Ironisnya kami memang dekat, tapi tidak saling mengenal. Kami bersama, namun saling tidak memahami. Berpura-pura paham, sebenarnya tidak. demi mengatasnamakan sahabat, kita menjadi tokoh dengan topeng berbeda-beda.
Untuk Saling mempercayai ternyata serumit itu, bahkan satu tahun lebih atau bahkan dua tahun genap, seolah tidak berarti apa². Seolah semua itu memang layak terjadi dan tidak berarti.
Memangnya siapa yang perlu disalahkan? Tidak ada.
Memang keadaannya seperti ini dan waktu belum mempercayai.
Kita dekat, sekaligus jauh. Nyata namun juga seperti imaji. Terlihat walau kadang menjadi ilusi.
YOU ARE READING
KATA
RandomKata yang tidak sengaja tertulis, sederet kalimat mengikuti alur mood. kata yang selalu terjeda oleh waktu. kata yang bahkan tidak pernah sempat diucapkan.
