Suara nyaring nada dering ponsel membuat sosok yang masih terlelap di balik selimut itu bergerak pelan. Tangannya merasa-raba kesebelah kanan. Arah dimana ada meja nakas kecil tempat ia biasa meletakkan ponselnya. Suara deringan yang kian mengeras dan tangannya yang masih belum juga menemukan posisi ponselnya, membuat sosok dibalik selimut itu bangun dengan kesal. Ia membuka matanya perlahan, membiarkan matanya untuk beradaptasi dengan cahaya matahari yang menyapa melalui celah-celah korden jendela.
Sosok itu bernama Saerin. Im Saerin. Gadis berusia 27 tahun yang berprofesi sebagai desainer. Tahun ini Saerin baru saja mendapatkan label sendiri untuk desain baju dan gaun-gaun cantiknya. Ssaim.
Tepat ketika ponsel itu sudah ada di genggamanya, deringan ponselnya berhenti. Membuatnya menghela nafas kesal. Tanpa mengecek siapa yang telah menelfonnya. Ia meletakkan kembali ponsel tersebut dan akan melanjutkan tidurnya. Belum sampai ia kembali memejamkan mata suara ponsel itu terdengar lagi.
Nayu <3
Nama yang tertera pada layar ponselnya. Ia mengerang kesal sebelum akhirnya menjawab panggilan itu.
"Yuta ! Aku baru saja tidur jam 5 tadi dan kau membangunkanku sepagi ini?!"
Sembur Saerin. Ia memekik karena suaranya sedikit parau pasca terbangun dari tidur.
"Selamat pagi juga, sayang~"
Dari sambungan disebrang ia mendengar suara bersemangat kekasihnya.
Ia menghela nafas keras. Memastikan bahwa kekasihnya mendengar dengan jelas di sebrang sana. Dan benar, ia bisa mendengar suara kekehan sedetik setelahnya.
Sebenarnya, sekarang tidaklah terlalu pagi. Jam digital di sebelah ranjang tidurnya menunjukkan angka 09.00 pagi. Tapi bagi seseorang seperti Saerin yang baru bisa memejamkan matanya pada dini hari, angka 9 masih terlalu pagi untuk memulai kegiatan apapun. Lagipula tidak biasanya kekasihnya itu menelfonnya sepagi ini.
"Aku di depan rumahmu. Bisa kau membuka pintu?" Yuta. Kekasih Saerin berujar.
Ia mengerjapkan matanya beberapa kali. Mencoba memproses perkataan kekasihnya barusan. Ketika ia sadar dengan ucapan kekasihnya, ia menendang selimut yang masih membalut sebagian tubuhnya dan berjalan tergesa-gesa menuju pintu rumahnya.
Dan benar, ketika ia membuka pintu kayu itu, ia mendapati sosok kekasihnya tengah tersenyum cerah sekali. Yuta, laki-lai itu hanya berbalut kaos putih tipis dan jaket parasut bewarna navy serta celana training hitam. Tidak ada topi dan masker. Saerin langsung menarik masuk Yuta dan mengunci rapat pintu rumahnya.
Yuta yang menjadi korban penarikan kasar itu hanya menautkan alisnya bingung. Kekasih cantiknya itu kini tengah berkacak pinggang di depannya.
"Kau gila ya. Kalau ada seseorang yang melihatmu bagaimana?" kesal Saerin.
Jika saja yang sekarang ada didepannya bukan seseorang yang dikenal seluruh penduduk Korea,mungkin ia tidak akan bersikap berlebihan seperti ini. Namun kekasihnya ini adalah Yuta. Nakamoto Yuta anggota dari boygroup NCT 127 yang sangat terkenal itu. Jika tetangganya tahu siapa yang berkunjung pagi-pagi kerumahnya bukan tidak mungkin ia bisa menjadi headline berita di beberapa media cetak esok harinya.
"Kau berlebihan sekali. Manager hyung sudah memastikan tidak orang yang mengikutiku tadi."
"Tetap saja. Kau harus selalu waspada, Yuta. Orang-orang yang berburu berita tentangmu mengerikan sekali asal kau tahu."
Sepasang kekasih itu berjalan menjauh dari pintu. Saerin masih melanjutkan omelannya. Seperti biasa jika Yuta berkunjung kerumahnya, Saerin pasti akan mengomel panjang lebar kepada Yuta sebelum akhirnya berhampur untuk memeluk kekasihnya. Berbisik pelan seberapa besar Saerin merindukannya. Yuta mengeratkan pelukannya, Saerin yang bertubuh lebih pendek dari dirinya menenggelamkan wajahnya diceruk leher Yuta yang membuatnya dengan mudah mencium sayang puncak kepala gadisnya. Dan berbisik kembali bahwa ia lebih merindukan Saerin.
YOU ARE READING
Between Us
RomanceTentang Yuta dan cara lelaki itu mencintai gadisnya. "Sebanyak aku ingin tetap membuatmu bersamaku, tapi aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan untuk itu." "Jangan menjanjikan apapun, kau hanya cukup berjalan disampingku dan menggenggamku sep...
