Seonggok daging erat memeluk tulang
Disana mengalir merah membasuh lara
Menitik menyejuk rangka
Membenarkan bahwa aku hidup
Sungguh itu tak berarti
Kala teringat betapa hampa hati
Lisan tak berucap, tiada ampun kupanjat
Sekejap rasa ini pilu
Mengenas terkenang diri hanyalah ampas
Hinanya diri
Betapa pula badaniah tak kuacuh
Batin membusuk kala raga tak mengindah-Mu
Ampunlah seonggok daging ini
Tak bermalu tegak di hadap-Mu
Padang, 16 Maret 2019
