Soraru terlihat sibuk hari ini. Ya, sibuk bermain minicrep. Kebetulan hari ini hari liburnya dan tak ada jadwal apa-apa hari ini.
"Aku akan memanfaatkan hari ini sebaik mungkin dengan tidur, makan, dan main game seharian." Batinnya laknat.
Ditengah kesibukannya menggali tanah, telepon rumahnya berbunyi.
Tapi Soraru bodo amat.
Namun si penelepon tetap bersikeras memanggilnya, hingga telepon rumah berganti ke ponsel disampingnya.
Hingga Soraru yang tengah asik menggali, kemasukan lubang, dan jatuh dilautan magma. Dan dia menyalahkan si penelpon karena membuatnya risih dan akhirnya jatuh kedalam magma dan kehilangan barang-barangnya.
"Terkutuk kau penelepon, terkutuk kau magma, terkutuk kau Mafumafu." Entah kenapa Mafu ikut masuk kedalam list terkutuknya.
Soraru dengan cepat menyambar ponselnya, niatnya ia ingin memarahi si penelepon karena mengganggu hari libur langkanya ini. Tapi,
"Ah! Akhirnya kau mengangkat panggilanku, Soraru-san."
Ketika suara shota perempuan itu memasuki pendengarannya,
"Lon?"
Kekesalannya berganti dengan perasaan rindu, karena lama tak mendengar suara itu.
"Wah, aku senang Soraru-san masih mengingatku!"
"Tentu saja aku ingat, bodoh. Apa maumu?"
Minicrep yang dimainkan dengan serius tadi, malah Soraru abaikan. Entah kenapa, ia merasa mendengar suara perempuan ini lebih menyenangkan dibanding game yang ia mainkan tadi. Lihat, bahkan Soraru dibuat tersenyum karenanya.
"Kebetulan hari ini aku luang, dan aku tidak tau apa yang harus kulakukan. Maka dari itu, aku pikir aku harus keluar dan bersenang-senang bersama teman, dan yang pertama terlintas dikepalaku adalah Soraru-san, dan aku ingin bertemu Soraru-san untuk pertama kalinya. Apa hari ini Soraru-san luang?"
Jangan bercanda, hari ini hari libur langka yang Soraru miliki. Hari ini ia telah bertekad untuk tidur, makan, dan main game seharian. Bukan untuk jalan-jalan.
"Ya, aku luang. Bertemu dimana kita nanti?"
Tapi Soraru tak bisa menolak permintaan perempuan itu. Ia juga tak dapat menolak keinginannya sendiri untuk bertemu partner menyanyinya dulu.
"Benarkah?! Yatta! Baiklah, nanti akan ku e-mail dimana kita akan bertemu! Sampai nanti, Soraru-san!"
"Ya." Dan sambungan teleponnya pun terputus. Meninggalkan Soraru yang masih diam tak bergerak dari tadi, serta senyuman lebar ia tahan sejak pertama suara perempuan itu terdengar.
Soraru tak tau, mengapa ia merasa suara Lon lebih menyenangkan dari minicrep. Mengapa ajakan Lon untuk keluar lebih membahagiakan dibanding menamatkan gamenya. Dan mengapa waktu bersama Lon lebih berharga dibanding hari libur langkanya.
Ah, Soraru harus mempersiapkan dirinya untuk bertemu Lon. Ia kemudian beranjak dari tempatnya dan segera memasuki kamarnya untuk bersiap-siap. Meninggalkan komputernya yang masih menyala, menampilkan minicrep nya yang terulang dari awal dan tak mempunyai barang apa-apa.
"Tunggu, bukankah ini seperti kencan?" Hal semacam ini terlintas dikepala Soraru, sebelum ia menampar dirinya sendiri.
"Bodoh, pemikiran menggelikan macam apa itu."
Pikirannya memang berkata begitu, tapi senyuman lebar yang ia tampilkan tak memalsukan apapun.
"Diberkahilah kau si penelepon, diberkahilah kau minicrep, diberkahilah kau Mafumafu."
Ah, Mafumafu padahal tak melakukan apapun.
Tapi Soraru bodo amat, ia tetap berpikir ini hari libur langkanya. Langka karena ada Lon yang ikut mengisinya.
End y.
°°°
Plis jangan tanya kenapa aku bikin cerita baru padahal ff okikagu belum selesai :"(
Iya, aku gak bakat bikin cerita bersambung jadi lebih milih bikin oneshoot :"v
YOU ARE READING
Soraru Lon
FanfictionHanya oneshot penambah koleksi fanfic SoraLon yang langka Angst. Humor. Fluff.
