Rendra POV
“Bro! ngelamun aja lu” aku melihat Ben memunculkan wajah jahilnya dari balik pintu. Aku mendengus kesal dengan tingkah bocah sahabatku satu itu. benar-benar kekanak-kanakan.
“Ben Wijaya, tolong ketuk pintu dulu jika anda ingin masuk ke ruangan saya”
“ampun pak CEO pagi-pagi udah galak bener, ngapa lu?” tanya ben heran melihat tampangku yang kusut. Aku tak mengindahkan pertanyaannya. Ben tampak tak masalah lalu duduk di sofa yang memang disediakan di ruanganku untuk menerima tamu.
“Ren, gue ada berita buat lo” aku melihat ke arah Ben. Kini wajahnya menampakkan wajah yang serius. Ya, Ben memang orangnya sangat slengean. Tapi dibalik itu semua ia adalah orang yang bisa dipercaya Rendra. Ben menjabat sebagai manager keuangan di perusahaan ini. dia yang berkuasa mengatur seluruh keuangan perusahaan ini. dibalik wajah bad boynya itu dia menyimpan segudang prestasi yang mungkin tak akan dipercayai orang-orang. Aku hanya menaikkan alisku tanda tak berminat akan ceritanya.
“Kesya ada di Jakarta, Ren” aku cukup pias mendengar hal yang Ben ucapkan. Aku fikir ia tidak akan peduli dengan itu.
“lalu?” aku mengernyitkan alisku bertindak seolah aku terganggu dengan beritanya.
“gue cuma mau bilang kalau gue mau ketemuan sama dia sebentar lagi di cafe safari sebrang kantor.” Ucap Ben padaku dengan enteng.
“oh” aku hanya menanggapinya datar. Terdengar suara ringtone dari hp Ben.
“Iya Kesh. Oh lo udah di cafe? Iya iya bentar, gue lagi di ruangan bos gue yang galak nih. Ok. See you, Kesh” Ben pun menutup telfonnya dan bergegas pergi. Sesaat sebelum ia menutup pintu ia sempat berbalik ke arahku.
“nggak mau disalamin, Ren? Ya kalo emang belom siap ketemu nggak apa-apa sih. Asal jangan ngintip-ngintip dari kaca gede itu aja ren” Ben mengerlingkan sebelah matanya sambil mengarah ke jendela besar di ruanganku yang menghadap ke arah jalanan. Aku hanya bisa memelototinya kesal. Ben pun pergi sambil tertawa terbahak karna berhasil menggodaku.
Ben sialan. Ia tidak tahu apa kalau aku sudah setengah mati menahan reaksi berlebihan saat mendengar namanya. Sekarang ia bilang ia akan bertemu dengannya, di tempat yang bisa terlihat dari jendela ruangan kantorku. Ben memang benar-benar brengsek.
VOUS LISEZ
Come Back Home
Roman d'amour-ketika kamu menyerahkan semua hatimu pada seseorang untuk menjaganya, orang itulah yang menghancurkannya. Ketika kamu memberikan seluruh cintamu dengan ketulusan untuk seseorang, orang itu jugalah yang memberimu kebohongan palsu. Ketika yang kamu s...
