Selepas bersenda gurau di lorong sekolah yang lumayan ramai, sandra merasa sedikit lapar. Terik matahari juga sudah mengalahkan arun, mereka berdua sepakat berjalan ke kantin, dengan kondisi arun yang masih harus terduduk di kursi sialan itu. Sembari berjalan, sepasang kaki dan roda menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, arun yang bisa di bilang manusia tanpa suara sangat dekat dengan gadis bandung yang menjadi incaran banyak lelaki di sekolah. Sandra masih saja tidak ambil pusing akan kejadian tersebut, akan tetapi berbeda dengan arun, di rasanya beban batin yang teramat sangat pedih menerima cibiran dari teman teman sekolahnya. Hanya sandra yang ada di pikirannya kala itu, ia tak henti akan seperti apa perasaan sandra saat dekat dengan lelaki kumal itu.
•••
Wanita semacam sandra memang impian banyak lelaki di dunia ini. Wajahnya terbalut paras yang memukau dengan kondisi pipi yang tirus seakan menjadi tujuan utama para lelaki untuk mendapatkan hatinya. Tubuhnya juga terbilang molek disertai buah dada yang juga adalah pemikat para pria. Rambutnya terurai panjang, dan tinggi badan yang masuk dalam kategori ideal. Tetapi di balik kondisi tubuh dan wajahnya ia bertemu Arun dengan segala keputus-asaan. Yang ada dipikiran arun mengenai Sandra hanya seorang gadis paling kesepihan hingga ia selalu melayangkan dunia pada tulisan. Mereka cukup dekat untuk ukuran teman, bahkan sampai-sampai tahu segala seluk-beluk masing-masing.
Waktu berjalan se enak-enaknya saja. Arun kini sudah tidak lagi memakai kursi roda yang menurutnya sialan itu. Sembari berada diatas motor tepat lima belas menit sebelum pukul tujuh ia bingung melepas rindu sebagai lelaki normal. Kedai tempat arun terlihat lumayan ramai tatkala ichal dan yelena terlihat mengobrol dan bersenda gurau bak dunia milik mereka berdua. Ichal adalah teman dekat arun yang ia kenal sudah sejak lama. Mereka biasanya membicarakan soal negara, politik bahkan humor yang berbau dewasa sembari duduk ngopi. Kopi hitam pekat datang diantar salah satu pegawai gondrong berambut ikal. Tak tahu ada apa antara mereka bertiga hingga harus mempertahankan mata pada layar ponsel masing-masing. Ichal terlihat seru bermain game, yelena terlihat asik melihatnya linimasa media sosial nya dan arun terlihat asik mengetik entah tulisan model apa pada handphone nya.
Gadis berambut panjang mengenakan kaus merah dibalut jaket hitam terlihat menghampiri mereka. Sandra terlihat tengah sibuk mencari sesuatu di dalam tas yang saat itu ia pakai seragam dengan warna busana. "Run, kamu kok minum kopi lagi?" Tanya Sandra tanpa melayangkan pandangan meraka. Sontak saja lelaki itu kaget betul terhadap kehadiran sandra yang datang tanpa menghubungi arun terlebih dulu. Diam yang semula menggerayangi mereka berubah saat sandra duduk dekat di samping arun. Ichal dan yelena larut dalam cerita Sandra mengenai pertemuan antara ia dan arun. Arun kala itu terlihat sedikit tersenyum dan hanya mengamati sandra yang tengah mencapai tahap klimaks dalam cerita pertemuan mereka. Di seruput nya kopi hitam hari itu untuk pertama kali sampai-sampai memaksa sandra untuk menghentikan tindakannya itu.
"Kamu lebih baik minum ini run"
"Tapi ini kopi pertamaku setelah dua minggu ini"
"Tapi air putih ini jadi minuman pertama mu di kedai ini, sambil ngobrol sama mereka"
"Biar aku yang minum kopimu" seruduk sandra. Lelaki itu hanya pasrah melihat kopi pesanannya di minum sandra hingga setengah gelas.
Setelah mereka puas ngobrol mulai pertemuan antara matahari dan bulan itu, sandra terkejut saat arun membuka obrolan mengenai hak asasi manusia yang ditujukan pada Ichal dan Yelena. Sandra terlihat begitu bingung terhadap obrolan mengenai hak asasi manusia di masa lalu yang menimpa Indonesia kala itu. Beberapa tokoh mengenai Wiji Thukul, marsinah dan Munir seakan-akan menjadi pelengkap dari perdebatan mereka. Dia hanya bisa membisu dan mengamati Arun yang terlihat pandai dalam obrolan tersebut. Ribuan detik berubah menjadi keseharusan sandra untuk segera pamit undur diri dari mereka. Ichal dan yelena cuma bisa terlihat bingung terhadap pamit sandra musabab jam masih menunjukkan pukul sepuluh lewat lima menit. Mereka berdua paham akan kondisi hati arun yang tengah dilanda fajar cinta terhadap sandra. Mereka hanya bisa merelakan pamit arun juga terhadap pamitnya untuk mengantar sandra dan langsung menuju rumah.
YOU ARE READING
KEPING
RomanceCuap-Cuap penulis. Keping adalah suatu bagian dari banyaknya cerita yang telah penulis tulis. Dari buku #KEPING kita bisa melihat suatu kisah yang tokoh utamanya adalah Arun Temaru, seorang lelaki yang begitu dingin sebab keterpukulan hebat di masa...
