Bangun, sholat..." bisiku padanya, suami yang pulang entah jam berapa. sebentar dia membuka mata, lalu terpejam lagi dan membalik arah tubuhnya.
"Bangun...!" mulai sabarku hilang. sedih rasanya, jauh-jauh puasa Senin Kamis, sholat saja kadang dia tegakkan. "Bangun!" kataku sambil agak ketus.
sambil dia terbelalak dia melempar bantalnya ke arahku.
aku kehabisan kata-kata. apa salahnya aku. ingin aku lempar kembali bantal itu.
dia keluar kamar kami. pergi, entah kemana. tak lama ku dengar suara stater mobil.
aku masih terduduk sedih.. melamun entah apa. tetiba lamunan ku kabur, anakku yang baru saja belajar merangkak, sudah ada di lahunanku.
ku peluk cium... aku menangis sejadi jadinya. jemari tangan kecil nya meremas pipi dan hidungku.
"maafkan ibu, nak..."
YOU ARE READING
Hazza
Romance"Bangun, sholat..." bisiku padanya, suami yang pulang entah jam berapa. sebentar dia membuka mata, lalu terpejam lagi dan membalik arah tubuhnya. "Bangun...!" mulai sabarku hilang. sedih rasanya, jauh-jauh puasa Senin Kamis, sholat saja kadang dia...
