Apakah kalian pernah merasa seakan hidup kalian tidak berguna?Seakan kalian tidak memiliki tujuan hidup?Seakan jika kalian meninggal pun tidak akan ada orang menangisi kepergian kalian? Jika jawaban kalian iya,well kalian tidak sendirian. Hidup ini terkadang seperti mempermainkan kita, dimana ada beberapa hal yang kita tidak inginkan terjadi, but it happens seperti hidup ku ini.
Nama ku Petra dan usiaku saat ini masih 16 tahun tapi aku saat ini sudah kuliah semester pertama di sebuah universitas swasta di Surabaya. Heran? Ya, mari ku ceritakkan sedikit mengenai hidupku. Pada saat usiaku masih 5 tahun, aku masih tinggal bersama kedua orang tua kandungku. Papaku hanya bekerja sebagai cleaning service di sebuah mall Surabaya, dan mama ku hanya seorang pegawai biasa. Kehidupan kami sangat susah hingga kedua orang tua ku selalu bertengkar setiap hari sampai suatu ketika kedua orang tua ku bertengkar hebat dan papaku mendorong mamaku sampai terjatuh di lantai dan mamaku mengalami gegar otak yang akhirnya tidak bisa terselamatkan lagi. Malam dimana aku melihat mama ku meninggal adalah malam terburuk dalam hidupku. Aku ingat sekali saat itu setelah papaku mendorong mamaku kemudian mama ku tidak bernafas lagi, aku langsung berlari keluar rumah. Jika kalian berpikir aku keluar rumah untuk mencari bantuan, maka kalian salah besar. Aku berlari keluar rumah meskipun saat itu hujan deras dan papaku terus memanggil namaku, tapi yang aku lakukan hanyalah terus berlari. Sesampainya disebuah pantai dekat rumahku, aku berhenti berlari. Saat itu, yang terbesit dikepalaku hanyalah aku ingin mengakhiri hidup ini.
Mungkin bagi kalian yang berasal dari keluarga harmonis, tidak akan pernah mengerti perasaan ku. Perasaan seorang anak yang selama 5 tahun hidupnya hanya terus menerus mendengar orang tua bertengkar, perasaan seorang anak yang melihat mama nya meninggal tepat didepan mata, perasaan seorang anak yang merasa ia adalah sebuah penyebab kekacauan bagi keluarganya. Saat itu aku hanya terus berpikir, andaikan diriku tidak dilahirkan didunia ini apakah kondisi kedua orang tua ku akan harmonis? Andaikan aku mati saat ini apakah kondisi papa akan lebih baik? Saat itu, adalah moment paling menyakitkan dalam hidupku. Dan saat itu juga, aku bertemu dengan seorang anak perempuan yang tiba-tiba mengulurkan tangannya padaku dan bertanya “Kenapa kamu menangis?”, dan anak perempuan itu yang menghentikkan niatku untuk bunuh diri dan yang berhasil mengubah hidupku sampai saat ini.
