Mengesampingkan kenyataan yang sangat keduanya benci, alasan mereka sama walau dengan hambatan yang teramat berbeda. Kali ini kesempatan itu terbuka untuk Mark, dan Mark tak ragu untuk mengambilnya.
"Tenanglah chan, aku hanya sekedar mengganti sesua...
Bagi Mark, Donghyuck adalah penghasut ulung, tiada hari tanpa kejahilannya. Dia si pencari celah kelemahan terkecil yang patut di waspadahi. Sekaligus rajanya tukang tipu dengan gaya bicara setinggi gunung himalaya yang terkadang ucapannya begitu absurd.
Donghyuck begitu percaya diri, dia sama halnya seorang bocah baru tumbuh yang tak memahami apapun, sayangnya, secara perlahan kepercayaan Donghyuck menghilang, mengikuti matahari terbenam.
Suatu hari donghyuck pernah menceritakan hal yang sama, rautnya tak ubahnya telantaran jalanan yang minta dikasihani, aktor abal - abal ini rupanya berhasil membuat mark muak.
Bukan dengan donghyuck, melainkan dirinya sendiri yang begitu pengecut.
"Jaemin begitu sempurna hyung"
"senyumnya bahkan begitu manis." Sambung haechan lantas terdiam. Ada hal yang lebih menyebalkan daripada mengamati respon Mark yang kelewat cuek mendengar ceritanya.
" Pantas jika Jeno begitu menyukainya." Manik yang menyala - nyala itu perlaham menyusut, meninggalkan donghyuck dengan sebongkah fakta.
Mungkin, senyuman setara raja siang itu masih ada, juga rajukan manja itu masih seringkali donghyuck gunakan, pula cengiran jahil itu pun masih terpampang, tapi Mark telah mengenal donghyuck lebih dari separuh usianya.
Mark tahu semua yang ada pada diri donghyuck tidak secerah dahulu.
Mark mungkin orang yang kelewat pasif, Haechan adalah nama yang dinobatkannya kepada Donghyuck. Dia adalah orang yang kaku, bukan salahnya jika mark terlambat menyadari. Dari sebelum - belumnya mark hanya mengamati kisah cinta haechan --yang bertepuk sebelah tangan karna mark percaya Haechan sadar diri bahwa cintanya kurang tepat.
Menyukai jeno -- kekasih dari karib dekatnya sendiri.
Mark sangat tahu jika Haechan tidak mungkin menusuk kawannya sendiri. Mark juga tahu jika suka Haechan hanya sementara --yang perlahan kepercayaan itu hilang sejalan dengan 6 bulan yang telah berlalu.
Rasanya janggal saat seseorang diseblahnya yang suka bicara menjadi banyak diamnnya.
Begitu aneh ketika kepercayaan diri meluncur secepat roket itu tiba - tiba terjatuh seperti tetesan hujan. Dan Mark benar - benar tidak menyukainya.
"Chan, ayo berkencan."
Uh oh rupanya kewarasan mark sama runtuhnya. Berbekal tekat yang membulat seperti bola, kenekatan itu mark hampiri, bahkan saat celah kesempatan teramat kecil terganti jurang keputus asaan.
Tbc
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Sebelumnya terima kasih buat kalian para pembaca yang mungkin tidak sengaja bertemu book ini dan mampir, dan ya tentu buat yang support cerita ini bukan sekedar jadi pembaca gelap wkwk. jejak kalian , ntah komen atau vote pasti akan membangun dan nambah semangat, thanks all ^^