"Byun Baekhyun!!"
Namja mungil itu menoleh cepat saat tiba-tiba suara menggelegar guru olahraga tambun itu mampir ditelinganya.
"Y-ya, soesangnim." Cicitnya pelan. Tubuhnya ia putar pelan agar menghadap gurunya.
"Apa yang kau lamunkan, Byun Baekhyun-ssi? Dan kenapa kau melamun? Apa kau tidak tertarik lagi mengikuti pelajaranku?? Kau bisa keluar dari lapangan kalau begitu!!" Kang soesangnim, gurunya, membentak namja mungil yang sekarang hanya bisa mengkeret takut dan menundukkan kepalanya.
"A-aniya, soesangnim.. Maafkan aku, tidak akan kuulangi lagi." ujar Baekhyun pelan.
"Memang harusnya begitu! Dan jangan diam saja! Berkumpul dengan teman sekelompokmu! Kupasangkan kau dengan Park Chanyeol! Sekarang cepat pergi atau kau akan aku hukum!!" tukas gurunya lagi.
Baekhyun dengan cepat berlari menghampiri Park Chanyeol yang sekarang sedang bingung karena Baekhyun tidak terlihat. Dan setelah ia melihat Baekhyun, ia lantas melambaikan tangannya.
"Baekhyun!! Cepat sini!! Aku menunggumu dari tadi!" teriaknya.
Baekhyun sampai dihadapan Chanyeol yang terlihat sedikit kesal.
"Apa yang kau lakukan, hah?! Aku menunggumu sedari tadi!!"
"Maaf, aku hilang fokus."
"Sudahlah, cepat berbaring, aku yang akan memegangmu terlebih dulu." Chanyeol menunjuk tanah lapangan dengan dagunya.
Baekhyun menurut. Ia berbaring membuat posisi sit-up dan Chanyeol segera menduduki kakinya.
"Bergeraklah! Aku akan menghitung!" ujar Chanyeol.
Baekhyun bergerak duduk dan berbaring berulang kali sampai guru meniup peluit untuk berhenti.
Baekhyun berganti posisi untuk push-up sekarang dengan Chanyeol berdiri disampingnya bersiap menghitung. Peluit ditiup lagi dan Baekhyun mulai bergerak naik turun. Selang beberapa menit, peluit berbunyi kembali. Saatnya bertukar posisi dengan Chanyeol.
Saat Chanyeol sudah berbaring dan bersiap menunggu peluit berbunyi, tiba-tiba guru tambun itu berbicara keras. Membuat ia menoleh menatap gurunya.
"Anak-anak, lanjutkan sendiri dulu! Saya akan ke toilet sebentar." lalu ia beranjak pergi.
Chanyeol menoleh lagi kearah Baekhyun. Sedetik kemudian, ia menyeringai. Ia lalu bangkit dan mengecup bibir Baekhyun. Lalu kembali berbaring, tak peduli bahwa Baekhyun membulatkan mata atas tindakannya barusan.
"Yakk!! Chanyeol, apa yang kau lakukan, hah?! Kenapa kau mengecup bibirku??!!" Baekhyun berteriak. Suaranya yang tidak bisa dibilang kecil itu menarik perhatian teman-temannya yang lain.
Chanyeol tak peduli. Ia tetap melakukan aktivitasnya sambil mengecup bibir Baekhyun setiap ia bangkit. Tak mengindahkan bahwa Baekhyun mungkin akan marah setelah ini selesai.
"Sudah satu menit, Byun. Berapa jumlahku?" Chanyeol berujar santai seakan tak terjadi apa-apa.
Baekhyun tersadar.
"A-aku tak menghitungnya, idiot! Bagaimana caraku menghitungnya jika kau tadi terus saja menciumku?" Baekhyun kesal setengah mati.
"Ohh, yasudah. Mau diulangi lagi?" Chanyeol ber smirk ria.
"Tentu saja tidak, pabbo! Akan kukatakan jumlahmu sepuluh." jawab Baekhyun lengkap dengan delikannya.
Chanyeol menganga tak terima. "Tidak bisa seperti itu, pendek! Aku bahkan melakukan lebih dari 20 kali tadi!"
Baekhyun kian mendelik mendegar panggilan menghina dari teman sekelasnya itu. Ia menendang lutut Chanyeol keras dan melenggang pergi.
