"Tok tok tok ..... Asya bangun udah pagi kamu gak sekolah hah?!"tanya mama Asya
"Euh... apaan sih mah?" tanya Asya."Bangun udah pagi kamu sekolah!!"kata mama Asya setengah teriak. Gue kan udah lulus s3 ngapa sekolah lagi dah ah males batin Key.
"Iya ma otw."kata Asya.
"Mama tunggu dibawah buat sarapan ya!!" kata mama.
"Iya..."kata Asya.
Setelah itu Asya lang sung masuk ke kamar mandi untuk mandi*ya iya lah mandi masak makan.
Setelah mandi Asya langsung ganti baju sekolah.
"Males sekolah gue kalau bukan cuma pura pura ogah gue sekolah lagi mending di Jerman aja ngurusin perusahaan,mana sekolah di sekolah gue sendiri lagi kalau mereka tau jadi apa gue seorang ceo di perusahaan terkaya no 1 lulusan s3 luar negri sekolah lagi haduh...."crocos Asya.
Setelah percakapannya dengan dirinya sendiri itu ia langsung turun kebawah untuk makan pagi.
"Lama bener dek mama lama nih nungguin adek."kata mama kesal.
"He he iya ma Asya tadi nyari dasi gak ketemu-temu jadi lama,maaf ya mah."kata Asya berbohong.
"Ya udah cepet keburu siang nanti telat."kata mama.
"Ya ma."kara Asya singkat dan mengambil roti panggang yang sudah di buatkan oleh mamanya.
"Mah Asya berangkat ya .."kata Asya.
"Iya hati-hati jangan lupa jangan ngebut ngebut."kata mama Asya.
"He he mama tau aja aku suka kebut-kebutan di jalan,ngak janji buat ngak kebut -kebutan "kata Asya sambil menyalami mamanya.
Asya langsung menuju garasi untuk mengambil mobilnya dan melesat menuju ke sekolah.
Sesampainya Asya di sekolah ia langsung menuju ke parkiran pemilik yayasan yang disengaja di sembunyikan.
Sekarang Asya sedang menuju ke ruang kepsek Mayasa high school.Sesampainya di ruangan kepsek ia lang sung masuk tanpa menetuk pintu.
"Mana sopan santun kamu ehh... Asya."kata kepsek itu.
"Kok gak jadi marahinnya ?"tanya Asya dingin .
"Ngak papa, kamu mau tanya kelas kamu?"tanya kepsek.
"Iya kak Daniel Asya mau nanya kelas Asya dimana ."kata Asya
"Kelas kamu di 11 ipa 1,mau kakak anter gak?"tanya Daniel.
"Ngak usah aku tau kok."kata Asya.
"Oh iya dek kapan pulang dari Jerman ?"tanya Daniel.
"Beberapa hari yang lalu,disuruh mama katanya kangen ."kata Asya.
"Ohh..."kata Daniel.
"Ya udah kak Asya ke kelas."kata Asya yang hanya di jawab anggukan oleh Daniel.
Sesampainya di kelas ia langsung mengetuk pintu dan dibukakan oleh guru yang sedang mengajar.
"Kamu anak baru itu ya ,ayo masuk."kata guru itu.
"Iya bu"kata Asya.
"Anak-anak minta perhatiannya sebentar ."kata guru itu.
"Perkenalkan nama ibu Denada guru matematika disini sekaligus walikelas kamu,sekarang perkenalkan nama kamu."kata bu Denada .
" Asya Mayasa ,Asya."kata Asya.
'Wih cantik'
'Iya itu mah cantik banget'
'Ih.. apaan sih lebih cantikan gue kali'
'Ye.. sirik lo'
Dll.
"Silahkan duduk disebelah Rasya ,Rasya angkat tangan kamu."kata bu Denada.
Asya langsung menuju majanya dan duduk tenang hingga bel istirahat pun berbunyi.
Kring...kring...kring...
Pov Asya
Sekarang gue lagi ada di kelas gue langsung keluari hp gue buat line temen temen gue yang sekolah disini.
Cecan laknat
Gue lagi di Indonesia
Dinda_mrgrth
Kapan?
Ghea_griel
2
Vira_vasela
3
Kapan kapan
Ghea_griel
Kita serius!
Gue tunggu di kantin
Ghea_griel
Ok
Vira_vasela
2
Dinda_mrgrth
3
Off
Gue langsung cabut ke kantin tanpa menghiraukan cowok yang ngeliatin gue di kelas.
Setelah gue ke kantin gue liat mereka lagi duduk di meja pojok kantin.
"Hei"kata gue langsung duduk.
"Eh Sya."kata mereka bebarengan.
"Napa"tanya gue.
"Lo kok sekolah lagi ?"tanya Dinda yang diberi anggukan oleh Vira dan Ghea.
