'Apa itu tadi mimpi?'
Taeyong bernapas lega. Setidaknya itu hanya mimpi. Ia tidak tau harus bagaimana jika lelaki itu benar-benar pergi meninggalkannya.
Pandangannya beralih pada anak kecil yang terlelap di sofa. Ruangannya memang tidak terlalu luas. Tapi setidaknya ada sofa untuk Taehyun tidur.
Taeyong kembali memusatkan perhatiannya pada lelaki yang tengah terbaring didepannya. Tangannya menggenggam tangan besar lelaki itu.
Sesekali ia mendaratkan kecupan pada punggung tangannya.
"Kau tidak lelah tidur terus, Jae?" Tanyanya pelan.
Hening.
"Bangunlah. Kau tidak merindukanku?" Mata legamnya berkaca-kaca. Ia membawa tangan Jaehyun ke dahinya. Matanya terpejam. Setetes air mata jatuh membasahi ranjang rumah sakit.
Suasana hening. Hanya isakan-isakan kecil mengambang di udara.
Tiba-tiba Taeyong merasakan jemari Jaehyun bergerak. Ia tersentak. Ditatapnya wajah Jaehyun yang masih terlihat pucat.
"Jae?" Panggilnya pelan.
Taeyong menatap kelopak mata Jaehyun yang bergetar. Perlahan lelaki itu membuka matanya. Kemudian mengerjap beberapa kali.
Jaehyun mengerutkan keningnya ketika pandangannya beredar keseluruh ruangan. Ia membuka bibirnya hendak mengatakan sesuatu.
Taeyong sedikit mencondongkan tubuhnya untuk mendengar apa yang Jaehyun katakan.
"Dimana ini?" Bisiknya serak.
Taeyong menjauhkan tubuhnya. Ia tersenyum senang saat melihat lelaki itu sudah sadar.
"Kau dirumah sakit, Jae"
Jaehyun tampak masih bingung.
"Rumah sakit?"
"Iya, Jae. Kau-"
"Dan siapa kau?" Potong Jaehyun sambil menatap Taeyong dengan tatapan aneh.
DEG
Taeyong membeku. Senyumnya lenyap bergantikan ekspresi terkejut. Tiba-tiba saja dadanya terasa sesak.
"Pfft"
Jaehyun menutup mulutnya dengan telapak tangan. Ia menahan tawanya.
"Lihatlah ekspresimu, Tae. Kau terlihat sangat menggemaskan." Jaehyun tertawa geli.
Taeyong mencebikkan bibirnya. Tiba-tiba tangisnya pecah.
Jaehyun tentu saja terkejut melihat Taeyong tiba-tiba menangis.
"Hei, Tae. Ada apa? Kenapa menangis?" Jaehyun mengusap lelehan air mata yang mengalir deras membasahi pipi lelaki cantik itu.
"Sialan kau, Jae! Aku benar-benar mengira kau hilang ingatan seperti di film-film." jelas Taeyong dengan hidung yang memerah.
Jaehyun terkekeh. Ia menarik lelaki cantik itu kedalam pelukannya. Mengusap rambutnya dengan lembut. Sesekali mengecup puncak kepalanya dengan sayang.
"Aku takut. Aku memang bersyukur kau masih hidup. Tapi aku tidak mau kau hilang ingatan. Membayangkan kau tidak mengenaliku, membuatku takut, Jae" Taeyong semakin menenggelamkan kepalanya pada dada Jaehyun.
"Ssstt jangan menangis. Maafkan aku, oke?" Jaehyun mendorong pelan bahu Taeyong. Ia mendaratkan bibirnya pada dahi Taeyong. Mengecupnya lama. Seolah-olah dengan begitu ia bisa menyalurkan rasa cintanya pada lelaki cantik itu.
Taeyong menatap sengit lelaki tampan didepannya. "Jika kau mengerjaiku lagi, aku akan memotong juniormu, Jae." ancamnya.
Jaehyun meringis. "Jika kau memotongnya, lalu bagaimana caraku memberikan adik untuk Taehyun?"
Taeyong membuka mulutnya. Jemari lentiknya mendaratkan cubitan sayang pada lengan Jaehyun. Membuat lelaki itu meringis merasakan rasa nyilu di lengannya.
"Aduh, sayang. Sakit." Jaehyun menahan tangan Taeyong yang bersiap memberikannya cubitan kedua.
Wajah Taeyong memanas. "Jung sialan. Kau-"
"Mommy.."
Sontak keduanya menoleh kearah anak lelaki yang tengah berjalan kearah mereka. Taeyong tersenyum.
"Hyunnie.. kemarilah, sayang."
Taehyun menatap Jaehyun dengan ragu.
"Daddy Jae.."
Jaehyun tersentak. Apa? Apakah Taehyun barusaja memanggilnya dengan sebutan daddy?
Taehyun berlari kearah Jaehyun. Anak lelaki itu berusaha menaiki ranjang Jaehyun.
Jaehyun yang melihat Taehyun kesulitan, langsung meraih tubuh anak lelaki itu untuk dibawa naik keranjangnya.
Taehyun langsung memeluk leher Jaehyun.
"Daddy, jangan tinggalkan Hyunnie." Taehyun semakin mengeratkan pelukannya.
Jaehyun terkekeh. "Tidak. Daddy disini." tangannya mengusap punggung Taehyun dengan lembut. Ia menghadiahi kecupan sayang pada rambut anak lelaki itu. Putranya.
Taeyong berkaca-kaca melihat interaksi kedua orang didepannya. Dua orang yang paling berarti dalam hidupnya selain kedua orangtuanya dan juga adiknya.
'Ya Tuhan, Untuk saat ini aku tidak akan meminta apapun dariMu.
Aku hanya ingin bersyukur atas semua yang telah Kau berikan padaku.'
END
Haloo...
Tamat sudah :"))
Apa ada yang kecewa sama endingnya? Semoga ngga ya.
Sejauh ini ada yang ditanyakan?
Ada epilog ga?
Well, kalo awalnya ada prolog, mestinya ada epilognya ya :'v
BIG THANKS FOR YALL GUYS💕
YOU ARE READING
Once Again (Jaeyong)
FanfictionMain Pair : Lee Taeyong X Jung Jaehyun Rate : NC-18 Chapter : 26 Chapters Completed Disclaimer : Remake version of movie titled 'Love, Rosie' ➖Yaoi, Friendzone, AU, Mpreg, Parenthood➖ Kau tau, memilikimu dalam hidupku saja aku sudah sangat bersyukur...
26 - FINAL
Start from the beginning
