WANGXIAN

1.5K 143 11
                                        

"Paman! Aku ingin menikah!"

Ucapan Wangji berhasil membuat Lan Qiren hampir menumpahkan teh-nya. Datang keruangan kerjanya, lalu sang keponakan kesayangannya mengatakan ingin menikah? Akhirnya Qiren bisa bernafas lega. Usia Wangji memang sudah pantas untuk mendapat gelar seorang ayah. Terlebih lagi Qiren terkadang merasa iri melihat semua rekan dan temannya kerap memamerkan kebersamaan mereka dengan cucu masing-masing.

"Itu keputusan yang sangat tepat Nak. Jadi seperti apa calon menantuku? Tentu saja dia pasti sangan menawan sampai bisa menarik perhatianmu. Bagaimana dengan pendidikannya? Kau pasti memilih seseorang dengan kecerdasan tinggi, dan tata krama yang baik dan yang paling penting adalah sepadan dengan kita. Pekerjaannya? Apakah dia seorang pemilik usaha? Pewaris perusahaan? Atau bahkan dia masih kuliah di luar negeri? Wangji, paman ingin sekali bertemu dengannya!"

Qiren sangat bahagia sampai tidak bisa berhenti bertanya.

"Paman benar. Dia benar-benar menawan sampai aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Dia cerdik, dan juga sangat menyukai musik. Seolah itu adalah bagian dari hidupnya. Mengenai pekerjaan, dia baru saja lulus dari universitas. Jadi masih belum bekerja."

"Oh, dia pasti salah satu anak dari relasi bisnis."

"Tidak Paman. Dia sama sekali tidak punya hubungan dengan perusahaan kita."

"Lantas siapa dia?"

"Dia adalah-"

"Selamat siang, tuan Lan. Ah tidak, aku salah. Selamat siang, Paman Qiren."

Pintu berwarna coklat itu terbuka, menampilkan Wei Wuxian dengan senyum lebar yang menghiasi bibirnya.

"Kau-kau! Putra Wei Changze! Untuk apa datang kemari!"

Rasa jengkel seketika memenuhi Qiren kala melihat putra orang yang paling dibencinya berdiri dihadapannya.

"Astaga, Lan Zhan.. bukankah kau mengatakan padaku akan berbicara pada Paman Qiren? Dan menyuruhku datang!" Wei Wuxian berjalan mendekati Wangji sambil mengerucutkan bibirnya.

"Wei Ying, aku memintamu untuk menunggu diruanganku. Kenapa kau kesini?" Seulas senyum yang jarang terlihat tergurat di bibir Wangji.

Qiren menatap horor keduanya. Bagaimana bisa keponakannya memberikan sebuah senyum pada bocah tidak tahu aturan dan sopan santun ini! Ia bahkan tidak pernah mendapati Wangji memiliki ekspresi selain wajah datar kepadanya setelah kedua orangtuanya meninggal. Kenapa!

"Wangji, apa maksudnya ini!"

"Paman, Wei Wuxian adalah orang yang akan aku nikahi."

"Apa! Tidak! Aku menentang pernikahan ini. Sampai kapanpun kalian tidak akan mendapatkan restuku! Dan kau, bocah berandal! Pergi dari hadapanku juga putuskan hubunganmu dengan Wangji!"

"Ehhh...jadi paman menolakku? Setelah apa yang Lan Zhan lakukan padaku bagaimana bisa aku meninggalkannya? Itu artinya aku tidak bisa menikah dengan orang lain selain Wangji." Dengan santainya Wuxian berkata seperti itu.

"Keturunan Lan tidak akan pernah melakukan hal yang melanggar peraturan yang berlaku di keluarga kami!"

"Lalu bagaimana dengan Paman sendiri? Mencintai ibukku yang sudah sangat jelas bertunangan dengan ayahku dan berniat mengacaukan pesta pernikahannya?"

"Kau! Lancang sekali!"

"Bagaimanapun juga, entah direstui atau tidak kami akan tetap menikah! Lan Zhan, ayo pergi dari sini!"

Wuxian menarik tangan Wangji, tidak peduli dengan Qiren yang terus mengucapkan kata-kata keras padanya. Sedangkan Wangji menatap Paman yang sudah membesarkan dengan tatapan sendu.

"Maafkan aku Paman, ini keputusanku. Selama ini aku tidak pernah meminta apapun padamu. Tapi aku mohon, untuk kali ini saja, biarkan aku bersama orang yang kucintai. Semoga nanti Paman bersedia menghadiri acara pernikahan kami. Aku permisi."

We Got Married!!Donde viven las historias. Descúbrelo ahora