Gejala Awal

219 10 0
                                        

Juni 2014, Bangun di Minggu pagi

seperti biasa di minggu pagi , kami sekeluarga bangun dan siap2 untuk  ibadah gereja,

"Ma kok tangan papa agak kaku ya sebelah kanan" .keluh papa

"Kenapa pak, mungkin salah tidur kali" ucap mama

"ia mungkin" ucap papa

"Ya sudah siap2 mandi kita ibadah jam 9 nih nanti telat" ucap mama

Selesai mandi papa pun bersalin sambil memakai baju

" Kok tangan jari papa agak kaku ya, masukin kancing susah banget" ucap papa

" Perasaan kamu gimana? tanya mama

" Ya nggak apa sih, cuma sedikit kaku aja"

"Kalau kamu kurang sehat kita nggak usah ibadah, kamu sanggup nggak bawa mobil? " tanya mama

" Sanggup kok, nggak apa 2"

Akhirnya mereka berangkat duluan pergi ke Gereja.

Kami pun bertemu di Gereja, dan selesai ibadah kami pun seperti biasa makan siang bersama .

Sore hari nya aku mendapat telepon dari mama bahwa papa sakit tangan nya dan aku disuruh jemput mereka di rumah sodara aku.

" Nael kamu di mana? tanya mama

" Baru selesai nonton nih ma" ucap      aku

" Kamu tolong jemput kita ya di Kencana, papa kamu kayanya sakit nih" .

" Tadi pagi  bawa mobil  miring - miring terus, mama takut kalau papa kamu nyetir ada apa2 di jalan"

" Ya udah nael nanti jemput ke sana"

Aku pun sampai di rumah opung aku dan akun melihat bicara papa seperti cadel dan tangan kanan nya agak lemah, aku menduga papa terserang stroke ringan.

Dalam perjalan pulang, kami mengajak papa untuk periksa ke tempat prakter dokter langganan keluarga kami

" Ya sudah pa kita ke dr. Weny aja ya? tanya aku

" Nggak usah besok aja papa sekalian periksa di Rumah Sakit Haji"

" Sekarang aja pa, kita langsung ke sana"

Sampai lah kami di  rumah dr. Weny, dan papa diperiksa , dan hasilnya papa terkena serangan stroke ringan.

Kami pun cukup kaget, tetapi menurut dokter tidak apa dan kami pun diberikan resep obat.

" Ini saya kasih resep ya dan tolong dihabiskan , untuk sementara kondisinya tidak apa - apa, dan mohon dijaga sementara pola makannya ya pak" ucap dokter

" Oh ia dok , kami ada rencana liburan ke Bali, dengan kondisi papa seperti ini tidak apa- apa dok?"

" Ya sebenarnya harus istirahat, kalau memang harus berangkat saran saya jangan terlalu capai"

" Baik dok terima kasih"

Kami pun kembali ke rumah dan aku pergi untuk membeli obat papa.

Liburan ke Bali

Sudah lama saya ingin ajak mama dan papa liburan ke Bali, dan aku memutuskan pada Bulan Oktober untuk pergi ke sana

Aku pun tidak sabar, dan aku akhirnya mencari tiket untuk memajukan rencana ke Bali pada bulan Juni.

Pagi hari jam 5 kami bangun  siap siap untuk berangkat ke Bandara, karena harus mengejar penerbangan ke Bali pukul 9.00.

Pukul 6.00 mobil jemputan kami pun datang , kami segera memasukkan barang2 dan berangkat di Bandara, aku lihat wajah papa dan mama begitu senang dan bahagia.

Akhirnya kami pun tiba di Bandara, dan langsung Check in.

Pukul  11.00 , kami pun tiba di Bali, dan supir yang menjemput kami pun sudah tiba, sebelum menuju hotel kami pun berkelililng ke beberapa tempat wisata yang tidak terlalu jauh dari hotel hingga sore hari nya kami menuju ke hotel untuk istirahat.

