Your Letter

589 87 4
                                        

Naruto adalah serial manga yang dibuat Masashi Kishimoto dan dianimasikan oleh studio Pierot
.
Dibuat untuk memeriahkan #NHFD2019
.
Enjoy!
.
.
.

Memasuki bulan April, tahun ajaran baru dimulai. Dan di hari pertamanya masuk sekolah, Hinata sudah mendapatkan sebuah surat yang ia temukan di loker uwabakinya. Surat itu dimasukan ke dalam amplop putih dengan tanda hati berwarna merah terang yang digambar dengan tangan di sisi depannya.

Hinata tentu saja terkejut, tak menyangka akan mendapatkan sebuah benda yang diindikasi merupakan surat cinta di hari pertamanya memasuki kelas dua. Ia menatap lamat-lamat amplop putih itu. Tapi karena tak ingin terlalu percaya diri, ia masukkan amplop itu ke dalam tas seolah tak terjadi apa-apa.

...

Hingga di jam terakhir pelajaran, Hinata sengaja tak membuka amplop itu. Ia memperkirakan orang yang memberikan surat akan memintanya bertemu saat pulang sekolah. Hinata belum siap untuk bertemu orang itu. Jadi jika ia tidak membacanya, ia akan seolah-olah tak tahu apa-apa.

...

Saat tiba di rumah barulah amplop itu ia buka. Di dalamnya terdapat selembar kertas yang dilipat menjadi dua dan terlihat tulisan yang diketik dengan font Calibri. Ternyata surat ini di-print, bukan hasil tulis tangan.
Hinata mulai membaca isi surat. Tapi belum ada satu menit ia sudah mengangkat kepalanya seraya mengerutkan dahi hingga kedua alisnya bertemu.

Selembar kertas tersebut ternyata hanya berisi sebaris kalimat. Dan isi kalimatnya tidak ada kata-kata romantis seperti yang dibayangkan di awal. Hinata mengesah, ini bukan surat cinta tapi surat tantangan.

Temui aku di bawah pohon sakura urutan ke lima dari gerbang sekolah hari ini. Jika kau terlambat atau tidak datang, tunggu saja akibatnya.

Uzumaki Naruto.

Begitulah isi suratnya. Bahkan nama si pengirim surat tantangan itu tertera dengan jelas—si anak laki-laki pirang mencolok dari kelas sebelah.

Hinata tidak ingat pernah berkenalan dengan laki-laki itu, itu berarti mereka sama sekali tidak dekat. Jadi untuk apa Naruto meminta gadis itu menemuinya dengan cara mengancam seperti ini.

Aneh sekali. Meski begitu ada sedikit rasa kesal, kecewa karena hati kecilnya sempat berharap sesuatu yang istimewa. Dengan kasar ia masukkan kertas-kertas itu ke dalam laci, tidak peduli dengan isi pesan penuh ancaman itu. Hinata yakin Naruto pasti hanya salah menaruh surat dan malah memasukannya ke dalam loker Hinata. Kalau seperti ini, Hinata tidak ingin ikut campur urusan anak laki-laki itu.

.
.
.

Keesokan paginya, saat membuka loker, Hinata kembali menemukan sebuah amplop yang tampilan luarnya sama persis seperti kemarin. Gadis berambut indigo itu melongo karena terkejut. Kemudian ia membuka amplop itu dan membaca saat itu juga—penasaran dengan isi suratnya.

Kau tidak datang dan membuatku menunggu sangat lama. Kau pikir aku bercanda dengan suratku yang kemarin? Kau bertanya apa yang akan kulakukan saat kita bertemu? Datang saja, di tempat yang sudah ditentukan kemarin, atau kau akan menanggung akibatnya, Hyuuga Hinata.

Uzumaki Naruto.

Dalam nol koma sekian detik Hinata merasa jantungnya berhenti berdetak. Ia terkejut karena namanya tertera jelas di sana, lengkap tanpa ada kesalahan ketik. Itu berarti Naruto tidak salah menaruh surat, laki-laki itu benar-benar mengajaknya bertemu.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 10, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Your LetterStories to obsess over. Discover now