Aku suka hujan, tapi aku tak pernah melihatnya. Aku hanya tahu dari buku cerita tentang keajaiban hujan, bagaimana terjadinya siklus air, dan bagaimana terbentuknya pelangi setelah hujan. Semuanya sangat luar biasa untukku.
"Mimpi ayo makan, jangan baca buku cerita terus"
"Iya ma" aku menutup bukuku dan pergi ke ruang makan.
"Kamu baca buku fiksi lagi?" tanya kakak perempuanku
"Itu bukan cerita fiksi kak, itu buku tentang hujan, itu nyata"
"Tahu darimana kamu itu nyata, kamu kan gak pernah lihat"
"Hanya karena kita gak pernah lihat bukan berarti itu gak nyata"
"Sudah sudah, setiap hari kalian debat kayak gini terus" mama mulai angkat bicara.
"Aku gak mau debat ma, aku cuma mau nyadarin dia untuk berhenti bermimpi dan sadar kalo hujan itu gak ada"
"Kalo hujan gak ada kayak mana kita bisa dapat air, apa kakak gak pernah mikir"
"Aku lebih tua dari kamu, aku bisa mikir makanya aku kasih tahu, gak usah sok pintar kamu"
Aku makan dalam diam. Kadang aku heran dengan kakakku ini, mengapa dia benar-benar tidak menyukai hujan. Berkebalikan denganku yang sangat menyukai hujan dan pelangi. Andai aku bisa melihatnya.
Aku penasaran sebenarnya mengapa dikotaku tak pernah ada hujan, tak mungkin hujan hanya karangan manusia untuk sebuah buku. Aku tak percaya kata-kata kakakku. Aku harus buktikan padanya bahwa hujan itu nyata, tapi bagaimana caranya?
Namaku Mimpi dan aku adalah bocah laki-laki berumur dua belas tahun. Rasa penasaranku tentang apa yang terjadi dikotaku hingga tak ada hujan membawaku dalam sebuah petualang besar. Apa yang akan terjadi setelah ini?
YOU ARE READING
Mencari Hujan
AdventureNamaku mimpi dan aku suka hujan, tapi dikotaku ini tak pernah ada hujan. Apa yang sebenarnya terjadi?