Besok pagi nya kami siap2 untuk keliling lagi ke beberapa tempat wisata yang ada di Bali, menjelang siang setelah makan siang , tiba2 di dalam mobil papa merasakan seperti ada serangan, kami pun panik dan saya minta supir untuk membawa ke rumah sakit terdekat.

Sampai lah kami di salah satu rumah sakit umum , dan papa segera masuk ke UGD untuk diperiksa, hari itu pun sedikit panik dan tegang , kuatir.

Dokter pun memanggil kami ,

" Begini , sebelum nya apakah bapak pernah ada keluhan sakit sebelumnya? tanya dokter

" Ia dok, memang kemarin papa mendapat serangan stroke , dan menurut dokter tidak apa"

" Oh begitu, sudah berapa lama di Bali?

" Ini hari kedua dok" jawab aku

" Ya audah sementara papa kamu istirahat saja dulu, dan kalau bisa segera periksa kan ke runah sakit yang lebih besar untuk citiscan atau MRI"

"Saran saya kalau memang harus dipercepat pulang nya, lebih baik diperiksa di Jakarta". ucap dokter

Kami pun semakin panik karena liburan kami jadi tidak tenang

Akhirnya papa sudah merasa baikan , papa minta pulang ke Hotel

" Sudah kalian nikmati saja liburan, papa nggak apa2 kok, papa istirahat aja di hotel"

" Gimana pa kita pulang aja besok?"

" Nggak usah, sayang kita udah jauh - jauh ke sini, papa juga ingin jalan- jalan"

Kami pun akhirnya membiarkan papa istirahat dan aku pun pergi ke kamar.

5 hari kami di Bali, Puji Tuhan papa dan mama cukup senang dan kondisi papa baik - baik saja setelah terkena serangan itu dan kami bisa dengan santai menikmati liburan

  Sampailah kami di Bandara, kami check in dan pergi ke ruang tunggu, sambil menunggu boarding kira2 30 menit lagi, tiba2 aku diberi tau oleh salah satu penumpang di depan aku,

" Mas2 itu kenapa ayah nya kok mukanya pucat"

aku pun panik,aku langsung hampiri papa ,

"Kenapa pa?, tanya aku

ini!!! papa mau kena serangan lagi

Kami pun panik sedangkan pesawat sebentar lagi boarding, buru2 aku minta tolong salah satu petugas di bandara untuk dibawa ke klinik, aku sekeluarga bingung, waduh kalau bapak sakit gi mana kita pulang nya.

Aku sambil  berdoa dalam supaya diberi kemudahan, akhirnya tiba di klinik, papa diperiksa oleh dokter dan disuruh tidur sebentar.

Kami bingung karena pesawat sebentar lagi akan berangkat, papa sudah merasa baikandan  kami minta izin dokter karena panggilan untuk berangkat sudah diumumkan.

Kami  menuju pesawat dan kami berdoa agar papa diberi kekuatan sampai Jakarta. Akhirnya tibalah kami di Jakarta dan langsung menuju ke rumah

check up  pertama

Besok nya pun aku ajak papa untuk periksa ke rumah sakit tempat dia bekerja setelah pensiun.

Kami pun masuk dan konsultasi ke salah satu dokter syaraf, dan juga merupakan teman papa, setelah diperiksa, check up darah , papa dinyatakan harus dirawat karena ada gejala tyfus dan stroke ringan,

Aku pun memberitahu mama bahwa papa harus rawat inap, aku meihat kondisi papa cukup sehat dan biasa saja pada saat itu.

Satu minggu pun berlalu di rumah sakit dan dokter selalu mengontrol perkembangan papa.

Suatu siang dokter pun datang dan menanyakan perkembangan dan melihat hasil reaksi obat2 an, dokter pun agak bingung dengan kondisi papa yang tidak ada perubahan.

Walaupun kita melihatnya normal2 saja, dokter pun mulai curiga, akhirnya papa dirujuk ke salah satu rumah sakit

Kami memutuskan untuk minta dirujuk ke rumah sakit Cikini, setelah itu papa diperbolehkan pulang dulu.

AKU BERTANYA KEPADA TUHAN SAJABağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin