Duh.

637 82 8
                                        





Jisoo mengelap sudut bibirnya pelan tetapi penuh tekanan agar salivanya yang bercampur gula berperisa anggur segera lenyap lalu ia membuang lolipop yang sudah menyusut ukurannya ke tempat sampah di pojok lorong.

Kedua netra coklatnya menatap lurus ke arah lift yang berada 5 meter didepannya. Tak lama terdengar suara dentingan disertai dengan pintu lift yang terbuka dan dua orang laki laki keluar dari lift sambil bercanda.

Jisoo buru buru berbalik menghadap ke arah tempat sampah dan berpura pura menyibukkan diri. Tudung hoodienya semakin melorot menutupi sebagian wajahnya.

Dia bisa mendengar obrolan kedua pria yang semakin mendekat kearahnya,namun sepersekian detik obrolan mereka terhenti ketika melewati Jisoo

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Dia bisa mendengar obrolan kedua pria yang semakin mendekat kearahnya,namun sepersekian detik obrolan mereka terhenti ketika melewati Jisoo.

Ketika dirasa kedua laki laki itu sudah agak jauh, Jisoo buru buru berlari ke arah lift yang masih terbuka dan segera menekan tombol lantai 7, tempat apartemennya.




" GOOOOOSSSHHHH "

Haechan terjungkal kaget mendengar suara kakaknya yang horor.

"ASTAGA!! ADA APA DENGANMU SIH!?" haechan mendamprat kesal seraya bangun dari lantai.

"Kamu juga ngapain disini siang siang gini?!" bukannya menjawab malah balik bertanya, membentak lagi.

Tunggu tunggu....

Haechan mengusap dadanya, lalu menarik nafas tenang sebelum bertanya dengan nada lebih normal karena sepertinya kakaknya itu baru mengalami sesuatu.

"r u okay? Wanna talk?" tawar Haechan yang tumben tumbennya normal. Ya kalian tau sendirilah Haechan itu bagaimana orangnya.

"nggak, aku gak mau cerita" Jisoo menjawab dengan melengos kasar dan berjalan kerah dapur.

"terserah, toh bentar lagi tanpa ditanya pasti cerita" monolog Haechan.

Dan benar saja, setelah menenggak rakus susu dingin dari kulkas Jisoo langsung kembali mendatangi Haechan di ruang tengah dengan ribut.

"Kamu tau gak—"

"Nggak—ADUH!!"

"MANGKANYA DENGERIN DULU ISH— aku.. Aku baru dapet tetangga baru di lantai ini kemarin"

Haechan cemberut sambil mengusap bahunya yang dipukul kakaknya keras sekali.

"Ya terus kenapa? Dia ganteng?"

"Emang kamu tau dia cewek atau cowok?"

Haechan hanya ber-ngg sebelum menggeleng, lalu bertanya "emang dia cewek?"

"Cowok sih"

Haechan melengos malas.

"TAPI kamu tau gak siapa dia?!"

Duh. || k i m  j i s o o ||Stories to obsess over. Discover now