"Ya kalau gue kagak sekolah lagi mama bakal curiga ."kata gue yang dibalas oh ria.
Tiba-tiba ada Gheo datang dengan teman-temannya langsung duduk di kursi yang sisa.sedangkan yang lain lagi nahan emosi karena Gheo seenaknya saja.
Saat Ghea ingin membuka mulut Gheo tanya ke gue "Kapan pulang lo?"tanya Gheo.
"Kemarin"jawab gue.
"Ohh...terus lo ngapa sekolah lagi bukannya lo udah lulus emm..emm."kata Gheo yang langsung dibekap oleh Ghea yang ada di sebelah Gheo dan tatapan tajam dari Asya.
"Apa-apaan sih kok mulut gue di bekep gak bisa napas ogeb."kata Gheo.
"Lo kalau ngomong gak usah jujur ,liat tempat."kata Dinda sambil melirik ke teman-teman Gheo.Eh si Gheo malah cengngesan kaya gitu hampir aja rahasia gue kebongkar cuma gara-gara kecoplosan.
"Eh kenalin dong."kata Samuel .
"Nih kenalin dia Asya Mayasa.
Panggilannya Asya.Yang lain udah pada tau kan?"kata Gheo.
"Udah"kata teman-teman Gheo.
"Kenalin nama gue Samuel Gibran Smith."kata Samuel.Yang hanya di balas deheman.
"Rei"kata Rei.
"Rasya Mayasa"kata Rasya
Skip ~setelah makan~
"Eh by du we busway?"kata samuel.
"Sok inggris lo."kata Ghea.
"Yee sirik lo?"balas Samuel.
"Mau ngomong apa lo cepet bentar lagi bel."kata Dinda menengahi.
"Setelah gue pikir-pikir dan amati lebih lanjut."kata Samuel.
"Jangan bertele-tele."kata Vira.
"Diem du lu makanya."kata Samuel ngegas.
"Lo kok ngegas!!"kata Vira.
"Ais.. cepet mau masuk loh."kata dinda menengahi.
"Gini ya gue pikir-pikir nama Rasya sama Asya tuh sama lo cuma beda marga sama r.Terus coba kalian perhatiin mukanya kaya samakan."kata Samuel panjang lebar.
Semua langsung melihat dan mengamati muka Rasya dan Asya.
"Kok iya ya."kata semua bersamaan kecuali Asya, Rasya , Samuel da Rei.
"Kalian berdua kembar."kata Rei setelah lama diam.
Dan hanya di jawab gelngan saja.
"HEI..."tiba-tiba ada yang mengagetkan mereka semua.
"Astagfirullah..."kata mereka semua kecuali Asya dan Rei yang kaget namun langsung mengontrol raut wajahnya menjadi dingin.
"Kalian tuh ngapain ngagetin sih." kata Dinda.
"Yee.. kaget lu?"tanya dia.
"Ya kaget lah orang kalian aja dateng di waktu yang gak tepat.
Nanti kalau gue jantungan terus mati ,gimana coba yang lain .Pasti mereka bakal kangen."kata Samuel mendramatisir sambil melihat ke teman-temannya.
"Ogah/gak akan."kata mereka semua kompak.
"Ya Allah gue di nistain anjai." kata Samuel.
"Bang baru ke sini?"kata Rasya menengahi.
"Iya.."kata dia yang ternyata abangnya Rasya.
"Dari mana?"tanya Rasya lagi.
"Gak dari mana-mana."kata abangnya Rasya.
"Eh siapa tuh,anak baru?"tanya dia.
"Iya."kata Rasya.
"Bang Rasya punya kembaran?" celetuk Samuel.
Abangnya Rasya yang tadinya sumringah jadi datar wajahnya.
"Gak tau ,emangnya kenapa?" tanya dia.
"Gak papa sih cuma nanya soalnya mukanya Rasya ama Asya tuh hampir sama."kata Vira.
"Mukanya sama gak selalu kembar."kata dia.
"Yee gue mah tau kalau kaya gitu."kata Ghea.
"Eh lo namanya siapa ,kenalin nama gue Gion Putra Carolin." kata Gion.
"Gue Dion Putra Carolin, kembaran Gion."kata Dion.
"Asya."kata Asya dingin.
"Eh balik kelas yuk."ajak Dinda.
"Kuy..."balas mereka kecuali Asya dan Rei.
"Loh loh loh kok pada balik kita kesini."kata Dion.
"Mau masuk."kata Gheo mewakili.
"Ya udah sana."kata Gion dingin.
"Ye ngusir lo."kata Samuel.
"Udah ayo cepetan kelas."kata Vira menengahi.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sorry kalau typo.
KAMU SEDANG MEMBACA
ASYA
Acak~Menceritakan seorang anak yang di satukan kembali dengan keluarganya setelah ayahnya meminta rujuk ke ibunya. ~kakak possesive
