| 1 |

67 12 0
                                        

• • •

Rok abu
Seragam putih
Sweater

Tak satu hari pun sweater lepas dari tubuh  Adara dan satu alasan yang membuatnya selalu memakai sweater yaitu Hipotermia penyakit yang telah di idapnya sejak kecil.

Hipotermia adalah kelainan tubuh yang tidak dapat menerima rasa dingin berlebihan,dampak yang disebabkan bisa berupa mual,sakit kepala,bahkan sampai tak sadarkan diri.

Sebab itu lah sweater,hoodie dan jaket menjadi salah satu keharusan yang ia bawa ataupun pakai.

.
.

XI IPS 1

Adara atau yang biasa di sapa Dara memasuki kelas yang sudah terpampang namanya,

Sepi

Satu kata yang bisa di deskripsikan saat memasuki kelasnya,memang sudah biasa Dara berangkat lebih awal dari rumah karena keramaian yang sangat ia hindari.

Ia duduk di bangku kedua urutan kedua didekat jendela.

Memiliki teman?

Bukannya tidak mau memiliki teman, namun rasa sulit untuk bersosialisasi-nya membuat Dara lebih baik menyendiri dan menghidari sosialisasi bahkan keramaian.

.
.

Pikirnya, Hari pertama kembali bersekolah tak terlalu buruk, karena Dara mendapatkan partner bangku tidak seperti sebelumnya yang terbiasa duduk sendiri.

Jam sudah menunjukan pukul 13.45, sudah  menjadi kesenangan para murid untuk kembali ke rumahnya masing-masing,

Begitupun dengan Dara yang sedang melangkahkan kakinya sambil memegang Thai tea yang ia beli sebelum pulang menuju gerbang sekolah, jangan sangka jika ia menaiki kendaraan pribadi,dijemput supir bahkan dijemput orangtua,

Karena sudah 3 tahun lebih Dara pulang maupun pergi sekolah menaiki Angkutan Umum.

Line !

Mamah

Ra udah udah mulai mendung,cepat pulang jangan lupa pakai jaket.

Adara

Iya mahh

Brakk

Dara membelalakkan matanya.

Astaga

Karena langkahnya yang tidak hati-hati karena memainkan handphone sambil berjalan alhasil ia menabrak seseorang dan lebih parahnya Thai tea yang ia pegang sudah membasahi baju sang lelaki yang ia tabrak.

"Bangsat."

"Maaf maaf gw galiat."

"Kalo jalan liat-liat! Punya mata ga digunain itu namanya bego,

Asalkan lo tau berurusan sama gw lo gaakan bisa bebas."

"Udah lah yong, cuma basah doang baju lo besok bisa ganti kan?" Ucap salah satu temannya.

"Awas aja lo."

Mungkin prasangka-nya yang tidak terlalu buruk di hari pertama sekolah menjadi kesalahan terbesar karena ini hari buruk baginya.

.
.

"Heh lo."

Dara yang sedang berjalan menuju kelasnya berhenti karena teriakan seseorang dibelakangnya.

Mati gw

Lelaki yang sempat Dara tabrak kemarin berjalan menghampirinya.

"Masih inget kesalahan lo?"

"Gw kan udah minta maaf,lagian sekarang baju lo udah bersih kan?"

"Ga ada kata memaafkan dari gw."

"Ya terus gw harus apa?" Demi apapun Dara cukup jengkel dengan lelaki satu ini.

"Jadi pacar gw selama 1 bulan."

Wtf.

Matanya kembali membelalak didepan lelaki ini.

"Mending gw jadi babu lo dari pada jadi pacar lo."

"Deal. Mulai sekarang lo jadi babu gw sebulan penuh."

Sosialisasi-nya dengan seseorang yang harusnya berjalan mulus malah berujung seperti ini.

"Hah?"

"Lo yang nawarin,ya gw terima

Udah bagus-bagus gw tawarin jadi pacar gw lo nolak,bego."

Oke jadi ini kedua kalinya lelaki menyebalkan ini mengatainya bego.

"Gw ga mau."

"Udah deal dan gaada penolakan,
Dan selama lo jadi babu gw lo harus nurutin apa yang gw perintah."

"Serah lo."

Dara kembali melanjutkan jalannya tanpa mempedulikan teriakan lelaki dengan bet nama L.Taeyong.

Semoga beban gw ga nambah.

.
.

Bel pulang sudah berbunyi 10 menit yang lalu,namun Dara enggan meninggalkan bangkunya karena ia menghindari Taeyong yang jelas-jelas akan membuatnya menderita 1 bulan ini.

Brakkk

Dara hampir terpelonjak saat setumpuk buku menghantam mejanya dengan keras.

Kepalanya mendonggak pada seseorang yang sedang ia hindari sekarang.

Taeyong

"Perintah pertama, kerjain tugas gw."

Belum sempat Dara menjawab titah Taeyong,lelaki menyebalkan tersebut sudah meninggalkan Dara dengan emosi yang tak tertahan.

Blammm

Malang nasibnya tembok sisi Dara yang mendapat bogem mentah dari tangan kanannya.

• • •

care | ltyWhere stories live. Discover now