Saint

33 3 1
                                        

Hujan pada saat pulang sekolah, Erd paling benci itu. Karena Erd paling tidak suka menunggu, jadi ia akan lebih memilih untuk pulang, dan jika ia pulang maka badannya akan basah. Namun, Erd tetap lebih memilih kebasahan daripada kebosanan.

Sekitar 15 menit setelah Erd berjalan ditengah hujan, akhirnya hujannya mulai reda. Namun, di tengah suara rintik-rintik hujan yang turun, satu teriakan terdengar di telinga Erd.

Siapapun yang membuat teriakan itu pasti orang kurang kerjaan, atau mungkin saja....

Entah apa yang dipikirkan Erd, dia langsung berlari mencari arah teriakan tadi. Setelah lama mencari, Erd pun sampai di sebuah bangunan tua yang sudah lama ditinggalkan.

Erd berjalan di sekeliling bangunan itu dan saat menemukan pintu masuk, ia terdiam sejenak.

Ia menghirup udara disekitarnya. Dan setelah itu ia bergumam 'rupanya ini benar dia.'

Erd pun langsung masuk dan berlari sekencang-kencangnya. Ia terus berlari sampai akhirnya berhenti di sebuah tempat yang cukup luas di tengah bangunan itu.

Bangunan itu sangat gelap, Erd tidak bisa melihat dengan baik.

"Kayaknya hari ini bakal capek " gumam Erd.

[ Shine Flash ]

Tiba-tiba saja cahaya yang sangat terang keluar dari mata Erd. Sehingga ia bisa melihat isi bangunan itu dengan jelas.

Dipojok ruangan itu Erd melihat seorang gadis yang terlihat masih memakai pakaian sekolah.

Gadis itu terlihat sangat ketakutan, Erd tau pasti hal yang ditakutkan gadis itu. Tak lain tak bukan, pasti monster yang kini tengah mendekati Erd dengan kecepatan penuhnya.

Erd tidak bergeming sedikitpun. Seakan sudah pasrah. Namun, saat serangan itu hampir mengenainya, ia menghilang.

Entah bagaimana ia tiba-tiba saja sudah berada di dekat gadis itu. Ia menggendong gadis itu dan berlari menuju pintu keluar.

Sesudah sampai keluar, Erd meletakkan gadis itu di tanah.

"Hei, hei, buka matamu. Nih udah diluar"

Gadis itu awalnya masih takut untuk membuka matanya. Namun setelah Erd meyakinkannya, ia pun membuka matanya perlahan.

Saat matanya terbuka sepenuhnya ia melihat ke sekeliling dan terlihat lega.

"Sekarang lari, kalo nggak entar ketangkap lagi sama tuh Hell Soul"
(*Hell Soul adalah jiwa jahat yang berasal dari perasaan negatif orang-orang yang terkurung di neraka, baik itu benci, takut, dan lain-lain. Karena perasaan negatif yang terlalu menumpuk tersebut akhirnya terbentuklah Hell Soul.)

Tanpa bertanya-tanya, gadis itu pun mengikuti perintah Erd dan berlari sekencang-kencangnya. Sementara itu Erd terdiam di depan pintu bangunan tadi, dan terlihat seperti sedang menunggu Hell Soul tadi.

Tak lama setelah itu, dari pintu keluar itu keluar makhluk tadi. Kini Erd bisa melihat makhluk itu dengan jelas.

Makhluk itu mirip seperti Satyr, namun kepalanya adalah kepala singa dan dihiasi dua tanduk di keningnya.

Begitu melihat Erd, Hell Soul itu langsung menyerangnya. Tapi Erd dengan mudahnya menghindari semua serangannya.

Erd hanya melompat kesana kesini seperti sedang mempermainkan Hell Soul itu.

Namun, setelah merasa cukup puas mempermainkan Hell Soul itu Erd mengambil jarak beberapa langkah. Kemudian, ia membentuk jarinya seperti sebuah pistol dan memasang kuda-kuda. Dari kedua jari telunjuk Erd keluar Psy Ball, yang disekeliling Psy Ball itu terdapat tegangan listrik yang keluar dari Psy Ball itu.

SaintWhere stories live. Discover now