"Yasudah, kau hitung saja sendiri!!!" dengusnya.
Chanyeol melotot. Ia memegangi lututnya sambil meringis sakit. Merasa tak terima, ia mengejar Baekhyun. Mengabaikan fakta bahwa lututnya masih terasa nyeri.
Ia menggapai lengan Baekhyun dan menariknya keras kebelakang. Membuat Baekhyun jatuh terlentang ditanah. Beruntung tanah itu mempunyai rumput diatasnya.
Chanyeol segera menindih tubuh Baekhyun. Tatapannya yang tajam membuat Baekhyun mengkerut takut dibawahnya.
"Apa yang kau lakukan tadi, pendek? Berani sekali kau menendangku! Aku tak peduli, sekarang aku akan push-up dan kau harus menghitungnya!!" desis Chanyeol.
Chanyeol membenarkan sedikit posisinya dan mulai bergerak naik turun walaupun tak sepenuhnya turun karena ada Baekhyun dibawahnya.
"Hitung, Baekhyun!" desisnya pelan, membuat Baekhyun merinding mendengarnya. Chanyeol lalu membawa bibirnya untuk bertemu bibir Baekhyun lagi.
Baekhyun menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sungguh ia takut sekarang. Tapi ia tetap menghitung berapa kali Chanyeol bergerak.
Chanyeol yang merasa terganggu dengan tangan Baekhyun berusaha menyingkirkannya. Tapi usahanya sia-sia. Ia tak bisa melakukannya karena sedang menopang tubuhnya.
Merasa kesal, akhirnya Chanyeol memanggil temannya untuk menyingkirkan tangan Baekhyun.
"Kai, pegangi tangannya, aku susah menciumnya kalau begini." tukasnya kesal.
Kai mengangguk. Ia berjongkok didepan kepala Baekhyun dan menarik tangan Baekhyun sekuat tenaga dan menahannya ditanah.
Chanyeol menyeringai senang. Ia mulai bergerak lagi. Kali ini bibirnya tidak hanya mengecup, tetapi juga sekalian melumat bibir selembut kapas itu setiap ia bergerak turun.
Beberapa siswa dan siswi memekik gemas melihat adegan itu. Bahkan ada yang mengabadikan momen itu dengan ponselnya.
Satu menit berlalu. Chanyeol mengakhiri gerakannya dan menurunkan tubuhnya seraya sikunya berganti menopang tubuhnya. Ia menatap Baekhyun sebentar lalu mendekatkan wajahnya dan mencium Baekhyun lagi. Kali ini ciumannya melibatkan lidah. Membuat mereka seperti sedang berciuman panas. Chanyeol bahkan tak peduli bahwa gurunya bisa datang kapan saja dan memergokinya. Beruntung ada Kai yang sedang berjaga-jaga nemperhatikan pintu masuk lapangan.
Chanyeol juga tidak peduli dengan siswa-siswi lainnya yang sedang mengabadikan tindakannya ini. Yang ia pedulikan hanyalah Baekhyun dan bibirnya yang tengah ia lumat ini.
"Yeol, hentikan! Sepertinya Kang soesangnim sudah datang. Cepat hentikan, idiot! Aku bisa horny kalau kau terus begini!" Kai berujar memperingati dan ia juga jengah atas hal ini.
Mau tak mau, Chanyeol menyudahi ciuman panasnya. Menatap kearah Baekhyun dan bibirnya yg membengkak itu. Ia terkekeh pelan. Merasa senang dengan apa yang telah diperbuatnya.
Chanyeol bangkit perlahan. Dan membantu Baekhyun berdiri diikuti Kai. Wajah Baekhyun sangat merah. Terlihat seperti buah apel masak. Ia tak peduli tentang Baekhyun yang mungkin masih syok. Ia pun berujar dengan egoisnya.
"Well, Baekhyun. Karena aku sudah mencium mu, kau harus jadi pacarku, oke?? Dan tak ada penolakan!"
Tipikal Chanyeol sekali, right??
FIN
KAMU SEDANG MEMBACA
Chanbaek Oneshoot
RomansaHanya drabble ringan tentang Chanbaek. Mau baca monggo, nggak juga gapapa.. Ini Yaoi yaa.. Yang anti, harap menjauh saja..
