Prolog

3 0 0
                                        

Hari Ini sama dengan hari-hari kemarin, tak ada yang berubah dari dulu sampai sekarang.
Kadang aku merasa heran dengan kehidupan yang rasanya tak pernah mau berpihak kepadaku.
Hufffftt, sampai kapan???
Lagi, pertanyaan yang sama setiap tahunnya. Entah sampai kapan dan harus bagaimana aku akan menjalani kehidupanku tahun ini.
Memulai dari awal kembali, dan lagi kata itu yang selalu muncul setiap kali aku kembali menuai kegagalan seperti dimasa lalu. Dan yah, asal kamu tau ini mungkin agak seperti yang kalian fikir...
Sejak saat itu, seakan kebahagiaan bahkan kehidupan ini enggan bersahabat bahkan mampir sejenak untuk menghibur kesepian ini.

Yah, semuanya dimulai sejak aku mengenal yang namanya kenakalan remaja. Bingung, untuk memulai kisah ini dari mana.
Bahkan untuk mengingat kenangan demi kenangan pahit yang kulalui selama inipun rasanya sangat menyakitkan untuk diungkapkan, seakan mencekik ingin membunuhku secara perlahan.
Tak ada obat yang bisa menyembuhkan selain seseorang yang telah duluan dipanggil oleh sang pencipta...

Dan seseorang yang penting itu adalah AYAH.

Entah akan seperti apa kisah ini nantinya aku tidak tau, akan berjalan kemana alurnya akupun tak bisa menebaknya.
Yang jelas aku hanya ingin berbagi kisah pahit yang mungkin akan menjadi pelajaran berharga buat yang membaca dan untuk pegangan saja buat anak-anakku agar mereka sadar betapa berharganya seorang wanita untuk tidak disakiti, karena wanita kadang lupa bahwa dia begitu berharga sehingga dengan mudahnya merendahkan dirinya sendiri dihadapan seorang pria...


Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Mar 28, 2020 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Belum Ada judulDonde viven las historias. Descúbrelo ahora