Pagi nya di Sekolah, aku mengobrol bersama Kyra dan Sandra.
Sambil menunggu bus nya datang aku pergi ke kantin untuk membeli cemilan, saat di kantin aku bertemu dengan Andra, Aku dan Andra saling melihat tanpa bicara sama sekali, Andra pun meninggalkan ku.
*ko menyebalkan ya :'(*
Kyra : Hey! Ayo cepat bus nya sudah datang Jova.
Aku : Ya, aku segera kesana.
Sebelum naik bus bu guru mengatur tempat duduknya, ternyata aku tidak duduk bersama Kyra atau Sandra, aku duduk bersama Andra.
*kenapa gitu lho :d*
Andra : Ayo naik, jangan diam saja!
Aku : Iya iya, sabar sedikit dong!
Ditengah perjalanan Andra memanggilku.
Andra : Jova..
Aku : apa -_-
Andra : Aku minta maaf ya, aku membuat mu marah.
Aku : Hmm, ya aku juga minta maaf, seharusnya aku tidak usah menyuruhmu untuk menjauh dari ku.
Andra : Ya, aku benar-benar merasa bersalah *posisi duduknya berubah menghadap ku*
Aku : iya sudah-sudah tidak usah berlebihan. :D
Andra : Jova bagaimana kalau kamu jadi pacarku?
Aku : HEY!! Tutup mulut mu, kalau yang lain mendengar bagaimana?!
*DAG DAG DIG DIG DUG DUG*
Andra : Iya, terus bagaiman kalo aku jadi pacarmu? *sambil berbisik-bisik*
Aku : Aku tidak tahu, kamu lebay deh.
Andra : Hahaha, yasudah tidak usah dibahas. :D
Mengapa Andra harus bertanya seperti itu, aku tidak bisa berkata-kata, sangat kuaget mendengarnya, rasanya ingin melompat keluar dari bus.
