The Red Room atau ruang merah merupakan Urban Legend Jepang yang menakutkan tentang pop-up yang muncul ketika kamu sedang berselancar di internet. Mereka mengatakan, jika kamu menutup pop-up tersebut, kamu akan mati.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terdapat seorang anak laki-laki yang kecanduan dalam menggunakan internet. Dia mendengar legenda perkotaan tentang Ruang Merah (Red Room) dari salah seorang teman sekolahnya. Saat sore harinya, ketika anak laki-laki itu pulang ke rumah, dia langsung berselancar menggunakan internetnya, mencari segala sesuatu tentang Ruang Merah itu.
Tiba-tiba, sebuah jendela notifikasi muncul di layarnya dengan latar berwarna merah. Dengan kata-kata berwarna hitam, tertulis pesan, “apa kamu menyukai-?”
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Anak laki-laki tersebut menutup jendela notifikasi, tetapi kemudian muncul lagi. Dia mencoba untuk menutupnya hingga beberapa kali namun jendela notifikasi itu tetap terus menerus muncul. Lalu, anak laki-laki tersebut menyadari bahwa pertanyaannya berganti. Sekarang tertulis: “Apakah kamu menyukai ruang merah?” dan di layar belakang, suara seperti anak kecil berkata, “apa kamu menyukai ruang merah?”
Beberapa saat, tiba-tiba layar menjadi hitam dan beberapa nama muncul dalam tulisan berwarna merah. Di bawah dari daftar, si anak laki-laki melihat nama dari temannya… nama temannya yang memberitahunya tentang ruang merah.
Tiba-tiba, anak laki-laki tersebut menyadari sesuatu berada di belakangnya dan dia kehilangan kesadarannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
H
ari berikutnya, anak laki-laki tersebut tidak masuk sekolah. Terdapat beberapa rumor yang tersebar karena sesuatu yang terjadi padanya. Hari berikutnya lagi, teman-temannya mendapatkan kabar yang mengerikan. Anak laki-laki tersebut bunuh diri, mewarnai ruangannya dengan merah dari darahnya.