1st

4 0 0
                                        

Happy reading 😁

***

Tanah merah basah terasa licin saat seorang gadis mungil dengan raincoat kuning berpayung di sepanjang jalan setapak. Terkadang dia melompat pada genangan air pada cerukan yang muncul pada jalur ban traktor menuju lumbung di ujung estate. Kemudian terhuyung mencari keseimbangan saat nyaris terpeleset. Tertawa. Memekik. Melonjak.

" Bhumi..."

Gadis mungil itu mendongak, dan memamerkan sederet gigi yang sudah tak genap. Kemudian berlari melompati genangan yang akhirnya melukis bercak kecoklatan di sepatu boot-nya.

" Mommy, kenapa hujan?" Gadis yang dipanggil Bhumi menggaruk hidungnya yang basah namun sebenarnya tidak gatal

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

" Mommy, kenapa hujan?" Gadis yang dipanggil Bhumi menggaruk hidungnya yang basah namun sebenarnya tidak gatal. Seorang wanita muda tersenyum, kemudian menuntun si gadis mungil menaiki tangga porch dengan gerakan melompat.

" Sayang, kenapa melompat-lompat?"

" I'm tiger mommy. Tiger love to bounch. Tiger bounch...hoop hoop," Bhumi tertawa. Kuncir kudanya bergoyang saat raincoat kuning yang dipakainya dilepas dan digantung di dekat ayunan yang ada

" But sometimes, Tiger doesn't bounch. He can getting tired."

Merasa konyol dengan gadis kecilnya, dicubitnya pelan hidung cherry Bhumi. Disaat kawan-kawannya memilih Sophia, McStuffin, atau karakter lain yang girly, Bhumi memilih karakter klasik namun juga bukan karakter yang lumrah dipilih anak-anak lain.

" Mommy, look... Rainbow..." pekik Bhumi riang. " Mommy, Hugo said daddy was there." Tunjuknya ke arah ekor pelangi yang menghilang di rimbunnya pepohonan di ujung jalan. Disebutnya nama salah satu teman di daycare.

Wanita muda itu terdiam sesaat, dan tersenyum lembut. " Bukan sayang, Daddy tidak ada disana. Pelangi itu muncul karena air hujan yang masih menggantung di langit, terkena sinar. Next time I will show you one."

Mata Bhumi membulat. Sekali lagi senyumnya mengembang. Dia sangat suka ketika mommy menjanjikan sesuatu yang misterius.

" Bhumi sekarang mandi, dan mommy akan buatkan coklat panas kesukaan Bhumi. Aye?"

" Aye aye captain." Dan seperti sudah bisa ditebak, Bhumi dengan lompatan yang begitu berisik meramaikan sore yang tenang.

***

" Kamu pulang, Nak! Ibuk kangen Bhumi," pinta ibu di skype tadi pagi. Prada masih menimang-nimang. Apakah bertahan akan membuatnya seolah durhaka pada orang tua? Tetapi jika dia memutuskan untuk setuju, apakah dia akan sanggup menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang selama ini menjadi ketakutannya? Entahlah. Prada masih bingung. Hanya saja, ada sebersit perasaan, Bhumi layak mendapatkan haknya sebagai seorang anak, dan seorang cucu.

" Mommy, no cry mommy. Mommy, pretty girl don't cry."

Prada menoleh. Gadis kecilnya meringkuk seperti bola di pelukan. Mata bulatnya menengadah.
Aah...gadisnya.

" Mommy tidak menangis. Mommy pretty girl," senyum Prada mengembang. Dan Bhumi tertawa. " Mommy, good mommy."
Lalu senyap. Digantikan suara dengkuran halus Bhumi. Prada mengecup poni Bhumi, dan berharap segera terlelap seperti putri kecilnya.

***

PradaWhere stories live. Discover now