayang,ia diharuskan berkenalan dengan teman-teman barunya.terpaksa.

......

Bel SMA TriPanca terdengar nyaring diberbagai penjuru sekolah.

Hari ini adalah hari pertama Nara bersekolah sebagai siswa baru, mungkin ini terlalu mainstream,siswa baru bertemu dengan pemuda famous,lalu jatuh cinta dan lain sebagainya,tapi tenang saja, ini berbeda.

Nara dengan santainya memasuki lingkungan sekolah,dimana mungkin siswa baru pada umumnya mencari kelas yang akan ia tempati,tapi beda halnya dengan gadis satu ini,ia malah asik mencari kantin,perutnya sudah berontak minta untuk diisi Makanan,dasar perut karet,padahal baru saja ia sarapan,tapi apa?sekarang ia malah berniat untuk mengisi kembali.tapi tetap saja badan mungilnya tidak tumbuh.

......

Saat ia sedang asik mengunyah roti sandwich sembari mengayun-ayunkan kakinya yang tidak sampai menginjak tanah,Tak lupa juga dengan earphone yang selalu bertengger di telinga,seseorang menepuk pundaknya membuat Nara terpelonjak kaget dan menjatuhkan roti sandwichnya,bukannya cepat berbalik untuk mengetahui siapa yang menepuk,ia malah memandang malang roti sandwich yang sudah tak berdaya diatas tanah itu.

"Kamu siswa baru 11 Sastra 2 bukan?jika iya,tadi kamu dicari Bu Irna dikantor" suara seseorang yang telah menjatuhkan roti sandwich milik Nara.

Nara pun berbalik melihat siapa yang berbicara tadi.ternyata seorang pemuda dengan penampilan rapih dan tak lupa juga berpostur tinggi.

Ini Nara yang kependekkan atau emang Dia yang ketinggian?-Nara

Nara hanya menengadah melihat lelaki didepannya.

"iya,tapi Nara gatau dimana kantornya"ucap polosnya.

"saya bisa antar kamu"
Nara kembali memandang roti sandwichnya.

"makasih udah mau bantu,tapi by the way"Nara menunjuk roti sandwich.

"Kamu udah jatuhin makanan Nara"
Nara kembali memandang pemuda itu dengan wajah memelas.

Sontak pemuda bernama Rian itu mengikuti arah jari Nara.ia Terkejut melihat benda yang Gadis itu tunjuk.

"apa itu milikmu?" Nara mengangguk polos.

"kapan aku menjatuhkannya?"bingung Rian.

Nara memutar bola malas,ia lebih memilih mengikhlaskannya saja.

"lupakan,ayo antar Nara kekantor"
Pemuda bernama Rian itu tersenyum kecil,sepertinya ia merasa tertarik dengan gadis mungil didepannya ini.
Nara berjalan meninggalkan Rian dibelakang.pemuda itu lantas berlari kecil untuk menyamakan langkah.

.....

Gadis bernama Nara baru saja keluar dari kantor,Rian yang sedari tadi duduk menunggu akhirnya berdiri.

"sudah?"tanya Rian.

Nara mengangguk.

"ayo ikut saya"

Rian menarik tangan Nara agar mengikutinya.sontak Nara membelalakan mata dengan sikap pemuda didepannya ini.

"ma..maau ap..pa?"

"saya akan ganti sandwich kamu"

Nara memberhentikan langkahnya.
"enggak usah,Nara udah ikhlas kok,gaperlu diganti"tolak Nara.meski ia tahu bahwa perutnya masih keroncongan.

"wajahmu Terlihat bohongnya,sudah cepat,saya bawa uang saku lebih kok tenang aja".

Yaudah Nara terima aja,Rejeki anak sholehah mungkin-sisi bertanduk Nara berbisik.

.....

Rian asik memandangi gadis yang sedang memegang roti sandwich ditangannya.

"kamu gak masuk kelas?"

"ini lagi jalan mau ke kelas,duluan ya!"Nara melambaikan tangan.

"makasih tanggung jawabnya"

Teriakan Nara menjadi pusat perhatian para siswa yang lalu lalang di koridor sekolah.Rian yang merasa dirinya menjadi pusat mata seluruh siswa,berusaha berdeham untuk menghilangkan rasa malu dan memasukkan tangannya kedalam saku celana,ia harus selalu terlihat berwibawa sebagai Ketua OSIS.ya,dia Ketua OSIS SMA Tripanca.

Saat ia sedang tersenyum mengingat kembali wajah gadis yang sudah membuatnya tertarik,ia lantas mengingat sesuatu.

"yah kan gue lupa namanya".







~~~~
Selamat malam!

Mohon maaf bila ceritaku masih berantakan.

dan mohon dukungan dari para pembaca yang bijak ya!untuk vote bintang dan jangan lupa follow profilku😊

Meski karyaku tidak terlalu bagus,tapi jangan lupa untuk selalu menghargai ya teman-teman😁

Karena pembaca sider itu contoh orang yang tidak bijak dalam menikmati karya orang:((

Terimakasih semuanya!!tunggu cerita selanjutnya ya!

-salam Army pecicilan-
-i purple you-💜

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 21, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

"NA-RA"Where stories live. Discover now