Caroline Zamer gadis cantik keturunan korea yang tinggal di Jakarta, Indonesian. Wajahnya yang blsteran dan matanya yang sipit, membuatnya tidak hanya terlihat cantik, tapi juga sangat Imut. Kulitnya putih bersih dengan rambut pendek diatas punggung. Dan yang lebih menarik darinya adalah sepasang lesung pipi yang terlihat ketika dia tersenyum, membuat semakin manis dipandang.
Meskipun terlihat sempurna, sejatinya tidak ada seorang pun yang sempurna. Begitu juga dengan Caroline. Dibalik segudang kelebihannya yang dia miliki, gadis itu sangat susah untuk berbaur bersama orang lain apalgi orang yang baru ia kenal. Tidak terkecuali untuk seorang yang berperan besar dalam hidupnya.
Dan sayangnya di usianya yang baru menginjak remaja, dia harus diperebutkan oleh kedua keluarga besarnya. Setiap gerak geriknya pasti diintai oleh orang suruhan. Dan sejak itu pula dia merasa tak tahan dengan apa yang dilakukan kedua belah pihak itu.
“Ahkkhmmmm!”Dengusan nafas dikeluarkan ketika sesaat melihat ada seorang pria berbadan besar mendekat ke arahnya. Gadis itupun langsung memikirkan ide supaya bisa lolos dari sosok orang itu. Lalu dia langsung berlari ketika sesuatu keramaian terjadi ditempat itu. Berlari jauh menguras tenaga dan pernafasan.
Lalu ketika merasa sudah agak jauh dari pria berbadan besar itu, tiba-tiba ada seorang tampan yang mengalihkan pandangan matanya.
“ Jangan kebanyakan ngelamun. Ayo lari!” teriak seorang cowo membuat dia tersadar dan keterkejutannya. Kemudian mereka berdua lari mencari tempat sembunyi. Dan berakhir bersembunyi dibalik mobil yang terparkir disamping jalan.
Mereka berdua mengembuskan nafas. Tanpa menanyakan namanya Caroline langsung beranjak masuk ke rumahnya. Tidak disangka lelaki tersebut teringat di ingatannya terus.
“Apakah ini !”. Ujar Caroline dalam hati. Sudah lama semenjak kejadian itu sekarang tak pernah lagi melihat lelaki itu. Bodohnya aku tak meminta nomer telfonnya, “ Ahhhhk…mmmmm” dengan memukul mukul kepalanya.
Tiga bulan kemudian semua tak ada yang berubah pertikaian semakin menjadi jadi. Keluarga semakin berantakan dengan sifat keras kepala mereka. Ditambah kematian Abang yang tiba tiba dihari special nya. Mungkin Abang juga merasa cape melihat Ayah dan Mamah yang terus ingin bercerai, tapi bang Caroline sendrian sekarang.
Part 2masih berjalan yah kawan:-D , masih banyak kekurangan maaf
