+ O1

2.4K 179 23
                                        

"Adikku yang paling manis, bangun sekarang atau mau gue sirem?"


Gue mulai mengerjapkan mata berulangkali, merasa terganggu oleh suara-suara serta ketukan pintu yang berasal dari luar kamar, hal itu mau gak mau ngebuat gue bangun dari tidur pulas.


Dengan kesal, kaki gue menendang selimut yang menutupi setengah badan gue hingga tidak lagi berada di atasnya. Belum sepenuhnya sadar, gue memutuskan untuk bangun dan duduk di atas ranjang. Lalu, menyahuti panggilan dari balik pintu kamar itu dengan suara yang masih serak akibat baru bangun tidur, "Berisik, gue udah bangun."


"Buruan, udah siang. Gue tinggal kalo lo lama, bodoamat."


Setelah mengatakannya, suara langkah kaki perlahan terdengar menjauh dari arah pintu, dan dapat gue pastikan orang yang sedari tadi berada di luar kamar udah pergi meninggalkan tempatnya. Sedangkan gue yang mulai sadar sepenuhnya, memilih untuk mengedarkan pandangan, melihat jam dinding yang udah menunjukkan pukul setengah enam pagi.

"Masih pagi, anjir." gue ngegerutu pelan seraya berdiri dan melangkah dengan malas menuju kamar mandi.

++


30 menit gue habiskan untuk sekadar mempersiapkan diri sebelum pergi ke sekolah. Gue kembali berdiri di depan cermin besar dengan tas yang berada di punggung, bercermin sekali lagi untuk memastikan penampilan gue udah rapih dan gak keliatan aneh.

Setelah gue rasa udah oke, gue pun memutuskan untuk turun dan bergabung dengan orang rumah yang udah berkumpul di ruang makan, menunggu sarapan. Mama yang melihat gue memasuki ruang makan, lantas memanggil dan menyuruh gue untuk duduk, "Udah selesai? Sini sarapan dulu," katanya sembari sibuk menyiapkan sarapan.


Gue hanya mengangguk, lalu duduk di kursi sebelah cowok yang tadi ngebangunin gue dengan paksa alias Abang gue yang sekarang lagi meminum susu coklatnya.


"Tumben lo bangun pagi, Bang?" tanya gue ke Hyunjae, Abang yang lahir beberapa tahun lebih dulu dari gue.


"Ada janji dadakan. Lo makan jangan ngaret, nanti gue tinggal." katanya, sibuk mainin hapenya.


"Lah, gue berangkat sama lu?" tanya gue bingung karena sempat ngira kalo Papa yang bakal nganterin gue. Lagian, semalem Papa bilang mau nganter gue sekolah kok. Gue lupa aja kalo beliau orang yang sibuk.


Hyunjae mengangkat alisnya sebelah, menatap gue dengan tatapan tanya, "Mau berangkat sendiri lo?"


Gue mengangguk paham, lalu bertanya ke dia,  "Papa ke mana, dah?"

"Udah berangkat, katanya ada meeting dadakan." jawabnya sambil menaikkan bahunya gak peduli.


Omongan lelaki memang gak boleh dipercaya.

Mata gue menatap Mama yang kini menyerahkan piring ke hadapan gue dan bang Hyunjae, menyuruh untuk segera memakannya. Tanpa berlama-lama, gue mulai menyantap sarapannya dengan tenang, gak lupa nyuruh si Hyunjae buat makan karena dia masih sibuk dengan benda persegi panjangnya itu. Dia nyuruh gue buat gak ngaret, tapi sendirinya lebih ngaret dari gue.

classmate, kim sunwoo.Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora